Trending

Wakil Walikota Ambon Tinjau Langsung Kebakaran Hutan di Perbatasan Leahari–Hukurila

Wakil Walikota Ambon Tinjau Langsung Kebakaran Hutan di Perbatasan Leahari–Hukurila
Wakil Walikota Ambon Ambon Ely Toisuta di dampingi Kadis Pemadam Kebakaran Kota Ambon meninjau langsung lokasi kebakaran Hutan, Minggu (11/01/2026) Foto : spektroom Eva M.

Spektroom - Kebakaran hutan kembali melanda kawasan rawan di Kota Ambon. Sekitar 2 hingga 3 hektar lahan kosong di Camp Ema, wilayah perbatasan Negeri Leahari dan Negeri Hukurila, Kecamatan Leitimur Selatan, hangus terbakar akibat angin kencang yang membuat api sulit dikendalikan, Minggu (11/1/2026).

Peristiwa itu mendorong Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus merespons keluhan warga.

“Kita tidak bisa serta-merta menyimpulkan ada yang membakar. Biarkan aparat menyelidiki. Tapi kebakaran seperti ini hampir selalu berulang setiap tahun dan itu tidak bisa kita biarkan,” tegas Toisuta di lokasi kejadian.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut memicu kekhawatiran warga karena lokasinya berada di kawasan terbuka yang berbatasan dengan permukiman.

Toisuta menyatakan Pemerintah Kota Ambon akan mengkaji usulan warga, termasuk kemungkinan membangun sarana pengamanan dan sistem pengawasan di wilayah rawan kebakaran.

Petugas Damkar saat di lokasi. Kejadian. foto spektroom Eva. M

"Ini bukan hanya urusan pemadam kebakaran, tapi soal keselamatan warga dan keberlanjutan lingkungan. Pemerintah desa dan Pemkot akan duduk bersama untuk mencari solusi,” ujarnya.

Api sudah menyala sejak pagi,
sementara itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamat Kota Ambon, A.J. Hehamahua, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan pada pukul 13.55 WIT dan langsung mengerahkan dua unit armada ke lokasi lima menit kemudian.

“Saat kami tiba, api sudah cukup besar. Informasi dari warga menyebutkan kebakaran ini sudah terjadi sejak pagi, saat warga masih beribadah di gereja. Angin kencang membuat api cepat meluas,” kata Hehamahua, Senin (12/1/2026).

Petugas Damkar berupaya dengan memadamkan api di area kosong yang dikenal sebagai Rumah Ema Baru, namun hembusan angin kuat membuat upaya pemadaman sempat terhambat.

Akhirnya, api berhasil dikendalikan, dan hingga Senin pagi tidak ada laporan kebakaran susulan.
“Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Yang jelas, faktor angin sangat memperparah situasi,” tegasnya.

Peringatan dini musim kemarau
Pemerintah Kota Ambon mengingatkan masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar kawasan hutan dan lahan kosong, untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang musim kemarau.

Iya menegaskan, satu puntung rokok atau api kecil di kondisi angin kencang bisa berubah menjadi bencana besar.

“Ini bukan sekadar kebakaran rumput. Ini soal keselamatan, rumah warga, dan masa depan lingkungan kita,” pungkasnya.(EM)

Berita terkait

Kepmen 127 dan 128 Perjelas Aturan Takedown, Komdigi: Kritik Bukan Objek Penindakan

Kepmen 127 dan 128 Perjelas Aturan Takedown, Komdigi: Kritik Bukan Objek Penindakan

Jakarta-Spektroom : Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan Keputusan Menteri (KM) Komunikasi dan Digital Nomor 127 dan 128 Tahun 2026 bukan untuk membatasi kebebasan berekspresi, melainkan pedoman kerja agar penindakan konten disinformasi terukur dan akuntabel. Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Mediodecci Lustarini mengatakan, KM 127 memperjelas batas waktu

Rafles