Universitas Jambi Mewisuda 1.057 Wisudawan Dari 7 Fakultas Program Doktor, Magister, Profesi, Sarjana dan Diploma
Muaro Jambi - Spektroom: Rapat Terbuka Senat Universitas Jambi dengan agenda Dies Natalis ke-63 sekaligus Wisuda ke-123 Universitas Jambi (UNJA), menjadi momentum penting dalam memperkuat sektor pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Provinsi Jambi berlangsung di Balairung UNJA, Mendalo, Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (19/05/2026).
Wisuda tersebut mengacu pada Surat Keputusan Rektor Universitas Jambi Nomor 1062/ DSD/21/Wa/2026 tentang wisuda program Doktor, Magister, Profesi, Sarjana dan diploma di Universitas Jambi pada semester genap tahun akademik 2025-2026.
Pada wisuda Ke- 123 ini Universitas Jambi mewisuda sebanyak 1.057 orang wisudawan pada masing-masing jenjang, program diploma :17 orang, program sarjana : 900 orang, magister: 65 orang, Doktor: 20 orang dan profesi: 55 orang.
Wisudawan sebanyak itu tersebar 7 fakultas Strata Satu dan 1 Fakultas Program Pascasarjana, terdiri Fakultas Hukum: 190 orang, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 135: orang, Fakultas Pertanian 104: orang, dan Fakultas Peternakan 41: orang.
Berikutnya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan: 323 orang, Fakultas Sains dan Teknologi: 76 orang Fakultas Ekonomi dan Bisnis: 157 orang dan Pascasarjana: 31 orang.

Rektor UNJA Prof.Dr. Helmi, S.H., M.H. berharap semoga ilmu pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Universitas Jambi dapat bermanfaat serta berguna bagi pengembangan diri, masyarakat bangsa dan negara.
"Universitas Jambi terus berkembang dan maju dan patut kita apresiasi pencapaian akreditasi unggul tahun 2024-2029, akreditasi program studi kita sudah ada 42 program studi yang terakreditasi unggul, serta 2 program studi terakreditasi A serta 19 program studi terakreditasi internasional" terang Rektor Helmi.
Menurutnya Universitas Jambi kini ada 8 program studi baru yaitu program studi gizi, program studi kesehatan dan ilmu lingkungan serta silvikultur dan tahun ini akan menerima program pendidikan spesialis dokter yaitu program spesialis bedah dan anestesiologi serta kedokteran respirasi.
"Anestesiologi, adalah cabang kedokteran yang berfokus pada manajemen nyeri, hilangnya kesadaran, dan dukungan fungsi vital dan Kedokteran Respirasi (Pernafasan), karena obat bius menekan refleks napas, sehingga pemantauan dan stabilisasi jalan napas menjadi inti dari keselamatan pasien" rincinya.

Diforum yang sama mewakili Gubernur Jambi dalam sambutannya, Wagub Abdullah Sani menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi unggul yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah di tengah perkembangan zaman dan transformasi digital.
“Perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan arah masa depan bangsa dan daerah. Dari kampus, lahir sumber daya manusia unggul, inovasi, kreatif, serta berbagai solusi untuk menjawab tantangan pembangunan di era yang terus berkembang ini” tegasnya.
Menurut Wagub Sani, momentum Dies Natalis dan wisuda menjadi pengingat bagi Universitas Jambi, selain menjadi tempat menimba ilmu, namun juga pusat lahirnya gagasan, penelitian, inovasi dan lahirnya solusi bagi pembangunan.
Perguruan tinggi menjadi mitra strategis pemerintah menciptakan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan zaman termasuk di era transformasi digital dan ekonomi hijau saat ini.
"Perguruan tinggi tidak hanya menjadi seremoni akademik bagi para lulusan, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan dunia pendidikan dalam melahirkan insan yang siap berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah". katanya mengakhiri sambutan.(@Ng).