BMKG Keluarkan Peringatan Dini Angin Kencang dan Hujan Ringan di Wilayah Maluku Utara
Ternate-Spektroom : BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini cuaca terkait potensi peningkatan curah ekstrem selama seminggu di wilayah Provinsi Maluku Utara. Peringatan dini yang dirilis Senin (19/10/2026) berlaku untuk seminggu kedepan periode 19 - 25 Oktober 2026.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate Desindra Deddy Kurniawan melalui Forecaster On Duty Muhamad Dzikir Abdul Fattah dalam releasenya mengatakan, Madden-Julian Osilasi (MJO) yang secara spasial diprediksi aktif di wilayah Maluku Utara pada periode ini tidak terlalu berpengaruh signifikan, adanya pengaruh lokal berupa pola belokan angin cenderung tenang serta anomali suhu muka laut yang yang cenderung dingin mengurangi potensi pembentukan awan di sekitar wilayah Maluku Utara.
"Secara umum kondisi cuaca di Maluku Utara selama periode tersebut Cerah Berawan dengan adanya potensi Hujan Ringan di beberapa wilayah Maluku Utara," ujar Dzikir.
BMKG juga mengingatkan waspada kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan berdampak pada penurunan jarak pandang untuk transportasi dan pengaruhnya terhadap kesehatan masyarakat.
Dampak turunan dari fenomena meteorologi seperti angin kencang dan petir juga perlu diwaspadai di wilayah-wilayah yang berpotensi hujan ringan hingga sedang pada sepekean ke depan.
Prakiraan cuaca di Maluku Utara secara rinci adalah sebagai berikut : 19 – 20 Oktober 2026 Secara umum kondisi cuaca Berawan di seluruh wilayah Maluku Utara, dengan potensi hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan sekitarnya.
21 - 22 Oktober 2026 Secara umum kondisi cuaca Berawan dengan potensi hujan ringan di wilayah Kabupaten Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan dan sekitarnya.
23 - 25 Oktober 2026 Secara umum kondisi cuaca Cerah Berawan dengan potensi hujan ringan di wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, Pulau Taliabu dan sekitarnya.
Pemerintah dan masyarakat dihimbau untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas umum guna mengantisipasi dampak angin kencang serta dampak kekeringan akibat berkurangnya curah hujan, seperti melakukan pemeriksaan terhadap kondisi pohon-pohon besar, papan reklame, atap bangunan, serta memastikan ketersediaan dan pengelolaan sumber daya air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode curah hujan rendah.
Selain itu, masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak angin kencang dengan menghindari berteduh di bawah pohon, baliho, maupun bangunan yang rentan roboh saat angin bertiup kencang.
“Masyarakat diharapkan dapat melakukan penghematan penggunaan air, menjaga kebersihan lingkungan, serta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan pada kondisi cuaca kering,” kata Dzikri.
Kepada nakhoda maupun motoris serta masyarakat pengguna jasa transportasi laut diminta untuk tingkatkan kewaspadaan dalam berlayar, jika kondisi angin kencang dan kondisi Laut gelombang tinggi jangan memaksakan kehendak untuk berlayar dan menangguhkan keberangkatan demi keselamatan.
Para pemangku kepentingan dan seluruh komponen masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometrologi di wilayah Maluku Utara dan selalu mengikuti informasi resmi dari Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate melalui Website BMKG : https://www.bmkg.go.id, Instagram : @stamet.ternate.bmkg, Facebook : Stamet Sultan Babullah Ternate, Whatsapp : +62 812-4112-8269, Email : stamet.ternate@bmkg.go.id, dan Website : https://cuaca.bmkg.go.id.