Ade Firmansyah Ajak Pemuda Tapos Aktif Dalam Pembangunan Lewat Ide Kreatif
Depok-Sppektroom: Generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan Kota Depok.
Anak muda perlu hadir membawa gagasan, kepedulian, dan aksi nyata yang memberi manfaat bagi lingkungan serta masyarakat.
Pesan itu disampaikan Anggota DPRD Kota Depok, Ade Firmansyah, saat menghadiri Meet & Greet Pemuda Tapos dalam rangkaian Workshop Ecoprint Kholid Academy bertajuk “Green Generation: Dari Kesadaran Lingkungan Menuju Aksi Kreatif” yang berlangsung di Artefak Pabrik Kreatif, Tapos, Kota Depok, Minggu (25/10/2026).
Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengajak generasi muda, khususnya di Kecamatan Tapos, untuk lebih aktif mengambil bagian dalam pembangunan.
Menurut Ade, kontribusi pemuda tidak harus dimulai dari langkah besar, tetapi bisa tumbuh melalui kegiatan sosial, kepedulian terhadap lingkungan, pengembangan kreativitas, hingga keberanian menyampaikan aspirasi masyarakat.
“Anak muda jangan hanya menjadi penonton pembangunan. Kita harus berani mengambil bagian, menyampaikan gagasan, dan melakukan aksi nyata untuk lingkungan serta masyarakat di sekitar kita,” ujar Ade.
Ia menilai, pembangunan daerah tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Partisipasi masyarakat, terutama generasi muda yang memiliki energi dan kreativitas, dibutuhkan untuk menghadirkan perubahan di lingkungan masing-masing.
Karena itu, Ade mendorong agar ruang-ruang pertemuan dan kegiatan kepemudaan dapat dimanfaatkan sebagai wadah bertukar pikiran, mengembangkan potensi, sekaligus membangun kolaborasi yang berdampak positif.
“Peran pemuda bisa dimulai dari hal sederhana di sekitar kita. Yang terpenting, ada kepedulian, kemauan untuk terlibat, dan keberanian untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat,” katanya.
Dalam workshop tersebut, peserta diajak mengenal ecoprint, teknik membuat motif pada kain dengan memanfaatkan bentuk dan pigmen alami dari tumbuhan.
“Melalui teknik tersebut, unsur-unsur alam dapat diolah menjadi karya kreatif yang memiliki nilai estetika. Kegiatan ini sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan dan melihat potensi kreativitas yang dapat tumbuh dari lingkungan sekitar,” kata Ade.
Ia menambahkan, kegiatan kepemudaan seperti ini memiliki arti lebih dari sekadar tempat berkumpul. Pertemuan tersebut dapat menjadi titik awal bagi anak muda untuk saling mengenal, bertukar gagasan, dan membangun kesadaran bahwa mereka mempunyai peran dalam kehidupan sosial.
“Karena pembangunan kota bukan hanya tentang perubahan fisik atau program pemerintah. Di dalamnya juga ada kepedulian warga, kreativitas anak muda, serta kemauan untuk bersama-sama memperbaiki lingkungan dan kehidupan masyarakat,” tandasnya.