Trending

Bupati Keerom: Seleksi ASN Harus Bebas Dari Pungutan Liar

Bupati Keerom: Seleksi ASN Harus Bebas Dari Pungutan Liar
Bupati Keerom Piter Gusbager saat pimpin apel senin pagi. (foto: Tony Teniwut)

Keerom-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Keerom Provinsi Papua, kembali berencana membuka penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) baru sebanyak 260 formasi pada November mendatang.

Seleksi ini diprioritaskan khusus bagi anak-anak daerah Keerom dan dipastikan tidak dipungut biaya atau gratis.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Keerom, Piter Gusbager, saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati Keerom pada Senin, 28 September 2026.

Bupati Gusbager tegaskan, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Keerom untuk segera melakukan persiapan teknis terkait pembukaan formasi tersebut.

"Saya perintahkan BKPSDM segera siapkan. Khusus anak-anak Keerom, tidak dari luar. Di saat kabupaten lain tidak membuka penerimaan, Bupati Keerom buka ASN pada November mendatang," tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa selama masa kepemimpinannya, Pemkab Keerom telah mengangkat hampir 3.000 ASN dan dari seluruh proses pengangkatan dan seleksi pegawai di wilayahnya dijalankan secara transparan tanpa ada pungutan liar (pungli).

"Bertahun-tahun lamanya pengangkatan pegawai itu ada pungutan di sana-sini, pungutan liar di mana-mana. Namun, sepanjang saya memimpin di Keerom, biayanya Rp0 rupiah. Boleh dicek," ujarnya.

Meski pemerintah daerah telah berulang kali menyampaikan bahwa proses seleksi tidak dipungut biaya, Piter menyayangkan masih adanya warga yang menjadi korban penipuan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Beberapa warga dilaporkan tetap menyerahkan uang kepada pihak tertentu agar bisa lolos seleksi, namun pada akhirnya tetap dinyatakan tidak lulus.

"Saya heran, sudah dibilang Rp0 rupiah, tapi orang masih percaya kasih uang ke orang lain. Pada formasi 1.000 yang terakhir kemarin, ada yang bayar lalu tidak lulus, akhirnya datang menyalahkan Bupati," tambah Bupati.

Alumnus The University of Melbourne Australia itu menyatakan, praktik tersebut terjadi karena sebagian masyarakat masih terpengaruh oleh kebiasaan lama dan lebih percaya pada oknum dibanding pernyataan resmi Bupati Keerom.

Oleh sebab itu, seluruh masyarakat Keerom agar tidak lagi mempercayai pihak manapun yang menjanjikan kelulusan ASN dengan imbalan uang, karena Pemkab Keerom berkomitmen menjaga integritas seleksi ASN agar berjalan adil dan bersih dari praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme.

Berita terkait

Kapolres Tabalong Pimpin Langsung Pengaturan Lalu Lintas, Hadir Layani Masyarakat

Kapolres Tabalong Pimpin Langsung Pengaturan Lalu Lintas, Hadir Layani Masyarakat

Tabalong–Kalsel-Spektroom : Sebagai wujud nyata kehadiran Polri bersama masyarakat, Polres Tabalong terus memberikan pelayanan secara langsung melalui kegiatan pengaturan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan, guna menciptakan keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas bagi masyarakat, Selasa (6/10/2026). Kegiatan pengaturan lalu lintas tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres

Junaidi, Julianto
FEB UMI Makasar Gelar Pelatihan Penyusunan laporan Anggaran Desa Berbasis Excel

FEB UMI Makasar Gelar Pelatihan Penyusunan laporan Anggaran Desa Berbasis Excel

Pangkep - Spektroom : Upaya meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah desa dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan desa terus dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Salah satunya melalui Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Anggaran Desa Berbasis Excel yang dilaksanakan di Desa Padang Lampe, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut menyasar aparatur

Yahya Patta, Nurana Diah Dhayanti
Djoko Setijowarno Dorong Wajib Sekolah Mengemudi Sebelum Ujian SIM

Djoko Setijowarno Dorong Wajib Sekolah Mengemudi Sebelum Ujian SIM

Surakarta-Spektroom : Sekolah mengemudi dinilai tidak seharusnya sekadar menjadi formalitas untuk memenuhi persyaratan memperoleh Surat Izin Mengemudi (SIM). Keberadaannya perlu diarahkan sebagai pembekalan bagi calon pengemudi untuk membangun budaya keselamatan di jalan raya. Pakar transportasi nasional dari Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, mengatakan

Ciptati Handayani, Julianto