Trending

Bunda Literisasi Jadi Mitra Strategis Pemerintah, Penggerak Budaya Membaca

Bunda Literisasi Jadi Mitra Strategis Pemerintah, Penggerak Budaya Membaca
Walikota Tanjung pinang mengukuhkan Bunda Literasi. (Foto: Prokompim)

Tanjungpinang–Spektroom : Yuniarti Putoko Weni dikukuhkan sebagai Bunda Literasi-Bunda Baca Kota Tanjungpinang masa bakti 2025–2030 oleh Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah Kantor Wali Kota Selasa (3/11/2026). Pengukuhan tersebut ditandai pemasangan Selendang oleh Bunda Literisasi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Dewi Kumalasari Ansar disaksikan oleh Walikota Tanjungpinang dan undangan yang hadir.

Dalam sambutannya, Waliko Lis menyampaikan bahwa pengukuhan Bunda Literasi merupakan bentuk kepercayaan dan amanah untuk menjadi penggerak dalam menumbuhkan budaya membaca, menulis dan berkarya ditengah masyarakat.

“Peran Bunda Literasi adalah peran yang mulia, bukan hanya simbol, tetapi motor penggerak yang mampu menginspirasi keluarga, sekolah, komunitas, hingga masyarakat luas untuk menghadirkan budaya membaca, menulis, dan berkarya,” ungkapnya.

Bunda Literasi diharapkan menjadi teladan sekaligus inspirasi dalam membangun sumber daya manusia Kota Tanjungpinang, sejalan dengan visi Tanjungpinang Berbenah. Kota Tanjungpinang memiliki potensi besar dalam membangun ekosistem literasi.

Keberagaman budaya, sejarah maritim yang kuat, komunitas yang aktif, serta generasi muda yang kreatif merupakan modal berharga untuk mengembangkan gerakan literasi yang inklusif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Untuk itu, Bunda Literasi diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah, perpustakaan, sekolah, dan masyarakat dalam menghadirkan berbagai program inovatif," harapnya.

Lis juga menekankan pentingnya peran perpustakaan sebagai salah satu pilar pembangunan sumber daya manusia. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi juga pusat pembelajaran, informasi, pengembangan kreativitas, serta sarana membangun budaya literasi masyarakat.

Lis juga menyoroti pentingnya akreditasi perpustakaan sebagai instrumen untuk memastikan kualitas penyelenggaraan perpustakaan sesuai Standar Nasional Perpustakaan.

“Akreditasi bukan sekadar pemenuhan persyaratan administrasi atau memperoleh sertifikat, tetapi menjadi sarana evaluasi untuk mengidentifikasi kekuatan dan aspek yang perlu diperbaiki, mulai dari koleksi, sarana prasarana, pelayanan, tenaga perpustakaan, hingga tata kelola,” ujarnya.

Pemasanangan selempang Bunda Literasi Oleh Dewi Kumalasari Ansar Bunda Literasi Provinsi Kepri. (Foto: Prokompim)

Terakhir, Lis meminta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tanjungpinang agar menindaklanjuti kegiatan sosialisasi dan advokasi akreditasi perpustakaan melalui pendampingan, pembinaan, monitoring, dan evaluasi secara berkelanjutan.

“Perpustakaan yang belum terakreditasi diminta untuk dipetakan, diidentifikasi kendalanya, serta disusun tahapan pembenahan dan target yang terukur agar semakin banyak perpustakaan di Kota Tanjungpinang memenuhi standar nasional,” pungkasnya.

Sementara itu, Bunda Literasi Weni menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan. Ia menyebut pengukuhan tersebut bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab untuk turut berperan dalam menumbuhkan budaya literasi di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda.

“Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis. Literasi merupakan bagian penting dalam membangun manusia yang berpengetahuan, berpikir kritis, kreatif, mampu berkomunikasi, serta memiliki karakter yang baik,” ungkapnya.

Ia berharap dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menghadirkan kegiatan literasi yang menyenangkan, mudah diakses, inklusif, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat memulai gerakan literasi dari lingkungan terdekat, dengan membiasakan anak-anak membaca, menciptakan keluarga yang gemar berdiskusi dan berbagi pengetahuan, menghadirkan ruang baca yang nyaman, serta menjadi teladan dalam budaya membaca dan belajar sepanjang hayat.

Berita terkait

GPI dan PII Apresiasi Respons Cepat Kapolri atas Aspirasi Masyarakat dalam Kasus Sukoharjo

GPI dan PII Apresiasi Respons Cepat Kapolri atas Aspirasi Masyarakat dalam Kasus Sukoharjo

Jakarta – Spektroom: Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI), Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), dan DPP Aliansi Mahasiswa Muslim Maluku Kie Raha (AL-MULK) menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto atas respons cepat terhadap aspirasi masyarakat terkait penggerebekan di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Sukoharjo. Apresiasi

Irvan Idris Saleh, Buang Supeno
Taspen Digitalisasi Layanan, 38 Ribu Pensiunan di Kalteng Tak Perlu Lagi Menempuh Perjalanan Jauh

Taspen Digitalisasi Layanan, 38 Ribu Pensiunan di Kalteng Tak Perlu Lagi Menempuh Perjalanan Jauh

Palangka Raya-Spektroom: Jarak geografis dan usia lanjut tak lagi menjadi penghalang bagi 38 ribu pensiunan di Kalimantan Tengah untuk mendapatkan pelayanan dan hak pensiun. Melalui digitalisasi layanan, PT Taspen (Persero) menghadirkan kemudahan autentikasi dan pengurusan administrasi secara daring sehingga pensiunan tidak harus datang langsung ke kantor pelayanan. Manfaat layanan

Polin, Buang Supeno