Air Bersih untuk Harapan Baru Kubu Raya

Air Bersih untuk Harapan Baru Kubu Raya
Penekanan tombol sirine tanda dimulainya Pembangunan instalasi Pengolahan air (IPA) di kabupaten Kubu Raya. ( Foto : Diskominfo Kubu Raya.).

Kubu Raya - Spektroom : Di hamparan lahan rawa Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Senin pagi (24/08/2026), sebuah tombol ditekan.

Tepuk tangan pun pecah. Bagi sebagian orang, itu mungkin hanya seremoni peletakan batu pertama pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) berkapasitas 2 x 50 liter per detik.

Namun bagi ribuan keluarga di Kabupaten Kubu Raya, momen itu menyimpan harapan yang lebih besar: harapan untuk memperoleh air bersih yang selama ini masih menjadi kebutuhan yang belum sepenuhnya terpenuhi.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus bersama Bupati Kubu Raya Sujiwo dan Plt Direktur Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, Sugeng Pariyanto, memulai pembangunan proyek yang didanai APBN senilai hampir Rp89 miliar.

Di balik angka dan data pembangunan, ada realitas yang selama bertahun-tahun dirasakan warga. Ketersediaan air bersih di Kubu Raya masih terbatas.

Saat ini cakupan pelayanan air minum baru sekitar 20,7 persen. Artinya, masih banyak masyarakat yang bergantung pada sumber air alternatif yang kualitas dan ketersediaannya tidak selalu terjamin.

Lasarus menyebut pembangunan IPA ini diharapkan mampu meningkatkan layanan air minum hingga menjangkau sekitar 23 persen penduduk Kubu Raya.

Menurutnya, proyek tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang untuk kualitas hidup masyarakat.

“Jangan sampai anggaran yang sudah dikeluarkan disalah gunakan. Ini untuk kepentingan masyarakat dan harus benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujar Lasarus.

Di tengah tantangan pembangunan di kawasan rawa yang membutuhkan konstruksi khusus, ia optimistis proyek tersebut dapat selesai sesuai target pada 2027.

Bupati Kubu Raya Sujiwo menyambut pembangunan itu dengan penuh optimisme.

Baginya, air bersih bukan hanya soal kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menyangkut kesehatan, kesejahteraan, dan masa depan masyarakat.

“Semoga persoalan air bersih di Kubu Raya perlahan bisa teratasi,” katanya.

Sujiwo juga mengungkapkan rencana pengembangan layanan air bersih ke wilayah Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap.

Ia berharap dukungan pemerintah pusat terus mengalir agar lebih banyak warga menikmati akses air layak dan aman.

Sementara itu, Sugeng Pariyanto menilai pembangunan IPA ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Dengan skema anggaran multi years, ia berharap pada pertengahan 2027 nanti masyarakat tidak hanya melihat bangunan berdiri megah, tetapi juga merasakan manfaat nyata berupa air bersih yang mengalir ke rumah-rumah mereka.

Bagi warga Kubu Raya, proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik. Ia adalah simbol harapan. Sebab di setiap tetes air bersih yang kelak mengalir, tersimpan cerita tentang perjuangan panjang menghadirkan kebutuhan paling mendasar bagi kehidupan manusia.

Berita terkait

Hari Keenam Operasi SAR, Fokus Pencarian Dua Nelayan Belum Ditemukan  di Pantai Paseban

Hari Keenam Operasi SAR, Fokus Pencarian Dua Nelayan Belum Ditemukan di Pantai Paseban

Jember - Spektroom: Operasi pencarian terhadap dua nelayan yang hilang setelah perahu mereka dihantam ombak di perairan Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, memasuki hari keenam, Senin, (24/08/2026). Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edy Budi Susilo mengatakan, pencarian kembali dilanjutkan, operasi SAR diteruskan pada

Budi Sucahyono, Bian Pamungkas
Rudiansyah “Superman” Karhutla Kalteng, Bergerak dari Kepedulian

Rudiansyah “Superman” Karhutla Kalteng, Bergerak dari Kepedulian

Palangka Raya –Spektroom: Sosok Rudiansyah belakangan dikenal masyarakat sebagai “Superman” Karhutla Kalteng. Dengan kostum yang menjadi perhatian publik saat membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ia ternyata bukan petugas yang mendapat perintah atau penugasan resmi. Rudiansyah bergerak sebagai relawan pribadi karena kepeduliannya terhadap lingkungan. Di tengah kondisi kemarau dan

Polin, Bian Pamungkas
Ditkrimsus Polda Kalbar tangani 33 Kasus Karhutla ,masih  Bidik Pelaku Saat 922 Hotspot Mengancam

Ditkrimsus Polda Kalbar tangani 33 Kasus Karhutla ,masih Bidik Pelaku Saat 922 Hotspot Mengancam

Pontianak - Spektroom : Di tengah kepungan asap dan ancaman meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) mengungkap fakta mengkhawatirkan. Hingga Senin (24/08/2026), sebanyak 33 kasus karhutla sedang ditangani aparat kepolisian di berbagai wilayah Kalimantan Barat. Lonjakan kasus itu terjadi bersamaan dengan terdeteksinya 922

Apolonius Welly, Bian Pamungkas