Dari Rumah Sederhana di Temas, Maruarar Kirim Pesan: Negara Harus Hadir untuk Warga Kecil
Batu- Spektroom : Sebuah rumah sederhana di Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, menjadi saksi dimulainya langkah besar pemerintah dalam mempercepat program perumahan nasional.
Dari lokasi itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memulai roadshow perumahan di Jawa Timur, Rabu (1/7/2026), dengan pesan tegas bahwa negara harus hadir bagi masyarakat yang selama ini belum menikmati rumah layak huni.
Didampingi Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Anggota DPRD Kota Batu Bambang Pramono, serta jajaran Kementerian PKP dan Pemerintah Kota Batu, Maruarar berdialog langsung dengan warga penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Bagi Maruarar, program bedah rumah bukan sekadar memperbaiki bangunan, melainkan mengembalikan martabat masyarakat yang selama puluhan tahun tinggal di rumah yang tidak layak.
"Ini adalah perintah Presiden Prabowo agar pemerintah hadir untuk rakyat. Program ini harus terbuka, bersih, dan jujur. Yang menikmati harus benar-benar masyarakat yang membutuhkan," ujar Maruarar.
Di hadapan warga, Menteri PKP mendengar langsung kisah penerima bantuan yang telah puluhan tahun tinggal di rumah sederhana. Bahkan, ada warga yang menempati rumah sejak 1967 dan 1992, namun baru kali ini mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah.
Menurut Maruarar, kondisi tersebut menjadi alasan pemerintah mempercepat program BSPS dan bedah rumah di berbagai daerah.
"Kami ingin memastikan rakyat kecil yang selama ini menunggu akhirnya bisa merasakan rumah yang lebih layak. Jangan sampai program pemerintah hanya menjadi angka di atas kertas," katanya.
Selain meninjau rumah warga, Maruarar juga mengevaluasi pelaksanaan berbagai program perumahan di Kota Batu. Tahun ini, sekitar 200 rumah menjadi sasaran bantuan yang tersebar di Kelurahan Temas, Oro-Oro Ombo, Pesanggrahan, serta sejumlah wilayah lainnya.
Namun, pemerintah masih menghadapi persoalan administrasi kepemilikan tanah. Banyak warga belum memiliki alas hak sehingga belum memenuhi syarat memperoleh bantuan.
"Kalau tidak ada alas hak, kami tidak bisa memproses bantuan karena harus sesuai aturan. Jangan sampai bantuan justru dinikmati pemilik tanah, bukan warga yang tinggal di rumah tersebut. Ini sedang kami carikan jalan keluarnya," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menegaskan pengawasan terhadap program akan dilakukan secara ketat agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Ia menilai keberhasilan program perumahan tidak hanya diukur dari jumlah rumah yang dibangun, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat yang menerima manfaat.
Roadshow yang dimulai dari Kota Batu ini juga menjadi penanda meningkatnya komitmen pemerintah terhadap sektor perumahan. Di Jawa Timur, target program bedah rumah melonjak drastis dari 4.165 unit pada tahun lalu menjadi sekitar 33.000 unit pada 2026.
Maruarar berharap seluruh pemerintah daerah ikut aktif mengawal pelaksanaan program sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh rumah yang layak, tetapi juga kepastian bahwa negara hadir di tengah kebutuhan mereka.
"Saya akan kembali ke Kota Batu pada 10 Oktober nanti. Saya ingin melihat sendiri hasil rumah-rumah yang kita mulai hari ini. Saya ingin memastikan program ini benar-benar membawa perubahan bagi masyarakat," pungkasnya.