18 Lulusan Perguruan Tinggi Pontianak Bergabung dalam MagangHub di RRI

18 Lulusan Perguruan Tinggi Pontianak Bergabung dalam MagangHub di RRI
Kepala Stasiun LPP RRI Pontianak Budi Suwarno diabadikan usai menerima peserta maganghub di RRI Pontianak selama 6 bulan. Foto: Apolo/ Spektroom.

Pontianak - Spektroom: Sebanyak 18 lulusan baru dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Pontianak mulai menjalani Program Pemagangan Nasional atau MagangHub Angkatan II Tahun 2026 di LPP RRI Pontianak.

Program pemagangan tersebut dimulai Senin (21/09/2026), ditandai dengan pembukaan yang berlangsung di Ruang Astuti Lantai 1 RRI Pontianak sekitar pukul 09.00 WIB.

Kepala LPP RRI Pontianak, Budi Suwarno, membuka langsung kegiatan yang sekaligus menandai dimulainya masa pemagangan selama enam bulan.

Para peserta merupakan lulusan dari Universitas Tanjungpura, Universitas Muhammadiyah Pontianak, IAIN Pontianak, dan Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pontianak.

Mereka ditempatkan pada sejumlah bidang sesuai latar belakang pendidikan dan kebutuhan kerja di RRI Pontianak.

Di antaranya Pranata Siaran Ahli Pertama, Pranata Keuangan APBN, Pengelola Data Kepegawaian, Pranata Laksana Barang, Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Pertama, Arsiparis Ahli Pertama, Pranata Siaran Ahli Pertama bidang Konten Media Baru dan Reporter, serta Teknisi Siaran Ahli Pertama.

Dalam pembukaan tersebut, Budi Suwarno berharap kehadiran peserta MagangHub tidak hanya menjadi sarana belajar dan memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan serta inovasi baru bagi RRI Pontianak.

Menurutnya, peserta akan mendapatkan pendampingan dari mentor sesuai bidang penempatan masing-masing selama mengikuti program.

Hari pertama pemagangan diisi dengan pengenalan lingkungan kerja, pemahaman terhadap tugas dan bidang penempatan, serta penandatanganan dokumen pemagangan.

Salah seorang peserta, Rico Ferdinand, mengaku program tersebut menjadi kesempatan untuk menambah pengalaman sekaligus mengenal lebih dekat dunia kerja di lembaga penyiaran publik.

Rico ditempatkan sebagai Pranata Siaran Ahli Pertama bidang Reporter di RRI Pontianak.

“Saya ingin menambah pengalaman bekerja serta mengetahui lingkungan kerja di lembaga penyiaran publik seperti RRI Pontianak.

Harapannya tentu bisa memberikan kontribusi positif selama magang dan memperdalam pengetahuan bekerja di bidang penyiaran,” kata Rico.

Selama menjalani pemagangan, Rico juga berharap dapat meningkatkan kemampuan komunikasi secara baik dan profesional.

Ia mengaku mendapat kesan positif dari lingkungan kerja di RRI Pontianak.

Menurutnya, para senior dan rekan kerja memberikan dukungan serta membangun suasana kerja yang saling menghargai.

Program Pemagangan Nasional MagangHub merupakan program Kementerian Ketenaga kerjaan yang memberikan kesempatan kepada lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus mengembangkan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja secara profesional.

Melalui program tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memahami teori yang diperoleh selama kuliah, tetapi juga mampu menerapkannya dalam lingkungan kerja nyata selama enam bulan pemagangan.

Berita terkait

Camat dan Lurah Diminta Responsif, Respati Soroti Percepatan Pencairan DPK

Camat dan Lurah Diminta Responsif, Respati Soroti Percepatan Pencairan DPK

Surakarta – Spektroom: Wali Kota Surakarta Respati Ardi menegaskan camat dan lurah merupakan ujung tombak Pemerintah Kota Surakarta yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, komunikasi, koordinasi, dan kecepatan dalam menyelesaikan persoalan menjadi bagian penting dalam pelayanan pemerintahan. Hal tersebut disampaikan Respati dalam Rapat Koordinasi Camat dan Lurah se-Kota Surakarta di

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas
Atasi Penyakit Sosial, Bodewin :  Pemkot Tak Bisa Bekerja Sendiri

Atasi Penyakit Sosial, Bodewin : Pemkot Tak Bisa Bekerja Sendiri

Ambon -Spektroom : Pemerintah Kota Ambon mengakui penanganan berbagai penyakit sosial masyarakat tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Persoalan tersebut dinilai berkaitan erat dengan perilaku, lingkungan keluarga, serta keterlibatan masyarakat dalam melakukan pengawasan. Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menyampaikan hal itu kepada wartawan di depan Balai Kota Ambon, Senin (21/

Eva Moenandar, Bian Pamungkas