Demo BEM Untan di Kantor Gubernur Kalbar Ricuh, Mahasiswa Bawa 20 Tuntutan
Pontianak - Spektroom : Demonstrasi ratusan mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tanjungpura (Untan) di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Selasa (20/10/2026), berujung ricuh. Aksi bertajuk “REVOLUSI” itu diwarnai bentrokan fisik dengan petugas Satpol PP hingga pembakaran ban di depan kantor gubernur.
Massa bergerak dengan berjalan kaki dari kawasan Tugu Digulis Untan dan tiba di Kantor Gubernur Kalbar sekitar pukul 15.30 WIB. Ketegangan pecah ketika mahasiswa berupaya membawa dan membakar ban di area depan kantor gubernur.
Petugas Satpol PP berusaha menghalangi aksi tersebut. Adu dorong dan tarik-menarik ban kemudian berkembang menjadi kontak fisik. Mahasiswa akhirnya berhasil membakar ban, sebelum api dipadamkan petugas bersama aparat kepolisian.
Kericuhan berlanjut ketika massa didorong keluar dari halaman kantor gubernur hingga ke Jalan Ahmad Yani.
Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi terverifikasi mengenai korban luka, peserta yang diamankan, maupun kronologi lengkap bentrokan. Respons resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terhadap insiden tersebut juga masih memerlukan konfirmasi.
Bawa 20 Tuntutan, Soroti Persoalan Rakyat
Di balik kericuhan, mahasiswa membawa 20 tuntutan yang mencakup berbagai persoalan daerah dan nasional. Isu yang disuarakan antara lain kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), kenaikan harga kebutuhan pokok, kesejahteraan pekerja, demokrasi, serta korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Ketua BEM Untan Muhammad Fatir Maulana, didampingi Wakil Ketua Lodri Khairul Nursalam Kariadi, menyampaikan bahwa mahasiswa juga menyoroti krisis air bersih dan persoalan bahan bakar minyak (BBM) yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui gerakan bertajuk “REVOLUSI”, BEM Untan menetapkan Gubernur Kalimantan Barat sebagai sasaran awal penyampaian aspirasi. Pemerintah provinsi diharapkan menerima dan menindaklanjuti tuntutan mahasiswa tersebut.
Sebelum bergerak menuju kantor gubernur, massa berkumpul di halaman parkir Fakultas Pertanian Untan sejak pukul 14.00 WIB. Mereka mengusung slogan “14.00 WIB Sampai Menang”.
Aksi yang membawa isu kebutuhan dasar masyarakat, kesejahteraan pekerja, hingga tata kelola pemerintahan itu kini menyisakan dua persoalan: tindak lanjut atas 20 tuntutan mahasiswa dan penjelasan mengenai bentrokan yang terjadi di lingkungan kantor pemerintahan.
Konfirmasi dari pemerintah provinsi dan pihak keamanan masih diperlukan untuk memastikan langkah penanganan insiden serta respons terhadap aspirasi mahasiswa.