Bahasa Lokal Berakar, Wawasan Mendunia: Pesan Kadisdik Kalteng untuk Generasi Muda
Palangka Raya-Spektroom : Pelajar boleh melangkah ke panggung dunia, tetapi jangan sampai kehilangan akar budaya sendiri. Pesan inilah yang mengemuka dalam pembukaan Bulan Bahasa XIX MAN Kota Palangka Raya, Jumat (9/10/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, M. Reza Prabowo, mengapresiasi kegiatan yang melibatkan ratusan pelajar tersebut. Menurutnya, bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan jembatan untuk memperluas wawasan sekaligus menjaga identitas budaya daerah.
Di tengah keterbukaan dunia, generasi muda Kalimantan Tengah diharapkan mampu menguasai beragam bahasa tanpa melupakan kearifan lokal yang menjadi bagian dari jati diri mereka.
“Saya mengapresiasi tinggi penyelenggaraan Bulan Bahasa XIX oleh MAN Kota Palangka Raya ini. Kearifan lokal dan nilai-nilai budaya Kalimantan Tengah harus terus kita jaga dan rawat bersama. Bahasa adalah jembatan dunia yang membuka wawasan serta peluang global, sedangkan pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah dan bangsa,” tegas Reza, Jumat (9/10/2026).
Ia menilai Bulan Bahasa menjadi ruang strategis bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa sekaligus memperkuat budaya literasi sebagai bekal dalam menghadapi masa depan.
Dengan mengusung tema “Literasi Bahasa dan Budaya dalam Pelestarian Alam Kalimantan Tengah”, kegiatan berkala dua tahunan ini diikuti oleh 238 peserta, baik dari lingkungan MAN Kota Palangka Raya sendiri maupun pelajar SMP/MTs dan SMA/MA/SMK sederajat se-Kota Palangka Raya.
Beragam lomba digelar, mulai dari pidato dua dan tiga bahasa, Spelling Bee, cipta cerpen, cerdas cermat literasi, story telling, hingga debat Bahasa Indonesia.
Melalui kegiatan ini, bahasa dan budaya tidak hanya dipelajari di ruang kelas, tetapi juga menjadi sarana bagi pelajar untuk berani menyampaikan gagasan, mengasah daya pikir, dan mengenali kekayaan daerahnya.
Sebab, pendidikan bukan semata-mata menyiapkan generasi muda untuk bersaing di tingkat global. Pendidikan juga membekali mereka agar tetap mengenal akar budaya, menghargai lingkungan, dan mampu membawa identitas Kalimantan Tengah ke dunia yang lebih luas. (Polin-Khalid Fitri)