Terminal Kijing Jadi Motor Baru Ekonomi Kalbar, Arus Barang Melonjak Signifikan
Pontianak, Spektroom – Aktivitas logistik di Kalimantan Barat menunjukkan akselerasi signifikan sepanjang Semester I (satu) 2026. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Cabang Pontianak mencatat lonjakan kinerja operasional di Terminal Kijing, Mempawah, dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada arus bongkar muat komoditas general cargo yang melesat hingga 205,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan tajam tersebut menjadi sinyal menguatnya aktivitas investasi dan industri di Kalimantan Barat, terutama setelah mulai beroperasinya sejumlah proyek strategis dan pembangunan fasilitas industri baru di kawasan Mempawah.
Data Pelindo menunjukkan volume general cargo meningkat dari 8.494 ton/m3 pada Semester I 2025 menjadi 25.955 ton/m3 pada Semester I 2026. Tak hanya itu, seluruh indikator utama pelabuhan juga mengalami pertumbuhan positif.
Jumlah kapal yang bersandar di Terminal Kijing naik 35,2 persen, dari 358 kapal menjadi 484 kapal. Sementara volume kapal berdasarkan Gross Tonnage (GT) meningkat 59,6 persen menjadi 2.064.356 GT.
Pertumbuhan juga terlihat pada komoditas lainnya. Arus bag cargo naik 30,2 persen dari 51.429 ton menjadi 66.936 ton. Komoditas curah kering tumbuh 97,2 persen menjadi 1.884.222 ton, sedangkan curah cair meningkat 77,5 persen menjadi 1.300.872 ton.
General Manager PT Pelindo Regional 2 Cabang Pontianak, Kalbar Yanto, mengatakan lonjakan tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas perdagangan, industri, serta distribusi logistik yang melayani kebutuhan domestik maupun ekspor-impor dari Kalimantan Barat.
“Peningkatan arus kapal dan barang yang sangat signifikan pada Semester I 2026 menjadi indikator kuat bahwa aktivitas ekonomi dan industri di Kalimantan Barat sedang mengalami percepatan. Pertumbuhan general cargo yang mencapai lebih dari dua kali lipat didorong meningkatnya pengapalan material proyek, mesin, serta komoditas pendukung industri perkebunan dan pertambangan,” kata Yanto, Jumat (17/07/2026).
Menurutnya, Terminal Kijing kini semakin menunjukkan peran strategis sebagai simpul logistik utama di wilayah barat Pulau Kalimantan. Kehadiran pelabuhan laut dalam tersebut dinilai mampu memperkuat konektivitas rantai pasok dan mendukung masuknya investasi baru ke daerah.
Pelindo, lanjut Yanto, akan terus melakukan penguatan layanan melalui digitalisasi sistem kepelabuhanan, peningkatan fasilitas tambatan, serta optimalisasi produktivitas bongkar muat guna menekan waktu sandar kapal (port stay) dan dwelling time.
Dengan tren pertumbuhan yang terus menguat, Terminal Kijing diproyeksikan menjadi pusat logistik terpadu Kalimantan Barat sekaligus gerbang utama perdagangan yang menghubungkan kawasan industri, perkebunan, dan pertambangan dengan pasar nasional maupun global.
Kinerja impresif Semester I 2026 ini sekaligus mempertegas posisi Terminal Kijing sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat di tengah meningkatnya arus investasi dan ekspansi industri di wilayah tersebut.