24 Grup Ikuti Lomba Pidato Adat Minangkabau di Tanah Datar, Wabup Ahmad Fadly Soroti Diplomasi Budaya

24 Grup Ikuti Lomba Pidato Adat Minangkabau di Tanah Datar, Wabup Ahmad Fadly Soroti Diplomasi Budaya
24 Grup Ikuti Lomba Pidato Adat Minangkabau di Tanah Datar, Wabup Ahmad Fadly Soroti Diplomasi Budaya (Foto: Kominfo TD)

Batusangkar-Spektroom : Sebanyak 24 grup dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, mengikuti lomba pidato adat alua pasambahan yang digelar Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Tanah Datar.

Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly membuka kegiatan tersebut di Balai Adat Tantejo Gurhano, Batusangkar, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkuat regenerasi sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi lisan Minangkabau di tengah perubahan zaman.

Ahmad Fadly mengatakan pidato adat atau alua pasambahan tidak sekadar seni bertutur. Tradisi tersebut, menurut dia, merupakan bagian penting dari sistem sosial, norma, etika, dan tata krama masyarakat Minangkabau.

“Pidato adat atau alua pasambahan memiliki peran sangat krusial dalam kebudayaan Minangkabau. Bukan sekadar penyampaian kata-kata, namun bagian dari sistem kemasyarakatan, norma dan tata krama suku,” ujar Ahmad Fadly.

Karena itu, ia mengapresiasi LKAAM Kabupaten Tanah Datar yang memberi ruang kepada generasi muda untuk mempelajari sekaligus mempraktikkan tradisi tersebut melalui sebuah kompetisi.

Menurut Ahmad Fadly, alua pasambahan juga mengandung nilai komunikasi yang relevan dalam kehidupan sosial. Bahasa yang digunakan sarat dengan ungkapan, kiasan, dan perumpamaan yang mengajarkan seseorang menyampaikan pesan secara santun.

“Alua pasambahan mengajarkan bagaimana etika berkomunikasi dengan lawan bicara, yang dilatih dengan rasa saling menghormati menggunakan tutur bahasa yang halus, kiasan atau bahasa perumpamaan, sehingga tidak menyinggung perasaan pihak lain,” katanya.

Bagi pemerintah daerah, lomba tersebut tidak semata-mata menjadi ajang mencari pemenang. Lebih jauh, kegiatan itu dipandang sebagai bagian dari proses pewarisan pengetahuan budaya kepada generasi muda.

Ahmad Fadly meminta dewan juri menjalankan penilaian secara objektif dan adil. Ia berharap kompetisi tersebut benar-benar menghasilkan generasi muda yang memiliki kemampuan terbaik dalam menyampaikan pidato adat.

Peserta lomba tahun ini berusia 16 hingga 21 tahun. Jumlah peserta meningkat cukup signifikan dibanding penyelenggaraan sebelumnya.

Ketua LKAAM Kabupaten Tanah Datar Aresno Dt. Andomo mengatakan lomba pidato adat 2026 merupakan penyelenggaraan untuk kedua kalinya.

Pada pelaksanaan sebelumnya, kegiatan tersebut hanya diikuti enam grup. Tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 24 grup yang mewakili kecamatan di Kabupaten Tanah Datar.

“Untuk pelaksanaan sebelumnya hanya diikuti enam grup. Alhamdulillah tahun ini meningkat menjadi 24 grup dengan rentang usia 16 sampai 21 tahun,” ujar Aresno.

Menurut dia, peningkatan jumlah peserta menunjukkan antusiasme generasi muda terhadap tradisi pidato adat masih cukup kuat.

Para pemenang lomba nantinya akan menerima penghargaan pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Tanah Datar.

Dalam kegiatan yang sama, LKAAM Kabupaten Tanah Datar juga meluncurkan buku memoar yang ditulis Mustafa Akmal Dt. Sidi Ali.

Buku tersebut merekam perjalanan kehidupan Mustafa Akmal dalam berbagai bidang profesi dan aktivitas, mulai dari wartawan, pegawai negeri sipil, dosen, aktivis, advokat hingga keterlibatannya sebagai pengurus LKAAM Kabupaten Tanah Datar.

Wakil Bupati Ahmad Fadly turut memberikan apresiasi atas peluncuran memoar tersebut.

“Selamat kepada Bapak Mustafa Akmal Dt. Sidi Ali yang telah menyelesaikan penulisan bukunya. Semoga mampu menjadi inspirasi bagi kita semua,” kata Ahmad Fadly.

Namun, tantangan pelestarian tradisi tidak berhenti pada penyelenggaraan lomba. Regenerasi membutuhkan proses yang lebih panjang, termasuk memastikan kemampuan berbahasa adat, pemahaman terhadap struktur pasambahan, serta konteks sosial dan filosofi yang melatarbelakanginya tetap dipahami generasi berikutnya.

Dalam konteks itu, lomba pidato adat dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk mempertemukan generasi muda dengan pengetahuan adat Minangkabau.

Nilai yang terkandung di dalam alua pasambahan juga tidak hanya berada pada kemampuan menghafal rangkaian kata. Ada etika berbicara, penghormatan terhadap lawan bicara, kemampuan membaca situasi, serta kecakapan menyampaikan maksud tanpa menghilangkan martabat pihak lain.(Ris1)

Berita terkait

Kukuhkan Kader Pancasila, Wabup Sleman: Pengamalan Pancasila Harus Nyata

Kukuhkan Kader Pancasila, Wabup Sleman: Pengamalan Pancasila Harus Nyata

Sleman-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Workshop sekaligus Pengukuhan Kader Pancasila di Ayem Ayem Coffee, Rabu (12/8/2026). Sebanyak 50 peserta yang terdiri atas unsur pemerintah kalurahan, lembaga, dan tokoh masyarakat dari tiga kalurahan, yakni Sendangsari, Trimulyo, dan Bokoharjo, dikukuhkan sebagai Kader Pancasila.

Fatmawaty, Bian Pamungkas