Trending

Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Jailolo Dapat Remisi di Hari Kemerdekaan

Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Jailolo Dapat Remisi di Hari Kemerdekaan
Kepala Lapas Kelas IIB Jailolo HeriantoHerianto (Foto:Humas Lapas)

Jailolo-Spekttoom : Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Jailolo Kabupaten Halmahera Barat memperoleh remisi pada peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 tahun 2026.
Para Warga binaan di Lapas Kelas IIB Jailolo yang memperoleh remisi sebanyak 47 orang, pada pelaksanaan peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI.
Kepala Lapas Kelas IIB Jailolo Herianto kepada Spektroom, Senin (17/8/2026) mengatakan, untuk Lapas Jailolo warga binaan yang memperoleh remisi 47 orang terdiri dari kasus perlindungan anak, Narkotika, Laka Lantas, Korupsi, Pembunuhan, kekerasan seksual dan kesusilaan.
"Kami di HUT Proklamasi Kemerdekaan RI tahun ini ada 47 orang warga binaan yang memperoleh remisi yaitu kasus perlindungan anak 34 orang, Narkotika 7 orang, Laka Lantas 1 orang, Korupsi 2 orang, Pembunuhan 1 orang, Kekerasan seksual 1 orang dan Kasus Kesusilaan 1 orang.
Ia menegaskan bahwa warga binaan yang memperoleh remisi tersebut besarnya bervariasi antara 1 sampai 6 bulan.
"Warga binaan yang memperoleh remisi bervariasi ada 1 bulan sebanyak 8 Orang, 2 bulan 7 Orang, 3 bulan ada 13 orang, 4 bukan 9 orang, 5 bulan ada 7 orang dan 6 bulan 2 orang," ucapnya.
Remisi yang diberikan kepada warga binaan ini kata Herianto, karena dinilai baik sehingga diberikan remisi, juga merupakan hak sekaligus penghargaan negara kepada narapidana dan anak binaan yang telah memenuhi persyaratan serta menunjukkan kesungguhan dalam menaati aturan dan mengikuti program pembinaan.
Diharapkan Remisi dapat dijadikan motivasi untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kesadaran, serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik. Bagi yang memperoleh kebebasan, jadikan momentum ini sebagai awal kehidupan baru dengan kembali kepada keluarga dan masyarakat secara baik, menaati hukum, serta memberikan manfaat bagi lingkungan
Pemberian remisi tersebut, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Nomor PAS-1453.PK.05.03 Tahun 2026 tanggal 17 Agustus 2026.

Berita terkait

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Pekanbaru-Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar pertemuan dan silaturahmi bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia, Jumat (30/10/2026). Pertemuan yang membahas program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) tersebut dipimpin oleh PPIU Manager M4CR Riau, Muhammad Arif Fahrurrozi dan disambut hangat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi di

Salman Nurmin, Rafles
Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Pekanbaru-Spektroom : Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang ramah, tulus, dan penuh kepedulian kepada seluruh pegawai RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, khususnya 92 pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang baru menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan

Salman Nurmin, Rafles
Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Ambon–Spektroom : Predikat Ambon sebagai UNESCO City of Music tidak boleh berhenti sebatas pengakuan dunia dan kemeriahan festival. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, ingin memastikan identitas musik kota ini tetap hidup melalui lahirnya generasi musisi baru dari bangku sekolah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperluas pendidikan musik ke seluruh

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru