Banyumas Siapkan 1.872 Petugas untuk Sensus Ekonomi dan Pendataan Keluarga 2026

Banyumas Siapkan 1.872 Petugas untuk Sensus Ekonomi dan Pendataan Keluarga 2026
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyematkan tanda pengenal kepada perwakilan menandai dimulainya sensus ekonomi 2026 di Banyumas ( Foto : Bian Pamungkas).

Banyumas – Spektroom: Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banyumas mulai mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan menjangkau seluruh pelaku usaha dan keluarga di wilayah tersebut. Sebanyak 1.872 petugas diterjunkan untuk melakukan pendataan di seluruh desa dan kelurahan.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan pentingnya sensus sebagai dasar dalam menentukan arah pembangunan daerah ke depan. Menurutnya, data yang dihasilkan harus benar-benar mencerminkan kondisi riil masyarakat.

“Data ini menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan pembangunan. Karena itu saya berharap masyarakat memberikan informasi yang sebenarnya, tidak ditambah maupun dikurangi. Kita harus melihat kondisi apa adanya agar langkah yang diambil pemerintah tepat sasaran,” kata Sadewo.

Bupati Banyumas (tengah jongkok Foto bersama dengan petugas sensus. ( Foto : Bian Pamungkas)

Kepala BPS Kabupaten Banyumas, Moh Fatichuddin, menjelaskan bahwa objek utama sensus adalah seluruh kegiatan usaha yang ada di Banyumas, mulai dari sektor pertanian, pertambangan, konstruksi, perdagangan hingga berbagai sektor jasa. Selain itu, petugas juga akan melakukan pembaruan data keluarga.

“Sensus ini bertujuan memotret kondisi ekonomi Banyumas secara menyeluruh. Hasilnya akan memberikan gambaran struktur ekonomi daerah yang dapat menjadi pijakan dalam penyusunan kebijakan pembangunan,” ujarnya.

Menurut Fatichuddin, sebanyak 1.872 petugas akan menjangkau sekitar 11.119 rukun tetangga (RT) di Kabupaten Banyumas. Setiap petugas rata-rata bertanggung jawab pada tujuh hingga delapan RT atau sekitar 300 keluarga.

Data yang dikumpulkan meliputi identitas dan karakteristik keluarga, kondisi tempat tinggal, hingga aktivitas ekonomi yang dijalankan masyarakat. Pada pelaksanaan tahun ini, BPS juga memberi perhatian khusus pada sektor ekonomi digital yang terus berkembang.

“Kami berharap masyarakat yang memiliki aktivitas ekonomi berbasis digital turut menyampaikan informasinya kepada petugas agar dapat tercatat dengan baik dalam potret ekonomi Banyumas,” katanya.

Fatichuddin menambahkan, pelaksanaan sensus ekonomi merupakan amanat undang-undang yang dilakukan setiap 10 tahun sekali. Data tersebut juga menjadi penting untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional yang dicanangkan pemerintah.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyumas, Budi Nugroho, menyatakan pihaknya siap mendukung pelaksanaan sensus melalui penguatan tata kelola data daerah. Sebagai wali data, Diskominfo akan terus bersinergi dengan BPS dan organisasi perangkat daerah guna menjaga kualitas serta validitas data yang dihasilkan.

“Data yang akurat menjadi fondasi penting dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan daerah,” kata Budi.

Berita terkait

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

Maluku Tengah-Spektroom: Sebanyak 175 prajurit muda TNI Angkatan Darat resmi memasuki babak baru pengabdian setelah dilantik menjadi Bintara berpangkat Sersan Dua (Serda). Mereka dituntut bukan hanya piawai menggunakan senjata, tetapi juga memiliki mental petarung dan kemampuan memimpin di tengah dinamika medan tugas. Para prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara

Eva Moenandar, Buang Supeno
Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Sawahlunto—Spektroom :Satu karung pupuk bersubsidi mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya terdapat uang negara, data penerima, mekanisme distribusi, dan kepentingan petani yang bergantung pada ketepatan waktu pemupukan. Karena itu, bagi Heni Purwaningsih, pengawasan pupuk bukan pekerjaan administratif belaka. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto sekaligus

Riswan Idris, Buang Supeno
121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

Singkawang - Spektroom : Sebanyak 121 prajurit resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda). Namun, kenaikan pangkat itu bukan sekadar tanda berakhirnya delapan pekan pendidikan. Mereka kini menghadapi ujian yang sesungguhnya: membuktikan kemampuan sebagai Bintara di tengah dinamika tugas di lapangan. Sebanyak 121 prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI

Apolonius Welly, Buang Supeno
ссс