Trending

Warga Didorong Pilah dan Olah Sampah Sebelum Dibuang

Warga Didorong Pilah dan Olah Sampah Sebelum Dibuang
Wakil Kepala DLH DKI Jakarta, Purwanti Suryandari, menyampaikan arahan pada pelaksanaan KSBB Lingkungan klaster Persampahan berlangsung di RW 06, Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. (Foto: IIS/Spektroom).

Jakarta - Spektroom: Perubahan cara mengelola sampah dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah, yakni memilah sampah sebelum dibuang. Kebiasaan tersebut menjadi bagian penting dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengurangi timbunan sampah yang berakhir di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Di RW 06, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, upaya itu diperkuat melalui Program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) Lingkungan. Program yang digagas Pemprov DKI Jakarta ini mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan dukungan dunia usaha, mulai dari penyediaan peralatan hingga edukasi pengelolaan sampah.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melibatkan PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) untuk mendukung pengelolaan sampah di wilayah tersebut. Bantuan yang diberikan meliputi 2 gerobak motor listrik, 7 tong komposter berkapasitas 200 liter, serta 1 mesin pengayak kompos dengan kapasitas 100-150 kilogram per jam.

Selain itu, tersedia 145 ember berkapasitas 8 liter, 10 ember berkapasitas 20 liter, 11 tong berkapasitas 60 liter, dan 5 tempat sampah berkapasitas 120 liter. Sarana tersebut diharapkan membantu proses pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan sampah di lingkungan warga.

Ketersediaan peralatan bukan satu-satunya kunci keberhasilan. Perubahan perilaku masyarakat diperlukan agar sampah yang masih bernilai guna tidak langsung dibuang, melainkan dipisahkan dan dimanfaatkan kembali.

Wakil Kepala DLH DKI Jakarta, Purwanti Suryandari menegaskan setiap orang bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan. Karena itu, pemilahan harus dimulai dari rumah tangga dan dilakukan secara konsisten.

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Setiap warga memiliki tanggung jawab untuk memilah sampah sejak awal agar sampah yang masih dapat dimanfaatkan tidak tercampur dengan sampah residu,” ujarnya, Kamis (29/10/2026).

BRI Finance juga memberikan pelatihan pemilahan sampah kepada anak-anak dan remaja. Edukasi sejak dini diharapkan membentuk kebiasaan menjaga lingkungan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Direktur Utama BRI Finance, Ignatius Susatyo Wijoyo mengatakan persoalan sampah membutuhkan keterlibatan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Dukungan sarana diharapkan mempermudah pekerjaan petugas kebersihan sekaligus meningkatkan partisipasi warga.

Lurah Srengseng Sawah, Sunardi mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan mendorong warga semakin aktif memilah serta mengolah sampah secara mandiri.

Keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh banyaknya peralatan yang tersedia, tetapi juga konsistensi warga dalam mengubah kebiasaan. Dari rumah dan lingkungan RW, langkah kecil tersebut diharapkan membantu mengurangi beban sampah Jakarta.

Berita terkait

HUT ke-3 IWOI Sleman, Jurnalis Didorong Sajikan Berita Faktual dan Tangkal Hoaks

HUT ke-3 IWOI Sleman, Jurnalis Didorong Sajikan Berita Faktual dan Tangkal Hoaks

Sleman-Spektroom : Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Sleman mendapat dukungan dari sejumlah unsur pemerintah dan institusi di Kabupaten Sleman. Momentum ini diharapkan memperkuat profesionalisme jurnalis, menjaga kepercayaan publik, serta mendorong penyajian informasi yang faktual dan berimbang. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Rumah

Fatmawaty, Bian Pamungkas