Trending

Wali Kota Eri Larang SD-SMP Negeri Bebani Orang Tua dengan Iuran Perpisahan

Wali Kota Eri Larang SD-SMP Negeri Bebani Orang Tua dengan Iuran Perpisahan
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melarang iuran perpisahan sekolah yang membebani orang tua siswa. ,(Foto : Diskominfo SBY).

Surabaya-Spektroom : Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan larangan sekolah negeri membebani orang tua murid dengan pungutan untuk kegiatan perpisahan siswa. Kegiatan kelulusan SD dan SMP negeri diminta digelar secara sederhana tanpa iuran yang memberatkan wali murid.

Penegasan tersebut menyusul laporan masyarakat melalui Hotline Lapor Cak Eri terkait dugaan permintaan iuran sebesar Rp300.000 kepada wali murid SDN Manukan Wetan IV. Dana tersebut disebut-sebut untuk kegiatan tasyakuran perpisahan sekaligus pembelian batik bagi guru.

Menindak lanjuti laporan itu, Eri langsung menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, untuk mendatangi sekolah tersebut.

"Saya sudah menginstruksikan Kepala Dispendik Surabaya, Bu Febri, untuk mendatangi SDN Manukan Wetan IV. Ada laporan bahwa orang tua atau wali murid diminta iuran untuk membeli batik bagi guru-guru saat acara perpisahan," kata Eri, Jumat (30/10/2026).

Eri meminta seluruh kepala SD dan SMP negeri tidak menyelenggarakan perpisahan secara berlebihan, terlebih jika kegiatan tersebut berpotensi menambah beban pengeluaran keluarga siswa.

Menurutnya, kelulusan cukup dirayakan melalui tasyakuran sederhana di sekolah, misalnya makan tumpeng bersama tanpa harus meminta sumbangan dari orang tua.

Ia menilai keberhasilan pendidikan tidak diukur dari kemeriahan acara perpisahan, tetapi dari ilmu dan pengalaman yang diperoleh siswa selama belajar.

Selain persoalan pungutan, Eri juga mengingatkan agar perbedaan pendapat antar wali murid tidak berkembang menjadi perundungan maupun intimidasi, termasuk melalui grup WhatsApp sekolah.

Sementara itu, Kepala Dispendik Surabaya Febrina Kusumawati mengatakan telah mendatangi dan menegur Kepala SDN Manukan Wetan IV untuk meluruskan persoalan tersebut.

Ia menegaskan sekolah harus mengutamakan pelayanan kepada peserta didik dan tidak melakukan pungutan yang tidak jelas peruntukan maupun mekanismenya.

"Sudah saya luruskan, sudah saya sampaikan dan saya tegur kepala sekolahnya. Sudah tidak pakai seperti itu. Bagaimana caranya kita benar-benar bisa menjadi pelayan sekolahannya arek-arek Suroboyo," ujar Febrina.

Febrina juga meminta seluruh kepala SD dan SMP negeri memastikan tidak ada urunan atau pungutan tidak transparan, baik untuk kegiatan sekolah maupun pembelian perlengkapan guru.

Ia mengingatkan kepala sekolah agar terbuka terhadap kritik dan pengaduan masyarakat serta aktif memantau komunikasi antara wali kelas dan orang tua murid.

Menurutnya, kejadian di SDN Manukan Wetan IV harus menjadi bahan evaluasi agar pelayanan pendidikan semakin baik, termasuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.

Berita terkait

231 RW di Surabaya Diajak Tanam Cabai, Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga

231 RW di Surabaya Diajak Tanam Cabai, Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga

Surabaya-Spektroom : Pemerintah Kota Surabaya mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah dan ruang terbatas di lingkungan permukiman untuk menanam cabai. Gerakan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dapur secara mandiri sekaligus memperkuat ketahanan pangan mulai dari tingkat keluarga. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan, menanam

Bian Pamungkas
Pendekatan Humanis Warnai Operasi Patuh Candi 2026 di Pati, Pengendara Tertib Dapat Apresiasi

Pendekatan Humanis Warnai Operasi Patuh Candi 2026 di Pati, Pengendara Tertib Dapat Apresiasi

Pati – Spektroom : Upaya meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas tidak selalu dilakukan melalui penindakan. Satlantas Polresta Pati bersama sejumlah stakeholder memilih pendekatan humanis dengan menyapa pengendara, memberikan teguran simpatik hingga membagikan helm berstandar SNI dalam kegiatan Operasi Patuh Candi 2026. Kegiatan berlangsung di Jalan Kolonel Sunandar, tepatnya di depan GOR Pesantenan,

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas
Beberapa Stasiun Televisi Luar Negeri akan Meliput Parade Surabaya Juang 2026

Beberapa Stasiun Televisi Luar Negeri akan Meliput Parade Surabaya Juang 2026

Surabaya-Spektroom : Parade Surabaya Juang 2026 tidak sekadar menghadirkan kembali suasana perjuangan mempertahankan kemerdekaan, tetapi juga menjadi upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat daya tarik wisata sejarah dan budaya. Tahun ini, Pemkot mengangkat kisah Soegiharto, pemain Persebaya era 1930-an yang turut terlibat dalam perjuangan melawan Sekutu. Sekretaris Dinas Kebudayaan,

Bian Pamungkas
Optimalkan Layanan Kesehatan, Bapenda Jember Bersama Puskesmas Jenggawah Evaluasi Capaian Home Care

Optimalkan Layanan Kesehatan, Bapenda Jember Bersama Puskesmas Jenggawah Evaluasi Capaian Home Care

Jember-Spektroom : Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Jember terus memperkuat sinergi lintas sektor guna mendukung optimalisasi pelayanan dasar bagi masyarakat. Bapenda Kabupaten Jember bersama Puskesmas Jenggawah menggelar rapat evaluasi berkala, bertempat di kantor Puskesmas Jenggawah, kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat (30/10/2026). Rapat evaluasi digelar terkait pelaksanaan

Budi Sucahyono, Julianto