Pelajar Disiapkan Jadi Pemilih Kritis dan Penjaga Demokrasi pada Pemilu 2029
Surakarta – Spektroom: Pelajar memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas demokrasi Indonesia di masa depan. Karena itu, penanaman nilai demokrasi sejak bangku sekolah menjadi penting agar generasi muda mampu menggunakan hak pilih secara cerdas, bersikap kritis terhadap informasi, serta bertanggung jawab saat berpartisipasi dalam Pemilu 2029.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, saat menjadi keynote speaker dalam edukasi “Kelas Demokrasi Goes To School” di SMP Negeri 11 Surakarta, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, pendidikan demokrasi tidak cukup hanya melalui pengenalan konsep politik, tetapi perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah menjadi ruang awal bagi pelajar untuk belajar menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan, dan mengambil keputusan bersama.
“Praktik demokrasi itu sangat dekat dengan kehidupan kalian. Mulai dari proses pemilihan ketua kelas hingga pemilihan ketua OSIS, semuanya adalah bentuk nyata bagaimana kita belajar berdemokrasi, menghargai perbedaan pendapat, dan menggunakan hak suara secara bijak,” ujarnya di hadapan para siswa.
Ia menegaskan, pengalaman berdemokrasi di lingkungan sekolah dapat menjadi bekal bagi pelajar untuk memahami hak dan tanggung jawab sebagai warga negara. Dengan demikian, ketika tiba waktunya menggunakan hak pilih, mereka diharapkan mampu menentukan pilihan secara rasional dan tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.
Penguatan literasi demokrasi dalam kegiatan tersebut juga didukung oleh kehadiran Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surakarta serta perwakilan DPRD Kota Surakarta, Yudha Sindhu Riyanto, yang memberikan wawasan mengenai sistem pemerintahan daerah.

Sementara itu, perwakilan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) membekali para siswa dengan literasi digital, terutama kemampuan memilah informasi dan mengenali hoaks. Bekal ini dinilai penting agar generasi muda dapat bersikap kritis di tengah derasnya arus informasi digital.
Menutup sesi edukasi, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa demokrasi harus berorientasi pada kepentingan rakyat serta dijalankan secara terbuka dan berintegritas.
“Demokrasi itu harus berasal dari rakyat, untuk rakyat, dan kembali kepada rakyat. Dengan memahaminya sejak di bangku sekolah, kita sedang mempersiapkan generasi yang akan menjaga agar proses demokrasi bangsa kita ke depan terus berjalan secara terbuka, penuh kejujuran, dan berintegritas tinggi,” pungkasnya.