Trending

Dikhawatirkan Mengancam Pengguna Jalan, BPBD Agam Tebang Tiga Pohon Rawan Tumbang

Dikhawatirkan Mengancam Pengguna Jalan, BPBD Agam Tebang Tiga Pohon Rawan Tumbang
BPBD Agam tebang tiga batang pohon yang berpotensi tumbang di Jorong II Balai Ahad, Lubuk Basung. (Foto: BPBD Agam)

Agam-Spektroom : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam tebang tiga batang pohon yang berpotensi tumbang di Jorong II Balai Ahad, Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Senin (19/10) sore. Penebangan dilakukan setelah kondisi pohon semakin condong ke badan jalan, sementara tanah penahan akarnya telah mengalami longsor.

Penanganan dimulai sekitar pukul 15.00 WIB setelah BPBD Agam menerima laporan dari perangkat jorong, Kelompok Siaga Bencana (KSB), serta masyarakat setempat terkait keberadaan pohon yang berpotensi tumbang dan membahayakan pengguna jalan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) BPBD Agam, Abdul Ghafur, S.T., bersama Satuan Tugas Tim Reaksi Cepat (Satgas TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) langsung turun ke lokasi untuk melakukan penebangan.

Sebanyak tiga batang pohon ditebang dalam kegiatan tersebut. Proses pengerjaan berlangsung kurang lebih satu setengah jam sebagai langkah antisipasi untuk mencegah pohon tumbang secara tiba-tiba dan menimbulkan korban jiwa.

Kondisi pohon yang rawan tumbang dan mengancam pengguna jalan, sebelum ditebang. (Foto: BPBD Agam)

Kondisi pohon yang semakin miring, ditambah tanah di sekitar akar yang telah longsor, menjadi alasan utama dilakukannya penebangan. Jika tidak segera ditangani, pohon tersebut berisiko tumbang ke badan jalan dan mengancam keselamatan pengendara maupun pejalan kaki yang melintas.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, S.T., menegaskan bahwa penanganan tersebut merupakan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat pohon tumbang.

“Penebangan ini kami lakukan sebagai langkah antisipasi karena posisi pohon sudah terlalu condong ke jalan dan tanah penahan akarnya telah longsor. Jika dibiarkan, pohon tersebut berpotensi tumbang dan membahayakan pengendara maupun pejalan kaki yang melintas,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan pohon yang rawan tumbang atau kondisi lingkungan lain yang berpotensi membahayakan keselamatan, terutama di lokasi dengan kondisi tanah yang tidak stabil.

Berita terkait

Trend Kampus Inklusif: Dari Asesmen Modalitas Hingga Peluang Riset Berdampak

Trend Kampus Inklusif: Dari Asesmen Modalitas Hingga Peluang Riset Berdampak

Jakarta - Spektroom : Isu inklusivitas di perguruan tinggi Indonesia kini memasuki babak baru. Pendidikan inklusif tidak lagi hanya dipandang sebagai pemenuhan hak dasar atau bentuk empati moral, melainkan sebagai investasi strategis negara untuk melahirkan talenta unggul sekaligus pemantik kemajuan sains dan teknologi nasional. Perspektif tersebut mengemuka pada Kegiatan Sarasehan dan Sosialisasi

Anggoro AP
Perkuat Kesiapsiagaan Gempa di Rembang, BMKG Gelar Sekolah Lapang di Lasem

Perkuat Kesiapsiagaan Gempa di Rembang, BMKG Gelar Sekolah Lapang di Lasem

Rembang_Spektroom: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi di Pendapa Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiap siagaan masyarakat dalam menghadapi potensi gempa bumi. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 55 peserta dari berbagai unsur, meliputi pemerintah daerah, pemerintah

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas