Ubah Paradigma Gudang Buku, Perpustakaan Adinegoro Sawahlunto Gelar Kelas Menjahit dan Menyulam

Ubah Paradigma Gudang Buku, Perpustakaan Adinegoro Sawahlunto Gelar Kelas Menjahit dan Menyulam
Ubah Pradigma Perpustakaan Sebagai Gudang Buku. (Foto dok.Perpustakaan Swl)

Sawahlunto--Spektroom : Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sawahlunto terus membuktikan bahwa perpustakaan modern tidak lagi sekadar tempat meminjam dan membaca buku. Melalui program nasional Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), perpustakaan kini menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Hal itu diwujudkan melalui kegiatan Kelas Keterampilan Menjahit dan Menyulam Pita yang kembali digelar di Perpustakaan Adinegoro Sawahlunto, Jumat (25/9/2026).

Kabid Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sawahlunto, Debbi Hallen, menegaskan filosofi baru perpustakaan yang diusung pihaknya.
"Perpustakaan bukan hanya tentang buku. Perpustakaan adalah tentang kehidupan," ujar Debby Hallen.
Menurut Debby, kegiatan TPBIS ini memiliki tujuan yang sederhana namun berdampak besar.

"Tujuannya sederhana, memfasilitasi masyarakat untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kreativitas, dan membuka peluang usaha mandiri dari rumah. Semua difasilitasi GRATIS di perpustakaan," jelasnya.

Kelas keterampilan yang digelar hari ini mendapat sambutan luar biasa dari warga. Peserta yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga, pelajar, hingga pelaku UMKM pemula tampak antusias mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir.

Debbi Hallen mengapresiasi semangat tersebut. "Terima kasih untuk antusiasme luar biasa para peserta hari ini. Hasil karyanya cantik-cantik!" ungkapnya.

Melalui keterampilan menyulam pita, peserta diajarkan membuat berbagai kerajinan bernilai jual seperti hiasan tudung saji, taplak meja, bros, hingga hiasan parcel yang kini banyak diminati di pasaran. Keterampilan ini dinilai sangat potensial untuk menjadi sumber pendapatan baru tanpa harus meninggalkan rumah.

Program ini sejalan dengan arah kebijakan Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) yang mendorong perpustakaan bertransformasi dari gudang buku menjadi ruang tumbuh masyarakat yang mampu meningkatkan literasi, keterampilan, hingga kesejahteraan warga.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sawahlunto menegaskan bahwa Program Inklusi Sosial Perpustakaan Adinegoro terbuka untuk semua kalangan.

Program ini terbuka untuk pelajar dan umum tanpa batas usia. Syarat untuk mengikuti kelas sangat mudah, cukup terdaftar sebagai Anggota Perpustakaan Umum Sawahlunto. Pendaftaran anggota pun gratis dan bisa dilakukan langsung di lokasi.

Bagi masyarakat yang ingin mengembangkan keterampilan dan mendapatkan peluang usaha baru, dapat mengikuti kelas-kelas selanjutnya.

"Mau ikut kelas selanjutnya? Datang langsung ke Perpustakaan Adinegoro," tutup Debbi.

Perpustakaan Adinegoro beralamat di pusat Kota Sawahlunto dan beroperasi pada jam layanan reguler. Informasi jadwal kelas TPBIS selanjutnya dapat dipantau melalui media sosial resmi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sawahlunto. (Ris1)

Berita terkait

70 Sertifikat PTSL Dibagikan, Heli Suyanto Bongkar Beban Warga: BPHTB Gratis, Tanah Kini Punya Kepastian Hukum

70 Sertifikat PTSL Dibagikan, Heli Suyanto Bongkar Beban Warga: BPHTB Gratis, Tanah Kini Punya Kepastian Hukum

Batu - Spektroom : Warga Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, mendapat angin segar. Sebanyak 70 sertifikat Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) diserahkan langsung Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Sabtu (26/9/2026). Penyerahan tersebut bukan sekadar pembagian dokumen pertanahan. Bagi warga, sertifikat menjadi bukti legalitas sekaligus kepastian hukum

Buang Supeno
Gaya Hidup Halal Gen-Z, Anak Muda Bijak Kelola Keuangan dan Media Sosial

Gaya Hidup Halal Gen-Z, Anak Muda Bijak Kelola Keuangan dan Media Sosial

Surakarta – Spektroom: Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengajak generasi muda memahami gaya hidup halal secara lebih luas. Menurutnya, gaya hidup halal tidak sebatas memilih makanan atau produk, tetapi juga menyangkut cara mengelola keuangan, menggunakan media sosial, menjaga kesehatan mental, serta menentukan pilihan dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan Astrid

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas