Tiga Rekor MURI Jadi Kado Dies ke-65 UIN Maliki Malang, Tantangan Besar Menanti Menuju Kampus Dunia
Malang - Spektroom : Tiga rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sekaligus mewarnai Dies Maulidiyah ke-65 dan Lustrum XIII Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Rabu (28/10/2026). Mulai dari buku biografi kepemimpinan perempuan, 3.000 mahasiswa penghafal Al-Qur’an, hingga 11 profesor bidang bahasa Arab, capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tantangan untuk membuktikan keunggulan kampus melalui karya dan dampak nyata bagi masyarakat.
Momentum yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda itu menempatkan UIN Maliki Malang pada panggung prestasi dengan tiga kekuatan berbeda: kepemimpinan, spiritualitas, dan keilmuan. Namun, di balik penghargaan tersebut, pekerjaan berikutnya jauh lebih besar, yakni memastikan setiap rekor menjadi pijakan bagi peningkatan mutu pendidikan, penguatan riset, dan kontribusi nyata perguruan tinggi bagi bangsa.
Rekor pertama diberikan untuk buku Women Leadership: Biografi dan Gagasan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., karya Atoillah, penulis muda dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maliki Malang.
Buku ini mendokumentasikan gagasan besar, program prioritas, serta capaian satu tahun kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP. Sebagai rektor perempuan pertama di UIN Maliki Malang, Ilfi menempatkan pengalaman kepemimpinannya sebagai bagian dari perjalanan pengembangan perguruan tinggi keagamaan Islam.
“Buku ini berjudul Women Leadership, memuat ide atau gagasan-gagasan besar dalam mengembangkan perguruan tinggi keagamaan Islam, khususnya di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Buku ini memuat juga program prioritas dan capaian satu tahun mengabdi kepemimpinan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,” kata Ilfi.
Ia mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam penulisan buku tersebut. Ilfi berharap karya itu tidak hanya menjadi dokumentasi perjalanan kepemimpinan, tetapi juga sumber inspirasi bagi pengembangan perguruan tinggi Islam di Indonesia.
“Semoga buku ini yang mendapatkan penghargaan dari Rekor MURI menjadi sumber inspirasi dalam mengembangkan perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia dan juga menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika serta masyarakat luas,” ujarnya.
Penghargaan terhadap buku Women Leadership juga menunjukkan pentingnya literasi dalam merekam pemikiran dan perjalanan institusi. Karya tersebut menjadi dokumentasi kepemimpinan yang diharapkan dapat dibaca lebih luas, dikaji, dan memberi inspirasi bagi generasi akademisi berikutnya.
3.000 Penghafal Al-Qur’an, Bukan Sekadar Angka
Rekor kedua diraih melalui keberadaan 3.000 mahasiswa penghafal Al-Qur’an di lingkungan UIN Maliki Malang. Angka ini mencerminkan kuatnya tradisi spiritual di tengah kehidupan perguruan tinggi yang juga dituntut menghasilkan lulusan unggul secara akademik.
Namun, besarnya jumlah penghafal Al-Qur’an idealnya berjalan seiring dengan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Integritas, kejujuran, kepedulian sosial, dan tanggung jawab moral menjadi bagian penting dari ukuran keberhasilan pendidikan yang memadukan ilmu dan spiritualitas.
Dengan demikian, prestasi tersebut tidak semata-mata berhenti pada pengakuan atas jumlah mahasiswa penghafal Al-Qur’an. Tantangan berikutnya ialah menjaga tradisi itu agar terus tumbuh dan berkontribusi terhadap pembentukan karakter mahasiswa serta kehidupan masyarakat.
11 Profesor Bahasa Arab, Modal Memperkuat Keunggulan Akademik
Rekor ketiga berkaitan dengan keberadaan 11 profesor bidang bahasa Arab di Indonesia. Capaian ini memperlihatkan kekuatan sumber daya akademik dalam bidang yang memiliki peran penting bagi kajian Al-Qur’an, keilmuan Islam, dan pengembangan bahasa Arab di tingkat nasional maupun internasional.
Kehadiran para profesor menjadi modal untuk memperluas riset, menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas, memperkuat kolaborasi internasional, serta melahirkan inovasi dalam pembelajaran bahasa Arab.
Di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat, jumlah profesor perlu diikuti produktivitas akademik dan pengaruh keilmuan yang terukur. Karya ilmiah, pengembangan metode pembelajaran, serta kontribusi terhadap pemecahan persoalan pendidikan menjadi bagian penting dari upaya menjaga reputasi institusi.
Rekor Harus Menjadi Titik Berangkat
Tiga rekor MURI yang diraih pada usia ke-65 menjadi catatan penting bagi perjalanan UIN Maliki Malang. Buku kepemimpinan merekam gagasan, mahasiswa penghafal Al-Qur’an memperlihatkan kekuatan spiritual, sedangkan para profesor bahasa Arab merepresentasikan modal keilmuan.
Ketiganya memberi pesan bahwa kemajuan perguruan tinggi tidak dapat dibangun melalui satu dimensi saja. Kepemimpinan perlu melahirkan kebijakan yang berdampak, tradisi keagamaan harus membentuk karakter, dan keunggulan akademik perlu menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat.
Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, capaian tersebut juga mengingatkan bahwa prestasi bukanlah garis akhir. Semangat membangun bangsa harus diterjemahkan ke dalam kerja nyata, keberanian berinovasi, dan komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Bagi UIN Maliki Malang, tantangan setelah tiga rekor MURI ini adalah menjaga konsistensi prestasi sekaligus memperluas manfaatnya. Sebab, ukuran keberhasilan kampus bukan hanya seberapa banyak penghargaan yang diraih, melainkan sejauh mana ilmu, nilai, dan gagasan yang dikembangkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Kado spektakuler pada Dies Maulidiyah ke-65 dan Lustrum XIII itu pun menjadi pengingat: rekor boleh tercatat dalam sejarah, tetapi dampak nyata bagi bangsa harus terus diwujudkan.