Warga Sepangah Akhirnya Nikmati Air Bersih, Harapan Baru Mengalir ke 250 Rumah

Warga Sepangah Akhirnya Nikmati Air Bersih, Harapan Baru Mengalir ke 250 Rumah
Air mulai mengalir dirumah rumah warga Sepangah Landak . Bupati Landak Karolin tampak membuka keran umum saat peresmian dan berpesan agar di jaga dan dirawat. (Foto: Apolo/Spektroom)

Landak-Spektroom : Setelah bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses air bersih, ratusan keluarga di Desa Sepangah, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, kini dapat menikmati aliran air layak konsumsi langsung ke rumah mereka.

Harapan itu mulai terwujud seiring diresmikannya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) oleh Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, Rabu (10/6/2026).

Infrastruktur yang dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai lebih dari Rp3,6 miliar tersebut akan melayani sekitar 250 sambungan rumah atau kepala keluarga di desa itu.

Bagi warga, kehadiran SPAM bukan sekadar proyek pembangunan. Infrastruktur tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan dasar yang selama ini sulit dipenuhi.

Sebelum sistem ini tersedia, sebagian warga harus menempuh jarak tertentu untuk mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau.

Karolin menegaskan bahwa keberadaan SPAM harus dijaga bersama karena dibangun menggunakan uang negara yang berasal dari rakyat.

Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang merusak jaringan pipa maupun fasilitas pendukung lainnya demi kepentingan pribadi.

“Kalau ada yang merusak atau memotong pipa, tentu akan ada konsekuensi hukum. Ini dibangun untuk kepentingan masyarakat banyak,” kata Karolin saat peresmian.

Selain menjaga jaringan distribusi, Karolin juga menyoroti pentingnya melestarikan kawasan sumber air.

Ia meminta masyarakat tidak membuka ladang maupun menanam kelapa sawit di area hulu dan daerah resapan air yang menjadi sumber utama SPAM.

Menurutnya, kerusakan lingkungan di sekitar sumber mata air dapat mengancam keberlanjutan pasokan air bagi ratusan keluarga yang kini bergantung pada fasilitas tersebut.

“Jangan sampai sumber air ini rusak. Kepentingan 250 kepala keluarga harus menjadi prioritas bersama,” ujarnya.

Kepala Dinas PUPRPERA Kabupaten Landak, Jamelius, menjelaskan bahwa pembangunan SPAM Desa Sepangah mencakup pemasangan pipa sepanjang 5.922 meter, pembangunan reservoir berkapasitas 150 meter kubik, serta bangunan penangkap air baku dengan debit lima liter per detik.

Ia menegaskan bahwa proyek ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi hak masyarakat atas akses air minum yang aman dan berkelanjutan.

Menariknya, sistem operasional SPAM dirancang menggunakan metode gravitasi sehingga tidak memerlukan biaya listrik yang besar.

Dengan demikian, beban operasional dapat ditekan dan pelayanan kepada masyarakat diharapkan berjalan lebih optimal dalam jangka panjang.

Kini, aliran air yang mengalir ke rumah-rumah warga Sepangah tidak hanya membawa manfaat kesehatan dan kemudahan, tetapi juga menghadirkan harapan baru akan kualitas hidup yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Berita terkait

Menteri PU: Sekolah Rakyat Dibangun Berstandar Internasional Bagi Keluarga Prasejahtera

Menteri PU: Sekolah Rakyat Dibangun Berstandar Internasional Bagi Keluarga Prasejahtera

Banyuwangi -  Spektroom - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Jawa Timur 4 yang berada di Kecamatan Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Senin (15/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto dalam menyediakan

Nurana Diah Dhayanti
Anak Anak Panti Asuhan Di Solo, Khawatir Tidak Diterima Di Sekolah Negri Melalui Jalur Afirmasi Pada SPMB 2026

Anak Anak Panti Asuhan Di Solo, Khawatir Tidak Diterima Di Sekolah Negri Melalui Jalur Afirmasi Pada SPMB 2026

Solo - Spektroom : Sejumlah pengelola panti asuhan di Kota Surakarta mengeluhkan kendala administrasi dalam mendaftarkan anak asuh nya melalui jalur afirmasi SPMB 2026. Keluhan ini mencuat seiring adanya persyaratan kepemilikan Kartu Keluarga (KK) Kota Surakarta serta teknis pendaftaran yang dinilai membingungkan. Salah satunya yang dirasakan Panti Asuhan Rumah Berkah dimana

Murni Handayani