Trending

Astrid Widayani Tekankan Penguatan Kota Layak Anak hingga Tingkat Kelurahan

Astrid Widayani Tekankan Penguatan Kota Layak Anak hingga Tingkat Kelurahan
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani . (Foto: Dokumentasi Humas Pemkot Surakarta)

Surakarta – Spektroom: Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menekankan pentingnya penguatan komitmen mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Upaya tersebut perlu didukung pemenuhan hak anak, penguatan lingkungan keluarga, pendidikan karakter, serta perlindungan anak melalui kolaborasi berbagai elemen masyarakat.

Astrid menyoroti pemenuhan hak sipil anak, terutama kelengkapan dokumen administrasi seperti akta kelahiran. Dokumen tersebut penting untuk memastikan anak memperoleh hak atas pendidikan dan kesehatan, sekaligus mencegah persoalan administratif di kemudian hari.

Dalam aspek lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, ia meminta wilayah meningkatkan upaya pencegahan pernikahan di bawah usia 18 tahun serta memperhatikan lingkungan pergaulan anak.

“Ini menjadi alarm untuk kita bahwa ada pergaulan bebas di luar sana yang perlu kita antisipasi melalui wilayah yang memperhatikan bagaimana lingkungan keluarga dan pengasuhan ini bisa lebih baik,” ungkap Astrid dalam rilis yang diterima Spektroom, Jumat (9/10/2026).

Astrid juga mendorong penguatan layanan konsultasi keluarga melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) agar jangkauannya semakin luas. Menurutnya, pembangunan infrastruktur ramah anak seperti Taman Cerdas perlu diimbangi dengan penyediaan ruang aman secara nonfisik bagi anak dan keluarga.

Pada aspek pendidikan dan pemanfaatan waktu luang, Astrid menilai budaya dapat menjadi sarana penting untuk membentuk moral, mental, dan karakter anak. Sebagai kota budaya, Surakarta memiliki potensi untuk memperkuat nilai-nilai tersebut melalui berbagai kegiatan berbasis budaya.

“Karena budaya ini sebenarnya juga menjadi tonggak untuk pembentukan moral dan pembentukan mental, sekaligus karakter anak-anak kita,” tuturnya.

Perlindungan khusus anak juga menjadi perhatian yang perlu ditangani bersama. Astrid menekankan pentingnya menciptakan lingkungan aman bagi anak, baik di rumah, lingkungan masyarakat maupun sekolah.

Upaya ini membutuhkan kolaborasi berbagai kelembagaan, termasuk forum anak, PKK, Karang Taruna, dan unsur masyarakat lainnya, serta dukungan penganggaran yang responsif terhadap kebutuhan anak.

Penguatan komitmen tersebut menjadi bagian dari evaluasi penyelenggaraan KLA melalui Final Lomba Kecamatan dan Kelurahan Layak Anak Kota Surakarta Tahun 2026 yang digelar di Taman Cerdas Jebres, Rabu 7 Oktober 2026.

Astrid mengapresiasi seluruh kecamatan dan kelurahan yang telah mengikuti tahapan monitoring dan evaluasi. Ia berharap upaya yang telah dilakukan di masing-masing wilayah dapat mendukung terwujudnya Surakarta sebagai Kota Layak Anak secara berkelanjutan.

Tiga finalis Kecamatan Layak Anak Tahun 2026 yakni Kecamatan Jebres, Laweyan, dan Pasar Kliwon. Sementara itu, finalis Kelurahan Layak Anak terdiri atas Kelurahan Bumi, Sumber, dan Gandekan.

Berita terkait

Pemkab Maybrat Dorong Penguatan Koordinasi Guna Pembentukan Badan Pengelola Danau Ayamaru

Pemkab Maybrat Dorong Penguatan Koordinasi Guna Pembentukan Badan Pengelola Danau Ayamaru

Sorong-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Maybrat disarankan membentuk badan pengelola Danau Ayamaru untuk memperkuat koordinasi pemulihan ekosistem dan pengelolaan kawasan danau secara berkelanjutan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, ST., M.Si., mengatakan pembentukan badan tersebut diperlukan agar pengelolaan Danau Ayamaru dapat dilakukan secara terarah, mulai

Anthonius Teniwut, Julianto