Bupati Kendal Resmikan Jalan Kabupaten di Dusun Banjaran

Bupati Kendal Resmikan Jalan Kabupaten di Dusun Banjaran
Bupati Kendal Dyah Kartika meresmikan jalan Kabupaten di Dusun Banjaran pada Selasa, (27/1/2026)

Spektroom - Bupati Kendal Dyah Kartika meresmikan jalan Kabupaten di dusun Banjaran pada Selasa, (27/1/2026).

Masyarakat Desa Getas Kecamatan Singorojo menyambut gembira peresmian Jalan Kabupaten tersebut.

Peresmian jalan dilakukan oleh Bupati Kendal yang ditandai dengan pemotongan tumpeng dan menggunting pita bersama Kepala Desa dan Camat setempat dan tokoh masyarakat. 

Isnan, warga Dusun Banjaran mengatakan, sebelum dilakukan perbaikan, selama kurang lebih 15 tahun, kondisi jalan rusak parah.

"Jalan yang sebelah sana masih rusak, harapannya segera diperbaiki tahun ini," katanya. 

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, perbaikan jalan yang dilakukan di tahun 2025 kemarin hanya sepanjang 750 meter.

Kemudian, di tahun ini sudah dianggarkan untuk kelanjutan perbaikan jalan sepanjang 500 meter. 

"Rencananya masih akan dilanjutkan lagi untuk menuntaskan perbaikan jalan dengan anggaran perubahan 2026 atau tahun 2027," ujarnya.

Bupati pun berpesan kepada seluruh warga, untuk bersama-sama memelihara jalan sudah bagus ini. 

Apabila ada kerusakan sedikit, agar diperbaiki bersama-sama secara gotong royong, sehingga kerusakan yang sedikit, tidak bertambah parah.

"Saya pesan, supaya jalan yang sudah bagus dipelihara dengan baik, supaya tidak cepat rusak," ucapnya. 

Manfaat jalan ini bagi masyarakat sangat besar. Pasalnya, jalan tersebut merupakan jalan penghubung ke wilayah Kecamatan Limbangan, yang memperlancar akses jalan ke sekolah, puskesmas dan lainnya.

Berita terkait

Dubes Belanda Kagumi Bukittinggi, Prof. Fadli Zon: Tanpa PDRI, Indonesia Tak Akan ada

Dubes Belanda Kagumi Bukittinggi, Prof. Fadli Zon: Tanpa PDRI, Indonesia Tak Akan ada

Bukittinggi-Spektroom : Sejarah bukan sekadar deretan peristiwa yang tersimpan dalam buku atau arsip negara. Sejarah adalah denyut perjalanan sebuah bangsa yang terus hidup, mengajarkan identitas, dan menjadi fondasi masa depan. Pesan itu mengemuka dalam Seminar Internasional bertajuk "Merajut Tenun Diplomasi antara Indonesia dan Belanda; Pergerakan Belanda hingga Repatriasi" yang

Wiza Andrita, Rafles