Wamenkes: Notifikasi TBC Sumbar 62%, Gubernur Mahyeldi Kebut Eliminasi

Wamenkes: Notifikasi TBC Sumbar 62%, Gubernur Mahyeldi Kebut Eliminasi
Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus (tengah), Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah (Kanan) menabuh gendang saat Kongker PDPI ke 18 di Padang. (Foto: Biro Adpim)

Padang-Spektroom : Wakil Menteri Kesehatan RI Dr. Benjamin Paulus Octavianus menyebut capaian notifikasi kasus TBC di Sumatera Barat masih di kisaran 62 persen dan perlu terus ditingkatkan. Sementara capaian nasional telah naik dari 48 persen pada 2020 menjadi sekitar 80 persen pada 2025.

Hal itu disampaikan Wamenkes saat menghadiri Konferensi Kerja (Kongker) Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) ke-XVIII di The ZHM Premiere Hotel Padang, Jumat (18/9/2026).

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mendorong percepatan eliminasi TBC melalui kolaborasi lintas sektor dan perluasan gerakan Nagari, Desa, dan Kelurahan Siaga TBC.

“Penanggulangan TBC tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan. Kita membutuhkan gerakan bersama seluruh komponen masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, TBC bukan hanya persoalan medis, tetapi juga berkaitan dengan aspek kemanusiaan, sosial, ekonomi, dan pembangunan. Karena itu keterlibatan pemerintah daerah hingga tingkat nagari dan partisipasi masyarakat menjadi kunci.

Pemprov Sumbar telah membentuk tim percepatan penanggulangan TBC, menyusun Rencana Aksi Daerah, serta menerbitkan Pergub Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penanggulangan TBC yang terintegrasi dalam RPJMD.

Mahyeldi mengungkap kesenjangan penemuan kasus masih besar. Estimasi kasus TBC di Sumbar tahun 2026 mencapai 24.525 kasus. Baru 9.330 kasus atau 38 persen yang ditemukan dan diobati, sisanya 15.192 kasus masih harus dicari.

“Kita tidak boleh hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan. Kita harus semakin aktif menemukan kasus di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Upaya yang didorong meliputi penemuan kasus aktif, screening, investigasi kontak, diagnosis cepat, pengobatan tuntas, dan terapi pencegahan TBC.

Per 19 Juli 2026, baru terbentuk 264 desa/kelurahan Siaga TBC dari total 1.287 desa/kelurahan atau 20,5 persen.

“Bagi kita, 20,5 persen belum cukup. Target kita harus jauh lebih besar,” kata Mahyeldi seraya meminta kabupaten/kota memastikan kader aktif mengenali gejala, edukasi, dan mendampingi pasien hingga sembuh.

Berita terkait

Harhubnas 2026 Momentum Evaluasi; Subsidi, Keselamatan dan Konektivitas Transportasi

Harhubnas 2026 Momentum Evaluasi; Subsidi, Keselamatan dan Konektivitas Transportasi

Surakarta – Spektroom: Momentum Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) yang diperingati setiap 17 September menjadi catatan penting untuk mengevaluasi sekaligus mendorong pembenahan kebijakan transportasi nasional. Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menyoroti sejumlah agenda yang perlu mendapat perhatian pemerintah, mulai dari keberlanjutan subsidi

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas