BULOG Jateng Dapat Tambahan Kuota SPHP Jagung 15.551 Ton
Semarang-Spektroom : Peternak di Jawa Tengah diharapkan bisa mendapatkan bahan baku pakan dengan harga lebih terjangkau menyusul tambahan kuota penyaluran jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 15.551,8 ton.
Tambahan kuota ini diberikan Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada Perum BULOG Kantor Wilayah Jawa Tengah untuk membantu menekan harga jagung pakan yang di sejumlah daerah mencapai Rp8.000 per kilogram.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Jawa Tengah, Sri Muniati, Selasa, (20/10/2026), mengatakan tambahan penugasan tersebut diharapkan dapat meringankan beban biaya produksi peternak sekaligus menjaga ketersediaan jagung sebagai bahan baku pakan.
Penyaluran perdana dari tambahan kuota itu telah dimulai pada 19 Oktober 2026 dengan volume 18 ton.
“Melalui program SPHP ini, jagung disalurkan dengan harga tebus di gudang BULOG sebesar Rp5.000 per kilogram dan harga jual maksimal di tingkat peternak sebesar Rp5.500 per kilogram,” ujar Sri Muniati.
Dengan harga tersebut, jagung SPHP diharapkan menjadi alternatif bagi peternak di tengah tingginya harga di pasaran. Ketersediaan bahan baku dengan harga lebih terkendali juga diharapkan membantu peternak menjaga keberlangsungan usaha dan menekan biaya produksi.
Sebelum memperoleh tambahan kuota, BULOG Kanwil Jawa Tengah telah mendapat target penyaluran jagung SPHP sebanyak 38.913,85 ton. Hingga data akumulasi terbaru, realisasi penyaluran mencapai 35.172,1 ton atau 90,38 persen dari target awal.
Sri Muniati mengatakan, tambahan kuota tersebut akan diikuti dengan percepatan distribusi ke berbagai sentra peternakan di Jawa Tengah agar manfaat program dapat segera dirasakan oleh para peternak.
“Dengan tambahan kuota ini, kami berkomitmen mempercepat distribusi ke berbagai sentra peternakan di Jawa Tengah agar manfaat program dapat dirasakan langsung oleh para peternak,” jelasnya.
BULOG Kanwil Jawa Tengah juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan asosiasi peternak untuk memastikan penyaluran berjalan efektif dan tepat sasaran.
Melalui langkah tersebut, BULOG berharap pasokan jagung pakan semakin terjaga dan tekanan harga di tingkat peternak dapat dikendalikan. Kelancaran distribusi menjadi salah satu faktor penting agar tambahan kuota tidak hanya terserap, tetapi juga benar-benar membantu peternak memperoleh bahan baku dengan harga sesuai ketentuan program.