Universitas Islam Ahmad Dahlan UIAD Sinjai Raih Akreditasi Unggul

Reporter: M. Yahya Patta

Universitas Islam Ahmad Dahlan UIAD Sinjai Raih Akreditasi Unggul

Spektroom - Satu lagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah PTMA di bawah naungan Kementerian Agama RI yaitu Universitas Islam Ahmad Dahlan UIAD Sinjai meraih predikat Akreditasi Institusi “Unggul” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi BAN-PT.

Keputusan ini tertuang dalam SK No. 2829/SK/BAN-PT/Ak/X/2025 tertanggal 15 Oktober 2025. Capaian tersebut menempatkan UIAD Sinjai sejajar dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yang telah memperoleh pengakuan tertinggi dalam mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Rektor UIAD Sinjai, Dr. Suriati, M.Sos.I., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas prestasi ini.
“Saya sebagai rektor sangat bersyukur dan berbangga karena walaupun perguruan tinggi kami berada di daerah, kami berhasil mencapai predikat Unggul, sebuah penghargaan dan pengakuan tertinggi dari negara. Semua ini tidak lepas dari kerja keras dan komitmen seluruh sivitas akademika UIAD,” ujar Dr. Suriati.

“Capaian ini membuktikan bahwa tata kelola UIAD serta pelaksanaan akademik dan nonakademik di kampus kami telah sesuai dengan standar nasional. Tantangan ke depan adalah bagaimana kami terus menjaga dan meningkatkan kualitas secara berkelanjutan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rektor UIAD menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusi dalam proses pencapaian tersebut.

“Terima kasih atas dedikasi seluruh sivitas akademika, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta mitra yang telah bersama-sama mengukir prestasi ini. Capaian ini adalah hasil dari kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas seluruh keluarga besar UIAD,” pungkasnya

“Sementara itu Ketua Pimpinan Pusat Muhamadiyah Prof. Dr. Irwan Akib mengatakan UIAD Sinjai merupakan salah satu perguruan tinggi keagamaan di lingkungan PTMA yang letaknya lebih dari 200 kilometer di Selatan Kota Makassar. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tidak ditentukan oleh posisi geografis, melainkan oleh kinerja dan dedikasi dari perguruan tinggi itu sendiri,” jelasnya.

Sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pengembangan keilmuan keagamaan, UIAD Sinjai juga mencerminkan identitas daerahnya — Sinjai sebagai Panrita Kitta, daerah yang dikenal melahirkan para ahli dalam ilmu-ilmu keislaman.

Menutup keterangannya, Prof. Irwan Akib atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan pesan motivasi kepada seluruh sivitas akademika UIAD Sinjai.

“Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kami menyampaikan selamat kepada seluruh sivitas akademika UIAD Sinjai atas capaian ini. Jangan cepat berpuas diri, terus hadirkan kinerja terbaik dan berikan pelayanan unggul bagi seluruh pemangku kepentingan. Jadikan UIAD sebagai salah satu pusat keunggulan Muhammadiyah,” tegasnya.

Dengan raihan ini, Muhammadiyah kembali meneguhkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, berkemajuan, dan merata dari pusat hingga pelosok Nusantara.

Seperti diketahui kini UIAD Sinjai memiliki 3 Fakultas dan 1 Program Pascasarjana, dengan 15 Prodi diantaranya 3 prodi S1 dengan akreditasi Unggul, 8 prodi S1 akreditasi baik sekali, 1 prodi program magister akreditasi baik sekali dan 3 prodi baru program magister yang telah terbit izin operasional.

Kini UIAD Sinjai memiliki 1.660 mahasiswa aktif dan 89 Dosen tetap.

Berita terkait

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

Maluku Tengah-Spektroom: Sebanyak 175 prajurit muda TNI Angkatan Darat resmi memasuki babak baru pengabdian setelah dilantik menjadi Bintara berpangkat Sersan Dua (Serda). Mereka dituntut bukan hanya piawai menggunakan senjata, tetapi juga memiliki mental petarung dan kemampuan memimpin di tengah dinamika medan tugas. Para prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara

Eva Moenandar, Buang Supeno
Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Sawahlunto—Spektroom :Satu karung pupuk bersubsidi mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya terdapat uang negara, data penerima, mekanisme distribusi, dan kepentingan petani yang bergantung pada ketepatan waktu pemupukan. Karena itu, bagi Heni Purwaningsih, pengawasan pupuk bukan pekerjaan administratif belaka. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto sekaligus

Riswan Idris, Buang Supeno
121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

Singkawang - Spektroom : Sebanyak 121 prajurit resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda). Namun, kenaikan pangkat itu bukan sekadar tanda berakhirnya delapan pekan pendidikan. Mereka kini menghadapi ujian yang sesungguhnya: membuktikan kemampuan sebagai Bintara di tengah dinamika tugas di lapangan. Sebanyak 121 prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI

Apolonius Welly, Buang Supeno
ссс