Ahli Konservasi Universitas Indonesia Jatna Suprijatna Raih Sarwono Award 2026

Ahli Konservasi Universitas Indonesia Jatna Suprijatna Raih Sarwono Award 2026
Dari kiri nomor 3, Jatna Suprijatna, Kepada BRIN Arif Satria dan Gono Semiadi (Foto Spektroom, AA)

Jakarta - Spektroom : Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia, menyelenggarakan Penganugerahan Talenta Unggul Sarwono Award. Jatna Suprijatna, Profesor Biologi Konservasi Universitas Indonesia meraih Sarwono Award 2026. Sedangkan Orasi Ilmiah Sarwono Prawirohardjo Memorial Lecture Tahun 2026 disampaikan Gono Semiadi, peneliti BRIN yang selama 4 dekade menekuni penelitian satwa liar dan konservasi keanekaragaman hayati.

Sarwono Award merupakan penghargaan a lifetime achievement yang diberikan kepada individu yang memiliki prestasi dan kontribusi luar biasa melalui penelitian, pengembangan, dan/atau penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bersifat kontinu, serta memiliki kepakaran dalam 1 bidang yang digeluti secara terus menerus. Tahun ini, Sarwono Award mengambil tema di bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM).

Sarwono Prawirohardjo Memorial Lecture merupakan orasi ilmiah yang disampaikan oleh individu, tokoh, ilmuwan, dan/atau pakar yang telah banyak memberikan inspirasi dan pemikirannya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sarwono Prawirohardjo Memorial Lecture 2026 difokuskan pada ilmu konservasi keanekaragaman hayati.

Kepala BRIN, Arif Satria mengungkapkan BRIN bekerja sama dengan LPDP memandang perlu memberikan penghargaan tertinggi secara berkelanjutan kepada individu, baik dari internal maupun eksternal BRIN. Penghargaan diwujudkan melalui pemberian anugerah serta ruang terhormat bagi para ilmuwan untuk menyampaikan orasi ilmiah.

“Penghargaan ini diberikan kepada sosok-sosok ilmuwan yang telah memiliki reputasi nasional dan internasional, serta memberikan kontribusi besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya, Senin (24/08/2026) di Jakarta.

Kepala BRIN, Arif Satria ke-empat dari kiri diwawancara media (Foto Spektroom, AA)

Jatna memulai karier sebagai peneliti LIPI dan kemudian menjadi dosen serta profesor di UI. Ia selalu terlibat dalam kegiatan mengajar mahasiswa dan menginspirasi banyak pihak untuk bekerja di bidang konservasi. Dari tahun 1995 hingga 2010, ia menjabat sebagai Direktur Eksekutif dan kemudian Wakil Presiden Conservation International di Indonesia. Pada 2010, mendirikan Research Center for Climate Change University of Indonesia (RCCC-UI) untuk menanggapi isu perubahan iklim yang semakin berkembang. Pada 2020, mendirikan SDG Hub di FMIPA UI sebagai bagian dari upaya mendorong perguruan tinggi berkontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs).

Di tingkat internasional, sejak 2019, menjadi anggota Board of the National University of Singapore – Center for Nature-Based Climate Solutions, serta menjadi Co-chair Southeast Asia Primate Specialist Group, International Union for Conservation of Nature (IUCN). Ia telah mempublikasikan lebih dari 240 artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi, termasuk Science, Nature, Current Biology, Conservation Biology, Scientific Reports, Global Ecology and Conservation, Sustainability, Discover Sustainability, dan lain-lain, serta 30 buku tentang lingkungan dan konservasi.

Jatna juga menjadi editor untuk beberapa jurnal ilmiah dari organisasi internasional, termasuk Tropical Conservation Science, Wildlife Policy and Law, Parks dari IUCN, Asian Primate Journal dari IUCN, dan Biosphere Conservation. Terbaru, ia menjadi anggota dewan editor dari Journal of Climate Resilience and Sustainability dari Royal Meteorological Society, Inggris.

Orasi ilmiah Sarwono Prawirohardjo Memorial Lecture 2026 disampaikan oleh Gono Semiadi, Profesor Riset di Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN. Karier penelitian dimulai dari kedekatannya dengan alam sejak mahasiswa. Aktif dalam dunia organisasi Pecinta Alam dan dunia Konservasi Gua. Karier sebagai peneliti dimulai langsung sejak lulus perguruan tinggi, ditempatkan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi LIPI mulai 1985, berpindah ke Pusat Penelitian Biologi LIPI, dan dilanjutkan ke BRIN pada 2022, dengan penempatan awal di Pusat Riset Ekologi dan Etnobotani, kemudian ke Pusat Riset Zoologi Terapan, dan terakhir berlabuh di Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi hingga kini.

Perjalanan lapangan membawanya ke berbagai bentang alam Indonesia, termasuk mengoordinasikan Ekspedisi LENGGURU Papua, sebagai liaison officer pada project Global Species Management Plan (GSMP)-Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI), serta berbagai survei keanekaragaman hayati di kawasan hutan, karst, wilayah konsesi hutan, habitat satwa terancam dan kawasan pertambangan di Jawa, Maluku, Sulawesi, hingga Sabah-Malaysia.

Sejak 2025 hingga kini, ia menjadi anggota Informal Advisory Group on Technical and Scientific Cooperation pada Convention on Biological Diversity (CBD) dibawah PBB, serta di tahun 2026 hingga kini juga menjadi anggota Multidisciplinary Expert Panel IPBES.

Dalam karier penelitinya selama 40 tahun, ia telah terlibat dalam penerbitan 3 karya buku internasional tentang rusa, trenggiling, dan babi, serta 5 karya buku nasional, 69 karya tulis ilmiah global, dan 37 karya tulis ilmiah nasional. Salah satu masterpiece dari kolaborasi publikasi karya ilmiahnya adalah 1 teori dalam perhitungan modeling spasial yang hingga saat ini masih menjadi rujukan sejak pertama kali terbit di tahun 2013 dan telah disitasi sebanyak 1565 kali.

Berita terkait

Bantuan Pusat Rp5 Miliar Gerakkan Kembali Pembangunan Jembatan Grumbul Cibun

Bantuan Pusat Rp5 Miliar Gerakkan Kembali Pembangunan Jembatan Grumbul Cibun

Banyumas-Spektroom : Bantuan pemerintah pusat senilai sekitar Rp5 miliar menjadi penggerak kembali pembangunan Jembatan Grumbul Cibun, Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, yang sempat terhenti selama beberapa tahun. Pembangunan jembatan permanen di atas Sungai Logawa, ruas Baseh–Sunyalangu, tersebut resmi dilanjutkan, Senin (24/8/2026). Pembangunan tahap keempat itu ditandai dengan peletakan batu

Bian Pamungkas
Kapolda Kalbar Kerahkan Brimob Drone dan Command Center Hadapi Karhutla

Kapolda Kalbar Kerahkan Brimob Drone dan Command Center Hadapi Karhutla

Kubu Raya - Spektroom : Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus membayangi Kalimantan Barat mendorong aparat dan pemerintah memperkuat langkah antisipasi. Polda Kalimantan Barat memastikan kesiapsiagaan penuh dengan mengandalkan teknologi pemantauan udara, penguatan personel hingga kolaborasi lintas lembaga untuk menghadapi musim kemarau yang masih berlangsung. Komitmen itu ditegaskan Kapolda

Apolonius Welly, Afrizal Aziz