Wabup Ketapang Sidak RSUD Agoesdjam, Soroti Pelayanan Front Office Hingga Pendampingan Lansia
Ketapang, Spektroom – Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir melakukan inspeksi langsung ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang, Selasa (09/06/2026), guna memastikan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan optimal, khususnya pada sektor pelayanan administrasi dan layanan publik yang menjadi wajah utama rumah sakit.
Dalam kunjungan tersebut, Jamhuri meninjau sejumlah titik pelayanan, mulai dari area pendaftaran pasien, ruang resepsionis, hingga unit-unit pelayanan yang menjadi pintu pertama interaksi masyarakat saat mengakses layanan kesehatan.
Selain melakukan pemantauan, Wakil Bupati juga berdialog dengan manajemen rumah sakit, petugas administrasi, serta sejumlah pasien dan keluarga pasien untuk mendengar langsung pengalaman mereka selama mendapatkan pelayanan.
Menurut Jamhuri, kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari kelengkapan fasilitas medis atau kecanggihan teknologi yang digunakan, tetapi juga dari sikap dan cara petugas melayani masyarakat.
“Rumah sakit bukan hanya tempat berobat, tetapi juga tempat masyarakat mencari harapan dan kepastian. Karena itu, petugas yang berada di garda terdepan harus mampu memberikan pelayanan yang humanis, ramah, dan membantu masyarakat dengan sepenuh hati,” tegasnya.
Ia menilai pelayanan yang cepat, responsif, dan komunikatif menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan milik pemerintah.
Jamhuri juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi, seperti Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), untuk mempercepat proses pelayanan.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa teknologi harus tetap dibarengi dengan etika pelayanan yang baik. “Teknologi memang membantu mempercepat layanan. Tetapi senyum, sapa yang baik, serta kesediaan membantu masyarakat tetap menjadi bagian penting dari pelayanan publik yang berkualitas,” ujar wakil Bupati.
Dalam kesempatan itu, Jamhuri meminta manajemen RSUD dr. Agoesdjam terus melakukan evaluasi terhadap kualitas sumber daya manusia, terutama petugas yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
Setiap masukan dan keluhan dari pasien, kata dia, harus dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan berkelanjutan.
Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok lanjut usia (lansia) serta masyarakat yang belum terbiasa menggunakan sistem pelayanan berbasis digital.
Petugas diminta aktif melakukan pendampingan agar tidak ada warga yang mengalami kesulitan saat mengakses layanan kesehatan.
“Jangan biarkan masyarakat kebingungan dengan prosedur. Tugas kita adalah membantu, mengarahkan, dan memberikan solusi,” kata Jamhuri.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Ketapang memperkuat reformasi birokrasi di sektor kesehatan sekaligus mendorong terciptanya pelayanan publik yang profesional, cepat, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.