Trending

Dosen UNUKASE Nur Ad’ha Yuda Raih Prestasi di LKTI BRIDA Kalsel 2026

Dosen UNUKASE Nur Ad’ha Yuda Raih Prestasi di LKTI BRIDA Kalsel 2026
Nur Ad’ha Yuda, S.T., M.T., dari Program Studi S1 Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Sains dan Kesehatan.(Foto Humas UNUKASE)

Banjar-Kalsel–Spektroom : Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE), Nur Ad’ha Yuda, S.T., M.T., meraih Juara Harapan III Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) 2026 yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan. Penghargaan diserahkan Selasa (20/10/2026).

Dosen Program Studi S1 Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Sains dan Kesehatan itu meraih prestasi melalui karya berjudul “Kampung Sungai Sirkular: Model Tata Kelola Pascarevitalisasi Berbasis Ruang Adaptif, Ekonomi Sirkular, dan Pelaporan Digital di Banjarmasin.”

Karya tersebut menawarkan model pengelolaan kampung tepian sungai yang mengintegrasikan penataan ruang, keberlanjutan lingkungan, partisipasi masyarakat, dan teknologi digital agar manfaat revitalisasi tidak berhenti setelah pembangunan fisik selesai.

Rektor UNUKASE, Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini menunjukkan kontribusi dosen dalam menghasilkan gagasan ilmiah yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

“Kami berharap pencapaian ini memotivasi seluruh dosen UNUKASE untuk memperkuat budaya riset dan menghasilkan inovasi yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Nur Ad’ha Yuda, S.T., M.T., dari Program Studi S1 Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Sains dan Kesehatan.(Foto Humas UNUKASE)

Dalam penelitiannya, Nur Ad’ha mengkaji Kampung Biru dan Kampung Hijau di Banjarmasin. Dengan pendekatan space syntax dan dokumentasi lapangan, ia menemukan bahwa peningkatan keterhubungan jalur setelah revitalisasi belum tentu diikuti peningkatan integrasi ruang.

Temuan tersebut menjadi dasar penyusunan model pengelolaan pascarevitalisasi yang memperhatikan fungsi jalur kampung sebagai akses warga, ruang interaksi sosial, tempat usaha kecil, serta area penghijauan.

Model Kampung Sungai Sirkular memiliki tiga komponen utama, yakni Ruang Hidup Adaptif, yang mengatur pemanfaatan ruang berdasarkan kesepakatan warga; Lingkungan Sirkular, melalui pengelolaan material rumah tangga bernilai guna; serta Tata Kelola Responsif, dengan sistem pelaporan persoalan lingkungan melalui kode QR, formulir daring, grup komunikasi, atau pencatatan manual.

Melalui model tersebut, pengelolaan kampung diharapkan lebih terarah, mulai dari pemeliharaan fasilitas, pembagian tanggung jawab warga, hingga penanganan persoalan lingkungan.

Prestasi ini sekaligus memperlihatkan peran keilmuan Perencanaan Wilayah dan Kota UNUKASE dalam menawarkan solusi bagi keberlanjutan permukiman tepian sungai yang memiliki tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan tersendiri.

Berita terkait

Demo BEM Untan di Kantor Gubernur Kalbar Ricuh, Mahasiswa Bawa 20 Tuntutan

Demo BEM Untan di Kantor Gubernur Kalbar Ricuh, Mahasiswa Bawa 20 Tuntutan

Pontianak - Spektroom : Demonstrasi ratusan mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tanjungpura (Untan) di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Selasa (20/10/2026), berujung ricuh. Aksi bertajuk “REVOLUSI” itu diwarnai bentrokan fisik dengan petugas Satpol PP hingga pembakaran ban di depan kantor gubernur. Massa bergerak dengan berjalan kaki dari kawasan Tugu Digulis

Apolonius Welly, Buang Supeno
Prestasi Kota Batu di Hari Jadi ke-25: IPM Naik, Kemiskinan Turun, Investasi Tembus Rp2,33 Triliun

Prestasi Kota Batu di Hari Jadi ke-25: IPM Naik, Kemiskinan Turun, Investasi Tembus Rp2,33 Triliun

Batu – Spektroom : Memasuki hari jadi ke-25, Kota Batu mencatat sejumlah capaian pembangunan, mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka kemiskinan, hingga realisasi investasi Rp2,33 triliun sepanjang 2025. Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Hal itu menjadi pesan

Buang Supeno