Yayasan Bina Tani Sejahtera Bidik Lahan Pertanian Holtikultura di Kampung Waiyomar Dusun Seri Ambon.

Yayasan Bina Tani Sejahtera Bidik Lahan Pertanian Holtikultura di Kampung Waiyomar Dusun Seri Ambon.
Petugas Penyuluh Swadaya Pertanian Yayasan Bina Tani Sejahtera survei lahan pertanian petani Kampung Waiyomar Dusun Seri Kota Ambon. Foto: Spektroom/ Yan.L.

Amgin-Spektroom: Usaha budidaya tanam holtikultura maupun komuditi lainnya seperti padi gogo yang giat dilakukan petani di kampung Waiyoma Dusun Seri, Desa Urimesing Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon ternyata dilirik banyak pihak .

Selain Kementrian Pertanian Maluku maupun Balai Lahan Irigasi Pertanian Mataram NTB kemarin selasa (07/04/2026) , hari ini rabu (08/04/2026) kembali didatangi pihak Yayasan Bina tani Sejahtera Kota Ambon untuk menyaksikan secara langsung proses budidaya tanaman holtikultura di bukit Waiyomar Dusun Seri ini.

Yayasan penyuplai bibit bermerek Panah Merah ini, berkantor pusat di Jakarta, bergerak dalam bidang pertanian meningkatkan kesejahteraan petani kecil di Indonesia. Selain untuk memperkenalkan bibit bermerek Panah Merah kepada petani juga untuk mau belajar bersama dalam proses pendampingan.

Seiring dengan Hasil produksi komuditi tanaman Holtikultura petani Waiyomar, seperti cabe,salderi tomat, terong, dan lainnya yang menjadi pemasok pada pasar Mardika maupun swalayan di Kota Ambon, menggugah petugas Penyuluh Swadaya Pertanian Yayasan Bina Tani Sejahtera Zaima Sakia untuk gabung jurus dalam peningkatan hasil produksi petani secara maximal maupun peningkatan ekonomi petani.

Zaima Saskia saat meninjau lahan pertanian petani di Dusun Waiyomar Seri, tertarik dengan keberadaan petani setempat yang secara mandiri mengelolah lahan pertanian di wilayahnya.

Penyuluh Swadaya Pertanian Yayasan Bina Tani Sejahtera kunjungi kebun Cabe di kampung Waiyomar Seri Ambon. Foto: Spektroom/ Yan.L

Kami tertarik dengan semangat para petani di sini dalam membudidayakan tanaman holtikultura, apalagi lahan yang potensial tuturnya. Menurut Sakia lahan pertanian Kampung Waiyomar sangat menjanjikan dan sangat prospektif, jika dikembangkan secara profesional dipastikan ikut meningkatkan kesejahteraan petani setempat .

Setelah mengukur Potensial Hidrogen (PH) tanah atau Power of Hydrogen, lahan pertanian Waiyomar memiliki
Nilai Ideal: PH tanah netral hingga sedikit asam, berkisar antara 6,5 hingga 7,5. tuturnya.
PH tanah lahan pertanin di Kampung Waiyomar berkisar 7, 2 dinilai sangat normal sesuai standar.

Menurutnya, potensi yang dimiliki petani Waiyomar baik dari segi SDM maupun SDA lanjut Saskia, sangat memotivasi dirinya untuk belajar bersama dalam program pendampingan. Kami siap mendampingi para petani, belajar bersama tentang tanaman holtikkltura, mulai dari teknik budidaya, pemupukan hingga masalah pencegahan dan pemberantasan hama penyakit tegasnya.

Dialog Petugas Penyuluh Swadaya Pertanian dengan petani saledri Bapa Lepy Liptay. Foto: Spektroom/ Yan.L

Sementara petani Saledri Kampung Waiyomar Lepy Liptiay menyambut gembira kehadiran Petugas Penyuluh Swadaya Yayasan penyalur bibit bermerek Panah Merah ini, untuk menjadi mitra dalam pembudidayaan tanaman saledri yang dilakukan dalam peningkatan ekonomi keluarganya, disamping komuditi cabe rawit, bunga col dan tomat, tutur bapak 4 anak ini .
Seperti diketahui,
Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS) berkedudukan di Jakarta, adalah lembaga nirlaba yang didirikan pada tahun 2009 atas inisiatif PT East West Seed Indonesia (EWINDO) untuk meningkatkan kesejahteraan petani skala kecil di Indonesia, berfokus pada pendampingan teknis, pelatihan budidaya, pemberdayaan perempuan tani, dan transfer pengetahuan untuk meningkatkan hasil panen dan pendapatan petani.

Tujuan Utama: Meningkatkan pendapatan dan taraf hidup petani skala kecil melalui praktik pertanian yang lebih baik.(Yan.L)

Berita terkait

Seabad Jam Gadang, Bukittinggi Bangkit Menuntut Keadilan Sejarah

Seabad Jam Gadang, Bukittinggi Bangkit Menuntut Keadilan Sejarah

Bukittinggi-Spektroom : Suasana penuh haru dan semangat kebangsaan mewarnai Seminar Nasional “Bukittinggi Kota Perjuangan” yang digelar di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Kamis (18/6/2026) pagi. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional, sejarawan, budayawan, serta pemangku kepentingan yang memiliki perhatian besar terhadap

Wiza Andrita, Rafles
Wali Kota Sawahlunto Jelaskan SILPA Rp49 Miliar, Efisiensi Anggaran Jadi Faktor Utama

Wali Kota Sawahlunto Jelaskan SILPA Rp49 Miliar, Efisiensi Anggaran Jadi Faktor Utama

Sawahlunto–Spketroom : Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menegaskan bahwa besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 yang mencapai Rp49,06 miliar bukan disebabkan oleh gagalnya pelaksanaan program pemerintah, melainkan dampak dari kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. Penjelasan tersebut

Riswan Idris, Rafles