Tarik Tambang Satukan TNI, Warga dan Mahasiswa di Jembatan Garuda Merah Putih Jeneponto
Jeneponto – Spektroom – Satu tali ditarik bersama. Di kedua ujungnya, prajurit TNI, warga, ibu-ibu, mahasiswa hingga lurah saling beradu tenaga. Namun, bukan soal siapa yang paling kuat.
Di Area Jembatan Garuda Merah Putih, Kelurahan Benteng, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Minggu (9/8/2026), tarik tambang justru menjadi cara sederhana untuk merawat kebersamaan.
Pertandingan digelar Kodim 1425/Jeneponto dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berlangsung meriah. Sorak penonton pecah setiap kali peserta mulai menarik tali sekuat tenaga.
Yang menarik perhatian, mulai warga. Lurah Benteng Suharnawan, S.IP. Mahasiswa dan anggota TNI tidak sekadar menyaksikan pertandingan. Ia ikut masuk ke barisan dan menarik tali bersama warga dan anggota TNI.
Kehadiran mereka di arena membuat suasana semakin cair. Tidak ada jarak antara aparat, pemerintah kelurahan dan masyarakat. Semua berdiri dalam satu barisan, mengandalkan kekuatan bersama.
“Ini kegiatan yang sangat positif. Saya senang bisa turun bersama masyarakat dan TNI, bukan hanya melihat dari pinggir,” kata Suharnawan.
Warga Kelurahan Benteng, Syamsuddin (47), juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, suasana kemerdekaan terasa lebih hidup ketika masyarakat dapat bergembira bersama TNI.
Terlebih, kegiatan digelar di sekitar Jembatan Garuda Merah Putih yang saat ini masih dalam proses pembangunan oleh TNI.
“Kami berharap jembatan ini segera selesai dan nantinya semakin memudahkan masyarakat,” ujarnya.
Koordinator pertandingan, Pasi Ops Kodim 1425/Jeneponto Kapten Inf Muh. Amin, mengatakan tarik tambang dipilih karena sederhana tetapi membutuhkan kekompakan. Setiap anggota tim harus mampu menyatukan tenaga dan menjaga ritme.
“Pesertanya bukan hanya TNI dan masyarakat, tetapi juga ibu-ibu dan mahasiswa,” katanya.
Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa menilai nilai utama pertandingan bukan terletak pada kemenangan.
“Yang paling penting bukan hanya siapa yang menang, tetapi bagaimana kita bersama-sama memeriahkan kemerdekaan. TNI, masyarakat, ibu-ibu, mahasiswa dan lurah bisa berbaur,” ujarnya.
Di tengah pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih, tarik tambang itu menjadi gambaran kecil tentang semangat gotong royong: satu tali, banyak tangan, dan satu tujuan untuk menjaga kebersamaan.