Benteng Oranje Membara! Ratusan Karateka Ternate Bersatu, Bidik Prestasi Nasional
Ternate–Spektroom : Ratusan karateka dari berbagai perguruan di Kota Ternate menyatukan kekuatan di Benteng Oranje, Selasa sore (1/9/2026). Mereka mengikuti Latihan Gabungan (Latgab) Perguruan Karate se-Kota Ternate yang digelar Pengurus Cabang Akademi Seni Beladiri Karate Indonesia (ASKI) Kota Ternate.
Latihan gabungan tersebut menjadi momentum memperkuat persaudaraan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan atlet karate di Kota Ternate. Sejumlah perguruan ambil bagian, di antaranya INKAI, LEMKARI, INKADO, SHINDOKA, dan ASKI.
Ratusan karateka mengikuti latihan dengan penuh semangat. Rangkaian latihan dipimpin langsung Dewan Guru Pengurus Pusat ASKI, Irfan Kamaluddin.
Bagi penyelenggara, Latgab bukan sekadar agenda latihan bersama. Kegiatan ini diarahkan untuk mempertemukan para karateka dari berbagai perguruan, meningkatkan kemampuan teknik dasar dan teknik pertandingan, sekaligus membangun mental bertanding serta sportivitas atlet.
Ketua MSH ASKI Maluku Utara, Jubair Potaboga, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah untuk mempererat hubungan antarpengurus dan karateka dari berbagai perguruan di Kota Ternate.
“Latihan gabungan ini untuk mempererat hubungan antarperguruan di Kota Ternate. Selain itu, untuk meningkatkan kemampuan teknik dasar dan pertandingan serta menumbuhkan sportivitas dan persaudaraan sesama karateka,” ujar Jubair kepada Spektroom.
Pria yang akrab disapa Sensei Ade itu menegaskan, perbedaan lambang dan aliran tidak seharusnya menjadi sekat dalam membangun prestasi. Sebaliknya, keberagaman perguruan dapat menjadi kekuatan apabila diarahkan dalam semangat kebersamaan.
“Meskipun kita berbeda lambang dan aliran, namun satu dalam kebersamaan dan persaudaraan sebagai wujud dalam melakukan pembinaan terhadap para atlet karate untuk berprestasi,” tegasnya.
Menurut Jubair, latihan bersama juga memberikan kesempatan kepada para atlet untuk saling mengukur kemampuan. Interaksi antarkarateka dari berbagai perguruan diharapkan mampu memperkaya pengalaman bertanding dan meningkatkan kualitas teknik masing-masing atlet.
“Latihan gabungan ini juga merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pembinaan perguruan karate di Kota Ternate,” katanya.
Ia berharap Latgab tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Latihan serupa perlu dilakukan secara rutin agar pembinaan atlet dapat berjalan secara berkesinambungan dan menghasilkan karateka yang semakin siap menghadapi kompetisi.
“Kami berharap dengan latihan gabungan ini, kita dapat meningkatkan kemampuan dan prestasi karate Kota Ternate,” ucap Sensei Ade.
Target yang lebih besar pun mulai diarahkan. Dengan latihan yang konsisten, pembinaan yang terukur, serta terjalinnya kerja sama antarpengurus perguruan, para atlet karate Kota Ternate diharapkan mampu menembus berbagai kejuaraan bergengsi.
Jubair optimistis, semakin sering latihan gabungan dilakukan, semakin besar pula peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama Kota Ternate ke level lebih tinggi.
“Jika kegiatan seperti latihan gabungan ini sering dilaksanakan, maka diyakini ke depan para atlet karate di Kota Ternate akan mencapai prestasi yang gemilang dan mampu mengharumkan nama daerahnya di setiap perhelatan kejuaraan, di semua tingkatan, baik tingkat daerah sampai tingkat nasional,” pungkasnya.
Dari Benteng Oranje, pesan itu menjadi jelas: berbeda perguruan bukan berarti berbeda tujuan. Seluruh karateka Ternate dipersatukan oleh satu tekad, yakni memperkuat pembinaan dan mengantarkan prestasi karate daerah hingga ke panggung nasional.