Wamenkes: RS Pendidikan UIN Maliki Bisa Jadi Pusat Penanganan Penyakit Katastropik

Wamenkes: RS Pendidikan UIN Maliki Bisa Jadi Pusat Penanganan Penyakit Katastropik
Wakil Menteri Kesehatan RI, Benyamin Paulus Octavianus bersama Rektor dan Wakil Rektor dan Dekan FIK UIn Maliki .( Foto : Buang )

Batu- Spektroom: Wakil Menteri Kesehatan RI, Benyamin Paulus Octavianus, mendukung penuh rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) Pendidikan milik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Kampus 3 Kota Batu. Bahkan, rumah sakit tersebut dinilai berpotensi menjadi pusat penanganan penyakit katastropik dan rehabilitasi kesehatan di Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Benyamin saat melakukan kunjungan ke lokasi pengembangan Fakultas Kedokteran UIN Maliki, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, kondisi geografis dan kualitas udara di Kota Batu sangat mendukung proses penyembuhan pasien yang membutuhkan perawatan jangka panjang, seperti pasien kanker, pascastroke, hingga penyakit komplikasi lainnya.

“Saya melihat lokasi ini sangat cocok untuk rumah sakit pendidikan. Selain pelayanan dasar, rumah sakit ini harus punya layanan unggulan. Tempat seperti ini sangat ideal untuk penanganan penyakit-penyakit katastropik, rehabilitasi pascastroke, fisioterapi, hingga penanganan kanker,” ujar Benyamin.

Ia menegaskan, setiap rumah sakit sebaiknya memiliki spesialisasi layanan yang berbeda agar mampu saling melengkapi dalam sistem layanan kesehatan daerah.

“Kalau rumah sakit besar seperti Saiful Anwar melayani semuanya, maka rumah sakit pendukung seperti ini harus punya keunggulan khusus. Dan saya melihat tempat ini cocok untuk layanan rehabilitasi dan penyakit yang membutuhkan proses penyembuhan panjang,” katanya.

Wamenkes yang juga mengaku sebagai putra asli Kota Batu itu menilai keberadaan rumah sakit pendidikan menjadi kebutuhan mendesak bagi perguruan tinggi yang telah memiliki Fakultas Kedokteran.

“Sudah ada universitasnya, sudah ada Fakultas Kedokterannya, maka wajarnya punya rumah sakit pendidikan sendiri untuk mendidik dokter-dokter kita,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi capaian Fakultas Kedokteran UIN Maliki yang dinilai memiliki mutu pendidikan sangat baik. Hingga kini, FK UIN Maliki telah meluluskan 173 dokter dengan tingkat kelulusan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) mencapai 100 persen tanpa peserta retaker.

“Artinya mutu pendidikannya bagus. Ini prestasi yang membanggakan,” ujarnya.

Selain membahas pengembangan rumah sakit pendidikan, Benyamin turut memaparkan arah kebijakan kesehatan nasional di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ia menyebut pemerintah saat ini fokus pada dua program prioritas bidang kesehatan, yakni percepatan penanganan stunting dan pemberantasan tuberkulosis (TBC).

“Kalau bangsa ini ingin maju, masyarakatnya harus sehat dan cerdas. Karena itu pemerintah sangat serius menangani stunting dan gizi buruk,” katanya.

Sementara itu, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ilfi Nur Diana, mengatakan pembangunan RS Pendidikan menjadi kebutuhan strategis bagi pengembangan Fakultas Kedokteran UIN Maliki.

Menurutnya, saat ini kampus hanya dapat menerima sekitar 100 mahasiswa baru Fakultas Kedokteran setiap tahun karena keterbatasan kuota koas di rumah sakit mitra.

“Kalau punya rumah sakit pendidikan sendiri, kapasitas mahasiswa bisa lebih besar lagi. Kita ingin memberi akses lebih luas kepada masyarakat untuk menempuh pendidikan dokter,” jelasnya.

Ilfi menambahkan, rumah sakit yang dirancang nantinya tidak hanya berorientasi pada layanan emergensi, tetapi juga mengusung konsep rumah sakit geriatri dan rehabilitasi berbasis healing environment.

“Konsepnya rehabilitasi dan recovery. Jadi pasien bisa menjalani pemulihan dengan suasana alam Kota Batu yang sejuk dan nyaman,” ujarnya.

Untuk tahap awal, UIN Maliki telah menyiapkan lahan seluas 6,5 hektare guna mendukung pembangunan rumah sakit pendidikan tersebut.

Berita terkait

Audiensi dengan Gubernur DIY, BULOG Laporkan Capaian Pengadaan dan Penguatan Ketahanan Pangan

Audiensi dengan Gubernur DIY, BULOG Laporkan Capaian Pengadaan dan Penguatan Ketahanan Pangan

Yogyakarta-Spektroom: Pemimpin Perum BULOG Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, didampingi Wakil Pemimpin Wilayah, Manager Operasi, serta Manager Administrasi dan Keuangan, melaksanakan audiensi dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Kamis (7/5/2026). Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY,

Fatmawaty, Bian Pamungkas