Bupati Ketapang: Birokrat Harus Dekat dengan Rakyat

Bupati Ketapang: Birokrat Harus Dekat dengan Rakyat
Bupati Ketapang Alexander Wilyo pertegas hapus kebiasaan lama pejabat yang merasa dilayani, bukan melayani. Foto : M.Saad.

Spektroom – Di balik prosesi pelantikan pejabat eselon II, ada suara rakyat yang seolah ikut hadir suara tentang pelayanan yang lamban, urusan yang berbelit, dan pejabat yang kerap bersembunyi di balik alasan anggaran.

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo memulai tahun 2026 dengan pesan yang jelas dan keras: birokrasi harus dibersihkan, bukan hanya dari jabatan, tetapi dari mental yang menjauh dari rakyat. Hal itu disampaikan ketika melantik 12 pejabat eselon II, Jumat (02/01/2026).

Yang ingin ia robohkan adalah kebiasaan lama pejabat yang merasa dilayani, bukan melayani. Pejabat yang cepat berkata “tidak ada anggaran”, tapi lambat saat rakyat meminta bantuan.

Ia mengingatkan bahwa di luar pendopo, ada warga yang menunggu. Ada masyarakat desa yang berharap solusi, ada warga kecil yang datang dengan persoalan rumit dan sering pulang tanpa kepastian.

Bupati menolak alasan administratif sebagai tameng. Baginya, saat rakyat datang, negara harus hadir. Ia bahkan secara terbuka mengancam menonjobkan pejabat yang menolak turun melayani hanya karena tidak ada SPPD atau anggaran perjalanan.

Ancaman itu bukan tanpa sebab. Alexander mengaku tersinggung
bukan sebagai kepala daerah, tetapi sebagai wakil rakyat ketika pelayanan terhenti oleh alasan yang tidak menyentuh nurani.

Ia menuntut aparatur hadir di setiap persoalan warga, berani mengambil tanggung jawab, dan tidak apatis. Bahkan di era digital, ia meminta pejabat responsif di media sosial ruang tempat masyarakat kini paling jujur menyampaikan keluhannya.

Penataan birokrasi ini menjadi bagian dari upaya mengubah wajah pelayanan publik di Ketapang. Alexander ingin mengakhiri cerita tentang pelayanan yang mahal, lamban, dan menyulitkan.

Ia ingin warga merasa dekat dengan pemerintahnya, merasa didengar, dan merasa dilayani. Yang jauh harus kita dekatkan, yang mahal kita murah-kan, yang lambat kita percepat.

Berita terkait

Fraksi PAN-PKB Soroti Ketergantungan Transfer dan Defisit Rp51 Miliar dalam APBD-P Sawahlunto

Fraksi PAN-PKB Soroti Ketergantungan Transfer dan Defisit Rp51 Miliar dalam APBD-P Sawahlunto

Sawahlunto-Spektroom : Fraksi PAN-PKB DPRD Kota Sawahlunto meminta pemerintah daerah tidak terjebak pada kenaikan postur anggaran dalam Rancangan Perubahan APBD 2026. Tambahan ruang fiskal, menurut fraksi tersebut, harus dibuktikan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, perbaikan infrastruktur dan penguatan ekonomi daerah. Hal itu disampaikan Fraksi PAN-PKB dalam Pandangan Umum Fraksi yang dibacakan

Riswan Idris, Rafles
Angkat Sejarah Rempah dan Kebudayaan, Rakernas JKPI XII Mulai Berlangsung di Kota Ternate

Angkat Sejarah Rempah dan Kebudayaan, Rakernas JKPI XII Mulai Berlangsung di Kota Ternate

Ternate-Spektroom : Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) mulai berlangsung di Kota Ternate, opening ceremony ditandai dengan pemukulam dolo-dolo, Rabu (26/8/2026). Pelaksanaan Rakernas XII JKPI dengan Opening Ceremony Pasar Malam Indonesia, Pentas Budaya dan Festival Gastronomi yang berlangsung di Benteng Oranje, Ternate. Walikota Ternate,

Nanang Adrany, Rafles
Sosialisasi Forum Pengendalian Mutu Pelayanan KB Tindak Lanjut SKB 4 Kementerian/Lembaga

Kemendukbangga/BKKBN Maluku Utara Hadiri Sosialisasi Forum Pengendalian Mutu Pelayanan KB Tindak Lanjut SKB 4 Kementerian/Lembaga

Sofifi-Spektroom : Upaya meningkatkan kualitas pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan menekan angka putus pakai kontrasepsi terus diperkuat. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan Provinsi Maluku Utara menghadiri Sosialisasi Forum Pengendalian Mutu Pelayanan KB sebagai Tindak Lanjut Keputusan Bersama (SKB) 4 Kementerian/Lembaga tentang

Nanang Adrany, Rafles
ссс