Turnamen Raja Domino Ambon Digelar, 24 Pasangan Bertanding

Turnamen Raja Domino Ambon Digelar, 24 Pasangan Bertanding
Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat, Rustam Simanjuntak, memukul tifa dimulainya turnamen Domino di Ambon, Rabu (1/3/2026). (Foto: Eva M/Spektroom)

Ambon-Spektroom : Pemerintah Kota Ambon mendorong pengembangan olahraga domino sebagai wadah pembinaan generasi muda melalui Turnamen Raja Domino yang digelar di halaman Kantor Koperasi Kredit Union Mario, Jalan dr. Kayadoe, Benteng Ambon, Rabu (1/4/2026).

Kegiatan ini diikuti 24 pasangan peserta dan menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang interaksi sosial yang menjunjung sportivitas.

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Rustam Simanjuntak, saat memberikan sambutan, Rabu (1/3/2026). (Foto: Eva M/Spektroom)

Mewakili Wali Kota Ambon, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat, Rustam Simanjuntak, menyampaikan bahwa pemuda memiliki peran penting dalam membangun kesadaran sosial dan kesehatan mental melalui aktivitas positif, termasuk olahraga.

Menurutnya, turnamen domino bukan sekadar permainan, tetapi sarana membangun komunikasi, mempererat hubungan sosial, serta menanamkan nilai sportivitas di kalangan generasi muda.

“Pemerintah Kota Ambon berkomitmen mendukung pengembangan potensi pemuda, termasuk melalui olahraga domino yang kini mulai diarahkan sebagai cabang olahraga prestasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah dalam memperkuat sektor olahraga guna menciptakan masyarakat yang sehat, aman, dan produktif.

Rustam berharap turnamen ini mampu melahirkan bibit-bibit atlet domino berprestasi yang dapat bersaing di tingkat lebih tinggi, baik provinsi maupun nasional.

Sementara itu Ketua Panitia, Stev Tomasila, menjelaskan bahwa perkembangan domino saat ini telah mengalami transformasi dari sekadar permainan menjadi olahraga yang mulai terstruktur dan dikelola secara profesional melalui organisasi olahraga.

Ia menilai, dukungan pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk mendorong kemajuan olahraga domino agar mampu mencetak prestasi.

“Turnamen ini menjadi langkah awal membangun ekosistem olahraga domino yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan di Ambon,” katanya.

Menurutnya, penyelenggaraan turnamen juga bertujuan mendukung program pemerintah dalam pengembangan olahraga masyarakat serta membuka ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan potensi.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat y kesadaran akan pentingnya olahraga, tidak hanya sebagai hobi, tetapi sebagai kebutuhan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.

Panitia juga menargetkan turnamen ini menjadi agenda rutin pada momentum hari besar nasional maupun keagamaan, sekaligus menjadi barometer pembentukan klub-klub domino di Kota Ambon.

Dalam kompetisi ini, panitia menyiapkan hadiah bagi para pemenang, yakni juara pertama mendapatkan uang tunai Rp500 ribu dan beras 25 kilogram, juara kedua Rp400 ribu dan beras 20 kilogram, serta juara ketiga Rp300 ribu dan beras 15 kilogram.

Turnamen berlangsung dalam suasana kompetitif namun tetap menjunjung tinggi kebersamaan dan diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat. (EM)

Berita terkait

Mitigasi Risiko Keuangan, Pemkab Gowa Perkuat Sistem Pencegahan Kerugian Daerah

Mitigasi Risiko Keuangan, Pemkab Gowa Perkuat Sistem Pencegahan Kerugian Daerah

Gowa- Spektroom : Pemerintah Kabupaten Gowa memperketat pengawasan tata kelola keuangan demi mencegah terjadinya kerugian daerah. Langkah ini diambil untuk memastikan anggaran pemerintah fokus pada pembiayaan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat. Pencegahan Jadi Prioritas Utama Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah, menegaskan bahwa peran pengawas internal kini tidak hanya memeriksa, tetapi

Nur Jalil Sultan, Heriyoko
Muslimin Raih Doktor, Membongkar Paradoks Digitalisasi Birokrasi di DPRD Bone

Muslimin Raih Doktor, Membongkar Paradoks Digitalisasi Birokrasi di DPRD Bone

Makassar-Spektroom: Pemerintah bisa membeli aplikasi, membangun sistem digital, dan memindahkan layanan ke layar komputer. Tetapi birokrasi tidak otomatis menjadi lebih baik. Di balik jargon transformasi digital, tetap ada manusia yang menentukan apakah teknologi benar-benar menjadi alat perubahan atau sekadar wajah baru dari cara kerja lama. Persoalan itulah yang dibedah Muslimin

Yahya Patta, Buang Supeno
Kasus Perundungan Masih Jadi PR, Pemprov Jateng Perkuat Edukasi Lewat Forum Anak Pesantren

Kasus Perundungan Masih Jadi PR, Pemprov Jateng Perkuat Edukasi Lewat Forum Anak Pesantren

Semarang-Spektroom: Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa upaya pencegahan perundungan atau bullying tidak boleh berhenti di lingkungan sekolah saja. Menurutnya, penanganan masalah ini memerlukan keterlibatan aktif dari keluarga, masyarakat, hingga berbagai lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren. Pernyataan tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Gus Yasin ini usai

Sigit Budi Riyanto, Heriyoko
ссс