Trending

Atasi Kabut Asap Di Papua Barat, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Atasi Kabut Asap Di Papua Barat, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca
Persiapan modifikasi cuaca di Papua Barat (foto: Tony Teniwut)

Manokwari-Spektroom : Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Papua Barat guna membantu mengatasi kabut asap sekaligus menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Operasi dimaksud diprioritaskan di Kabupaten Fakfak, Teluk Bintuni, dan Kaimana, yang menjadi wilayah sasaran penanganan, dengan kemungkinan diperluas ke Manokwari dan sekitarnya.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan di Manokwari, Rabu, 21 Oktober 2026 mengatakan, pelaksanaan operasi modifikasi cuaca dimulai setelah pesawat pengangkut logistik berupa empat ton garam tiba di Bandara Rendani Manokwari.

Ketersediaan logistik tersebut menjadi bagian penting untuk mendukung upaya penanganan karhutla dan mengurangi dampak kabut asap yang masih mengganggu aktivitas masyarakat.

“Pesawat yang membawa logistik berupa garam sudah tiba di Bandara Rendani Manokwari, jadi hari ini juga operasi modifikasi cuaca mulai dilakukan,” ujar Dominggus.

Menurutnya, pelaksanaan OMC diharapkan dapat membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah sasaran, sehingga kebakaran hutan dan lahan dapat dikendalikan serta konsentrasi asap berkurang.

Pemerintah daerah berharap upaya tersebut juga berdampak terhadap kelancaran transportasi udara. Kabut asap yang mengurangi jarak pandang dapat menghambat operasional penerbangan, sehingga penanganannya menjadi penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan konektivitas antardaerah.

“Semoga dengan adanya modifikasi cuaca, kabut asap ini bisa hilang dan semua kegiatan masyarakat berjalan lancar, termasuk rute penerbangan kembali normal,” kata Dominggus.

Operasi modifikasi cuaca tandasnya, menjadi salah satu langkah yang ditempuh pemerintah setelah penanganan melalui jalur darat menghadapi sejumlah kendala. Keterbatasan personel di lapangan serta sulitnya akses transportasi menuju lokasi kebakaran menjadi tantangan dalam upaya pemadaman secara langsung.

Melalui OMC, pemerintah berharap peluang terbentuknya hujan dapat ditingkatkan untuk membantu membasahi wilayah terdampak dan mengurangi potensi meluasnya kebakaran. Meski demikian, efektivitas operasi tetap bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang sesuai untuk mendukung penyemaian.

Dominggus menyebutkan, dari total empat ton garam yang telah tiba, setiap penerbangan operasi direncanakan membawa satu ton garam. Dengan demikian, logistik tersebut diperkirakan mencukupi untuk empat kali penerbangan, sesuai kebutuhan dan pelaksanaan teknis di lapangan.

“Saat ini sudah ada empat ton logistik berupa garam, sekali operasi bisa membawa satu ton garam jadi bisa empat kali terbang. Semoga upaya ini membuahkan hasil maksimal,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi Papua Barat juga menyampaikan apresiasi kepada dua perusahaan minyak dan gas bumi, yakni BP LNG Tangguh dan Genting Oil Kasuri, yang memberikan dukungan pembiayaan bagi pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.

Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menghadapi karhutla serta dampak kabut asap di Papua Barat.

Pemerintah daerah berharap pelaksanaan OMC dapat memberikan hasil optimal, terutama dalam membantu mengendalikan kebakaran, mengurangi kabut asap, dan memulihkan aktivitas masyarakat,"tutup Gubernur PB.

Berita terkait

Pesta Adat Yonggway Jadi Tradisi Sakral Pererat Perdamaian Masyarakat Keerom

Pesta Adat Yonggway Jadi Tradisi Sakral Pererat Perdamaian Masyarakat Keerom

Keerom-Spektroom : Masyarakat adat di Arso, Kabupaten Keerom, Papua, menggelar Pesta Adat Yonggway yang merupakan rangkaian tradisi inisiasi pendewasaan bagi generasi muda setempat. Tradisi sakral ini juga menjadi sarana untuk mempererat perdamaian antar kampung, mewariskan nilai-nilai adat kepada generasi muda, sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai

Anthonius Teniwut, Julianto
Digitalisasi Rantai Pasok Pangan, Sleman Luncurkan Aplikasi SOPIKAN

Digitalisasi Rantai Pasok Pangan, Sleman Luncurkan Aplikasi SOPIKAN

Sleman-Spektroom : Petani dan pembudidaya ikan di Kabupaten Sleman diharapkan semakin mudah menjangkau pasar melalui pemanfaatan teknologi digital. Pemerintah Kabupaten Sleman meluncurkan Sistem Informasi Rantai Pasok dan Pemasaran Pertanian dan Perikanan (SOPIKAN) untuk memperkuat hubungan antara produsen dan calon pembeli. Peluncuran aplikasi tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Pangan Sedunia

Fatmawaty, Bian Pamungkas