Undip Tempatkan Diri di Ranking 20 Dunia dan 2 Asia, pada UI GreenMetric World University Rankings 2026
Semarang-Spektroom: Pada UI GreenMetric World University Rankings 2026, Universitas Diponegoro (Undip) berhasil menempati peringkat ke-20 dunia, peringkat ke-3 di Asia, serta mempertahankan peringkat ke-2 nasional.
Capaian tersebut sekaligus menandai keberhasilan Undip mempertahankan posisi peringkat ke-2 nasional selama tujuh tahun berturut-turut, sejak 2020 hingga 2026.
Berdasarkan hasil resmi UI GreenMetric 2026, Undip memperoleh total skor 9.337,5. Pada kategori Energy and Climate Change, Undip mencatat skor 1.900; Transportation 1.650; Waste 1.550; Education and Research 1.287,5; Governance and Digitalization 1.025; Water 1.000; serta Setting and Infrastructure 925.
Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa peningkatan posisi Undip di tingkat dunia merupakan hasil kerja sama seluruh unsur universitas dalam menjadikan prinsip keberlanjutan sebagai bagian dari tata kelola, pendidikan, penelitian, dan kehidupan kampus.
“Bagi kami, keberlanjutan bukan semata-mata soal peringkat, melainkan tentang bagaimana ilmu pengetahuan, inovasi, dan tata kelola universitas benar-benar memberikan dampak bagi lingkungan dan masyarakat. Naiknya Undip ke peringkat 20 dunia dan 3 Asia menunjukkan bahwa transformasi yang kita jalankan berada pada arah yang semakin baik,” ujar Prof. Suharnomo dalam keterangan tertulis Sabtu 26 September 2026.
UI GreenMetric 2026 menghadirkan perubahan penting dalam metodologi penilaian dengan memasukkan Governance and Digitalization (GD) sebagai indikator ketujuh dengan bobot 11 persen.
Indikator tersebut mengukur, antara lain, anggaran untuk keberlanjutan, laporan keberlanjutan dan keuangan, kelembagaan yang menangani sustainability, penggunaan teknologi informasi dalam perencanaan dan pemantauan, pemanfaatan teknologi digital seperti AI dan IoT, sistem integritas dan pengaduan, hingga literasi digital.
Direktur DRKKG Undip, Prof. Hadiyanto, mengatakan bahwa perubahan indikator tersebut menjadikan kompetisi UI GreenMetric 2026 semakin menantang sekaligus mendorong universitas untuk melihat keberlanjutan secara lebih menyeluruh.
“Alhamdulillah, atas izin Allah, Universitas Diponegoro berhasil meraih peringkat 20 dunia dan 3 di Asia dalam UI GreenMetric 2026. Capaian ini menjadi bukti nyata atas kinerja dan komitmen Undip dalam mewujudkan kampus hijau dan berkelanjutan,” ujar Prof. Hadiyanto.
Ia menjelaskan bahwa masuknya Governance and Digitalization sebagai indikator ketujuh memberikan dimensi baru dalam pengukuran kinerja keberlanjutan perguruan tinggi.
“Ke depan, Undip akan terus memperkuat inovasi pada seluruh indikator melalui berbagai program seperti Undip Zero Waste, pengolahan air buangan, dan pengembangan transportasi hijau,” jelasnya.
Program Undip Zero Waste yang pelaksanaannya menerapkan prinsip 5R dan mengembangkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sebagai pusat inovasi dan pembelajaran berbasis sains.
Di TPST Undip, sampah organik antara lain diolah menjadi kompos; sisa makanan dimanfaatkan melalui budidaya maggot, sementara teknologi pirolisis dikembangkan untuk mengolah berbagai jenis limbah menjadi produk bernilai.
UI GreenMetric World University Rankings 2026 merupakan penyelenggaraan ke-17 dan melibatkan 2.016 institusi dari 110 negara, menjadikannya salah satu pemeringkatan universitas global dengan fokus khusus pada kinerja keberlanjutan institusi.
Tahun ini UI GreenMetric mengangkat tema “Advancing Sustainable Campuses through Governance, Digitalization, and Integrated Performance.”