305 ASN Tanjungpinang Terima Satyalancana, Lis: Pengabdian Bukan Sekadar Masa Kerja
Tanjungpinang- Spektroom - Sebanyak 305 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya dari pemerintah. Penghargaan tersebut diserahkan Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Selasa (11/8/2026).
Penghargaan diberikan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 117/TK/Tahun 2025. Rinciannya, 151 ASN menerima penghargaan atas pengabdian selama 10 tahun, 141 ASN untuk masa pengabdian 20 tahun, dan 13 ASN untuk masa pengabdian 30 tahun.
Dalam sambutannya, Lis mengatakan Satyalancana Karya Satya tidak semata-mata menjadi penghargaan atas lamanya seorang ASN bekerja. Menurut dia, ukuran pengabdian yang sesungguhnya adalah manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
“Jangan ukur keberhasilan pengabdian hanya dari berapa lama kita berdiri di dalam pemerintahan. Ukurlah dari berapa banyak kebaikan yang kita tinggalkan setelah selesai kita mengabdi,” kata Lis.
Ia mengatakan penghargaan tersebut juga merefleksikan perjalanan panjang ASN dalam menjalankan tugas, termasuk pengorbanan keluarga dan tanggung jawab yang diemban dalam berbagai situasi.
Menurut Lis, jabatan dan masa kerja memiliki batas. Sebaliknya, karya dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat dapat terus dikenang.
“Jabatan akan berakhir, pangkat akan berhenti, masa kerja akan selesai. Tetapi kebaikan dan karya yang kita tinggalkan akan terus dikenang,” ujarnya..

Jangan Kehilangan Hati
Lis juga mengingatkan ASN agar perkembangan teknologi dan digitalisasi birokrasi tidak menghilangkan nilai kemanusiaan dalam pelayanan publik.
Ia menilai pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), harus berjalan beriringan dengan kejujuran, tanggung jawab, disiplin, integritas, dan kepedulian terhadap masyarakat.
“ASN boleh menggunakan AI, pelayanan boleh semakin digital, birokrasi semakin modern, tetapi jangan sampai teknologi membuat kita kehilangan hati,” kata Lis.
Menurut dia, masyarakat membutuhkan pemerintah yang profesional dan pelayanan yang cepat. Namun, masyarakat juga membutuhkan aparatur yang ramah, peduli, serta mampu memahami persoalan yang dihadapi warga.
“Pemerintahan bukan hanya tentang administrasi, tetapi tentang manusia dan kehidupan masyarakat yang harus kita layani,” ujarnya.
Lis berharap ASN yang telah mengabdi dalam waktu panjang dapat menjadikan pengalaman sebagai modal untuk membimbing sekaligus menjadi teladan bagi ASN generasi berikutnya.
Ia juga mengajak penerima penghargaan melakukan refleksi terhadap perjalanan pengabdian, bukan hanya berdasarkan jabatan atau lamanya bekerja, tetapi berdasarkan perubahan dan manfaat yang telah diberikan kepada masyarakat.
“Nilai tertinggi dari Satyalancana Karya Satya bukan hanya ketika lencana tersemat di dada, tetapi ketika seorang ASN tetap dikenang masyarakat karena pernah membantu, bekerja dengan jujur dan memberikan pelayanan dengan tulus,” tutur Lis.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza serta jajaran kepala perangkat daerah Pemerintah Kota Tanjungpinang.