Trending

Prestasi Kota Batu di Hari Jadi ke-25: IPM Naik, Kemiskinan Turun, Investasi Tembus Rp2,33 Triliun

Prestasi Kota Batu di Hari Jadi ke-25: IPM Naik, Kemiskinan Turun, Investasi Tembus Rp2,33 Triliun
Walikota Batu Nurochman diapit Wakil Walikota Heli Suyanto dan Sekretaris Daerah Alfi Nur Hidayat usai upacara Hari Jadi ke-25 Kota Batu di halaman Balaikota Amongtani. ( foto : humas )

Batu – Spektroom : Memasuki hari jadi ke-25, Kota Batu mencatat sejumlah capaian pembangunan, mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka kemiskinan, hingga realisasi investasi Rp2,33 triliun sepanjang 2025. Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Hal itu menjadi pesan penting Wali Kota Batu Nurochman dalam upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur sekaligus Hari Jadi ke-25 Kota Batu di Balai Kota Among Tani, Sabtu (17/10/2026).

Berdasarkan data Kota Batu Dalam Angka 2026, IPM Kota Batu meningkat dari 79,69 pada 2024 menjadi 80,35 pada 2025. Angka kemiskinan turun dari 3,06 persen menjadi 2,86 persen, sedangkan tingkat pengangguran terbuka tercatat 3,52 persen.

Walikota Batu Nurochman mengungkapkan Prestasi yang dicapai tahun 2026. ( foto: Buang )

Di sektor ekonomi, realisasi investasi mencapai Rp2,33 triliun. Kunjungan wisatawan juga menembus 5,36 juta sepanjang 2025. Kota Batu turut meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Madya sebagai bentuk capaian dalam perluasan akses pelayanan kesehatan.

“Pertumbuhan harus terus diterjemahkan menjadi kesempatan kerja, pelayanan berkualitas, usaha yang berkembang, dan kesejahteraan yang semakin merata,” tegas Nurochman.

Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas

Dalam bidang pendidikan, Program Seribu Sarjana mencatat 603 calon penerima beasiswa dalam perencanaan 2026. Program ini diharapkan memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kota Batu.

Di bidang kesehatan, program Satu Desa/Kelurahan Satu Dokter melalui Unit Pelayanan Kesehatan Desa dan Kelurahan (UPKDK) diarahkan untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Program tersebut telah mencapai progres 75 persen, dengan rencana penambahan dokter gigi untuk memperkuat pelayanan dasar.

Pembungan Puskesmas langkah peningkatan layanan Kesehatan. ( foto: humas )

Pemkot Batu juga mendorong peningkatan kualitas layanan puskesmas, ketersediaan obat dan alat kesehatan, serta penguatan posyandu. Berdasarkan data yang disampaikan Nurochman, Kota Batu memiliki 423 dokter, 1.248 perawat, dan 184 bidan.

Pemenuhan kebutuhan dasar turut menjadi perhatian melalui subsidi air bersih, pembangunan tandon, dan jaringan pipa. Dukungan bagi tenaga pendidik keagamaan, organisasi kemasyarakatan berbasis agama, serta subsidi listrik tempat ibadah juga masuk dalam agenda pembangunan.

Pertanian, Pariwisata, dan UMKM Diperkuat

Penguatan ekonomi rakyat dilakukan melalui kolaborasi sektor pertanian dan pariwisata, pengembangan UMKM, serta digitalisasi pemasaran hasil pertanian.

Dengan jutaan kunjungan wisatawan setiap tahun, Pemkot Batu berharap aktivitas pariwisata tidak hanya menguntungkan sektor perhotelan dan restoran, tetapi juga menggerakkan pedagang, pelaku UMKM, petani, dan ekonomi kreatif.

Walikota Batu Nurochman bersama Istri berdialog dengan Pengusaha UMKM Batu. ( foto : Humas )

Sejumlah program disiapkan, antara lain pengembangan Batu Artpreneur, rencana pembangunan mal UMKM dan pedagang kaki lima (PKL), serta digitalisasi pasar melalui SIMPUL SAE. Pengembangan CooSAE juga diarahkan untuk memperluas pemasaran hasil pertanian dan meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Sementara itu, penurunan produksi apel sebesar 24,02 persen pada 2025 menjadi tantangan bagi sektor pertanian. Melalui program Smart and Integrated Farming, Pemkot mendorong penguatan jalan usaha tani, irigasi, teknologi produksi, dan pendampingan petani.

Kolaborasi pertanian, pengolahan pangan, gastronomi, dan pariwisata diharapkan menciptakan rantai ekonomi yang lebih kuat sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.

“Kita berharap kekuatan ekonomi lokal tumbuh melalui kemitraan, akses pasar, dan nilai tambah, bukan hanya bertambahnya aktivitas wisata,” kata Nurochman.

Penataan Kota Berkelanjutan

Di sektor infrastruktur, penataan kawasan Simpang Empat Patih yang mencakup Jalan Panglima Sudirman, Trunojoyo, Indragiri, dan Hasanuddin menjadi salah satu prioritas pembangunan.

Hingga pertengahan Oktober 2026, progres pekerjaan kawasan tersebut mencapai sekitar 60 persen. Pengecoran Jalan Hasanuddin telah selesai dan ruas itu ditargetkan dibuka kembali pada akhir Oktober setelah memenuhi persyaratan teknis. Keseluruhan pekerjaan ditargetkan rampung pada awal Desember 2026.

Pemkot juga menyiapkan penataan kabel utilitas melalui sistem ducting bawah tanah secara bertahap, penguatan pengelolaan sampah melalui pemilahan dan pengomposan, pengembangan bank sampah, serta optimalisasi TPS3R dan fasilitas pengolahan yang diperlukan.

Walikota Batu Nurochman berdialog dengan para Pemuda.( Foto: humas )

Rencana rehabilitasi Stadion Brantas, pembangunan sport center, dan pengembangan Spiritual Botanical Garden juga menjadi bagian dari agenda pembangunan ke depan.

Selain infrastruktur, pemberdayaan desa diperkuat melalui perencanaan Bantuan Keuangan Khusus sekitar Rp5,46 miliar bagi lima desa pada 2026. Bantuan tersebut antara lain diarahkan untuk laboratorium pertanian di Sumberbrantas dan sarana olahraga di sejumlah desa.

Jaga Alam, Pastikan Manfaat Pembangunan

Mengusung tema “Bangkit Bersama, Jaga Alam Raya untuk mBatu SAE Berkelanjutan” dengan semangat “Kreatif SAE”, Nurochman menegaskan bahwa pembangunan Kota Batu harus menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam.

Kekayaan pegunungan, tanah subur, sumber air, pertanian, dan pariwisata merupakan modal utama Kota Batu. Sebagai kawasan hulu Sungai Brantas, Batu juga memiliki tanggung jawab menjaga lingkungan karena manfaat sumber airnya dirasakan masyarakat di daerah lain.

Semangat tersebut sejalan dengan falsafah Jawa memayu hayuning bawana, yakni menjaga kehidupan agar tetap selaras bagi generasi sekarang dan mendatang.

Nurochman mengingatkan, capaian pembangunan tidak boleh berhenti pada angka statistik maupun seremoni peringatan hari jadi. Pemerintah harus memastikan setiap program berjalan transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata.

“Kita harus memastikan masyarakat Kota Batu tidak berjalan sendirian. Setiap program harus dikawal agar menghasilkan manfaat nyata, bukan sekadar angka dan seremoni,” tegasnya.

Memasuki usia ke-25, kolaborasi pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, petani, dan seluruh elemen daerah menjadi kunci agar kemajuan Kota Batu semakin dirasakan secara merata. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi lokal, pemerataan pelayanan publik, dan perlindungan lingkungan harus berjalan beriringan untuk mewujudkan Kota Batu yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

Berita terkait

Demo BEM Untan di Kantor Gubernur Kalbar Ricuh, Mahasiswa Bawa 20 Tuntutan

Demo BEM Untan di Kantor Gubernur Kalbar Ricuh, Mahasiswa Bawa 20 Tuntutan

Pontianak - Spektroom : Demonstrasi ratusan mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tanjungpura (Untan) di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Selasa (20/10/2026), berujung ricuh. Aksi bertajuk “REVOLUSI” itu diwarnai bentrokan fisik dengan petugas Satpol PP hingga pembakaran ban di depan kantor gubernur. Massa bergerak dengan berjalan kaki dari kawasan Tugu Digulis

Apolonius Welly, Buang Supeno