Trending

Tiga Puskesmas BAHIM Berjuang Menuju BLUD, Semangat Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Wilayah Kepulauan

Tiga Puskesmas BAHIM Berjuang Menuju BLUD, Semangat Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Wilayah Kepulauan
Pelaksanaan penilaian administratif oleh Tim Penilai BLUD Pemerintah Kota Ternate (Foto: Dinkes Koter)

Ternate-Spektroom : Semangat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kepulauan terus ditunjukkan oleh tiga Puskesmas Perawatan di Kota Ternate, yakni Puskesmas Perawatan Batang Dua di Mayau, Puskesmas Perawatan Hiri, dan Puskesmas Perawatan Moti. Ketiganya kini melangkah menuju penerapan pola pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebagai upaya memperkuat kemandirian pengelolaan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan penilaian administratif oleh Tim Penilai BLUD Pemerintah Kota Ternate, Jumat (23/10/2026). Penilaian ini bertujuan memverifikasi kelengkapan, kebenaran, dan kesesuaian dokumen persyaratan penyelenggaraan BLUD pada masing-masing Puskesmas.

Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsoly, SE., MM., selaku Ketua Tim Penilai BLUD, menyampaikan bahwa penilaian administratif merupakan tahapan awal yang sangat penting untuk memastikan kesiapan puskesmas dalam menerapkan pola pengelolaan BLUD.

Menurutnya, kelengkapan dan kesesuaian dokumen menjadi fondasi utama agar pengelolaan keuangan dan penyelenggaraan pelayanan kesehatan dapat berjalan secara tertib, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Penilaian ini bukan sekadar memeriksa ada atau tidaknya berkas, tetapi memastikan seluruh dokumen persyaratan disusun dengan benar dan sesuai standar. Ini merupakan fondasi agar status BLUD dapat berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, upaya tiga Puskesmas kepulauan tersebut patut didukung bersama. Meskipun menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan akses yang menjadi karakteristik wilayah kepulauan, semangat untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan harus tetap menjadi prioritas.

“Kami menyadari bahwa ketiga puskesmas berada di wilayah kepulauan dengan tantangan tersendiri. Namun, kelengkapan administrasi tetap menjadi prioritas agar fleksibilitas yang diberikan melalui pola pengelolaan BLUD dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di pulau-pulau,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan penilaian, Tim Penilai memberikan kesempatan kepada ketiga Puskesmas untuk menyempurnakan dokumen yang belum lengkap. Setelah seluruh persyaratan dinyatakan memenuhi ketentuan, proses pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan BLUD akan dilanjutkan secara bertahap.

Tim Penilai BLUD Pemerintah Kota Ternate juga berkomitmen untuk mendampingi ketiga puskesmas dalam proses penyempurnaan dokumen agar dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.

Upaya ini diharapkan menjadi langkah penting bagi Puskesmas Perawatan Batang Dua (Mayau), Hiri, dan Moti untuk memperkuat tata kelola pelayanan kesehatan. Penerapan pola pengelolaan BLUD diharapkan dapat memberikan ruang pengelolaan yang lebih fleksibel, dengan tetap mengedepankan prinsip efisiensi, transparansi, akuntabilitas, dan orientasi pada kebutuhan masyarakat.

Perjalanan menuju BLUD bukan semata-mata tentang pemenuhan persyaratan administratif, melainkan bagian dari komitmen untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin baik, responsif, dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

Berita terkait

Menteri Dody Tinjau  Jalan Lintas Utara Flores, Labuan Bajo - Maumere Sepanjang 472 Km

Menteri Dody Tinjau  Jalan Lintas Utara Flores, Labuan Bajo - Maumere Sepanjang 472 Km

Flores – Spektroom : Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau Jalan Lintas Utara Flores pada Jumat (23/10/2026), untuk memastikan percepatanpenuntasan jalur yang menghubungkan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, hingga Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kementerian PU menargetkan jalan sepanjang 472,48 kilometer tersebut tuntas paling lambat akhir

Nurana Diah Dhayanti
Menhut Raja Juli Antoni Koordinasikan Penanganan Karhutla, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

Menhut Raja Juli Antoni Koordinasikan Penanganan Karhutla, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

Ketapang-Spektroom: Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat membutuhkan kerja bersama lintas sektor. Di tengah tantangan pemadaman di sejumlah wilayah, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi terkait menjadi langkah penting untuk menekan titik panas serta mencegah kebakaran meluas. Upaya tersebut menjadi salah satu

Apolonius Welly, Julianto