Trending

Waspada Tiga Perairan di Maluku Utara Berpotensi Gelombang Tinggi Mencapai 4 Meter

Waspada Tiga Perairan di Maluku Utara Berpotensi Gelombang Tinggi Mencapai 4 Meter
Ilustrasi Gelombang Tinggi (Foto:BMKG)

Ternate-Spektroom : Sejumlah perairan di wilayah Provinsi Maluku Utara diprediksi masih terjadi gelombang tinggi dipicu angin kencang, yang harus diwaspadai akibat pengaruh angin kencang. Dari sejumlah perairan itu tiga perairan tinggi gelombang dapat mencapai 2,5 hingga 4,0 meter, akibat dampak dari siklon tropis Champi.

BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pada sebagian besar perairan di Wilayah Maluku Utara dalam empat hari ke depan mulai tanggal 20 - 23 Oktober 2026.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate melalui Prakirawan Muhamad Dzikir Abdul Fattah dalam releasenya Senin (19/10/2026) mengatakan, wilayah Indonesia Utara ekuator umumnya bertiup dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 4 - 15 knot. Sedangkan Wilayah Selatan Indonesia umumnya bergerak dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 6 - 25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Arafuru Bagian Timur.

"Rata-rata tinggi gelombang di perairan Maluku Utara mencapai 1,25 - 2,5 meter, sedangkan ada tiga perairan mencapai 2,5 - 4,0 meter, " ujar Dzikri. Tinggi gelombang tersebut berpeluang terjadi di Tenggara Morotai, Barat Daya Morotai, Timur Kepulauan Halmahera, Teluk Kao, Perairan Gebe, Halmahera Barat, Ternate, Barat Kayoa, perairan Kepulauan Loloda, dan perairan Utara Taliabu, Barat Laut Morotai. Selain itu perairan Timur Laut Morotai, perairan Kepulauan Loloda tinggi gelombang mencapai 2,5 - 4,0 meter.

Dengan kondisi ini beresiko terhadap keselamatan pelayaran, perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter, kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. Kapal ferry apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter. BMKG juga menghimbau agar tetap waspada potensi peningkatan ketinggian gelombang akibat peningkatan kecepatan angin.

Kepada para nakhoda maupun motoris serta masyarakat pengguna jasa transportasi laut juga nelayan diminta untuk tingkatkan kewaspadaan dalam berlayar, jika kondisi Laut gelombang tinggi jangan memaksakan kehendak untuk berlayar dan menangguhkan keberangkatan demi keselamatan.

Perusahaan Pelayaran juga masyarakat hendaknya selalu memperoleh informasi dari BMKG serta instansi berwenang tentang kondisi cuaca dan tinggi gelombang.

Berita terkait

Kemenag Sawahlunto Matangkan Persiapan Hari Santri Nasional 2026

Kemenag Sawahlunto Matangkan Persiapan Hari Santri Nasional 2026

Sawahlunto–Spektroom: Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto mematangkan persiapan pelaksanaan upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Seluruh peserta diingatkan untuk menjaga kedisiplinan, mematuhi ketentuan pakaian, serta hadir tepat waktu. Arahan tersebut disampaikan Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Sawahlunto, Zulfahmi, S.Sos.I., M.

Riswan Idris, Rafles
Pemko Sawahlunto Jajaki Kerja Sama Peningkatan Kompetensi ASN Bersama ITB HAS Bukittinggi

Pemko Sawahlunto Jajaki Kerja Sama Peningkatan Kompetensi ASN Bersama ITB HAS Bukittinggi

Sawahlunto-Spektroom: Pemerintah Kota Sawahlunto membuka peluang kerja sama peningkatan kompetensi akademis bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama Institut Teknologi dan Bisnis Haji Agus Salim (ITB HAS) Bukittinggi. Pembahasan kerja sama tersebut mengemuka dalam audiensi pimpinan ITB HAS Bukittinggi dengan Pemerintah Kota Sawahlunto, Selasa (20/10/2026) di Kota Sawahlunto.

Riswan Idris, Rafles
Tidak Terpantau Adanya Titik Api, Wagub Sumbar Minta Mitigasi Kabut Asap Diperkuat

Tidak Terpantau Adanya Titik Api, Wagub Sumbar Minta Mitigasi Kabut Asap Diperkuat

Padang Pariaman-Spektroom : Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy meminta langkah mitigasi kabut asap diperkuat melalui pemantauan kualitas udara, pencegahan kebakaran lahan, serta antisipasi dampak kesehatan secara terukur. Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi Stasiun Meteorologi Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (19/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Vasko membahas

Rafles