Trending

Universitas Jember Buka Program Spesialis Bedah dan Anestesi

Universitas Jember Buka Program Spesialis Bedah dan Anestesi
Dekan FK UNEJ, Dr. dr. Ulfa Elfiah, M.Kes., Sp.BP-RE., Subsp.L.B.L.(K)., menjelaskan, pembangunan jejaring menjadi kunci dalam memperluas dampak program pendidikan spesialis yang baru dibuka. (foto humas unej)

Jember-Spektroom : Fakultas Kedokteran Universitas Jember terus memperkuat peran strategisnya dengan membangun jejaring kerjasama di wilayah Jawa Tengah melalui rangkaian kunjungan dan sosialisasi ke berbagai institusi strategis. Kegiatan yang dilaksanakan pada 8 hingga 10 April 2026 ini menyasar sejumlah mitra penting, di antaranya Polres Purworejo, Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, RSUD dr. Tjitrowardojo, Polrestabes Semarang, serta Polres Semarang.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya FK UNEJ dalam memberikan informasi komprehensif kepada berbagai pihak agar turut berkontribusi dalam mengatasi keterbatasan tenaga dokter spesialis di Indonesia.

“Penting bagi kami untuk membangun jejaring dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, institusi kesehatan, maupun aparat penegak hukum, agar informasi terkait program pendidikan spesialis ini dapat tersampaikan secara luas dan tepat sasaran,” ujarnya, dilansir dari laman Unej, Sabtu (11/4/2026).

Ia menambahkan, kebutuhan dokter spesialis di Indonesia masih menjadi tantangan besar, terutama di daerah. Oleh karena itu, FK UNEJ hadir dengan membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) pada tahun 2026, di antaranya Ilmu Bedah serta Anestesiologi dan Terapi Intensif.

“Program ini diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi dalam mempercepat pemenuhan tenaga dokter spesialis yang kompeten dan merata di seluruh wilayah Indonesia,” imbuhnya.

 

Selain memperkenalkan program pendidikan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun kolaborasi dalam berbagai program kesehatan, termasuk kegiatan sosial kemanusiaan seperti operasi bibir sumbing dan langit-langit yang direncanakan akan dilaksanakan di wilayah Jawa Tengah.

Sementara itu, Mohamad Isriadi, Humas Universitas Jember, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi komunikasi kelembagaan dalam memperluas jejaring dan memperkuat sinergi lintas sektor.

“Kami menyasar berbagai institusi strategis di Jawa Tengah, mulai dari kepolisian, dinas kesehatan, hingga rumah sakit daerah. Harapannya, melalui kolaborasi ini, informasi terkait program spesialis FK UNEJ dapat menjangkau lebih luas sekaligus membuka peluang kerjasama konkret,” jelasnya.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada sosialisasi, tetapi juga pada penguatan peran perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa UNEJ tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga aktif mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan nasional, khususnya di bidang kesehatan,” tegasnya.

Dengan langkah strategis ini, FK UNEJ optimistis mampu memperkuat kontribusinya dalam pembangunan kesehatan nasional, sekaligus menjadi bagian dari solusi dalam mengatasi kekurangan dokter spesialis di Indonesia.(Yul/is)

Berita terkait

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha yang mampu mempersiapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lampung untuk menembus pasar global. Selain meningkatkan kualitas produk, UMKM perlu memiliki pola pikir global, akses pasar, pembiayaan, pemenuhan standar, serta kapasitas produksi yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan ekspor

Anggoro AP
Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles