Dikalahkan Ganda Putra Korea Selatan, FAKRI Harus Puas Menjadi Runner-up French Open 2025

Dikalahkan Ganda Putra Korea Selatan, FAKRI Harus Puas Menjadi Runner-up French Open 2025
Ilustrasi (Sumber: Capture YouTube Leslie Bong)

Spektroom - Di partai final French Open 2025, Minggu (26/10/2025) malam waktu Indonesia, ganda putra FajarAlfian /Muhammad Shohibul Fikri (FAKRI) harus mengakui keunggulan pasangan Ganda Putra Korea Selatan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.

FAKRI sebenarnya unggul di set pertama dengan skor 21 - 10 atas ganda putra Korea Selatan. Namun pada set ke dua, keadaan berbalik, pasangan Negri ginseng itu, membalasnya dengan skor 21 - 13 yang memaksa FAKRI untuk bermain 3 set.

Pada awal set ketiga, pasangan Indonesia belum kembali menemukan bentuk permainan terbaiknya seperti di set pertama.

FAKRI sempat tertinggal jauh 3-10 di awal permainan set ketiga dan pukulan cerdas dari Fajar berhasil menghentikan perolehan poin lawan menjadi 4-10.

Bahkan smesh di depan net Fajar mampu memangkas skor menjadi 5-10. Namun dewi Fortune tetap berpihak ke Kim/Seo. Pasangan Korea mampu unggul 11-5 di interval set ketiga.

Usai interval set ketiga pasangan Korea Selatan bahkan melesat memperlebar keunggulan menjadi 14-7. Namun strategi FAKRI dalam menempatkan shuttlecock berhasil menipu lawan, skor menjadi 9-14.

Pasangan Korea Selatan kemudian mampu memperlebar keunggulan menjadi 17-11. Hingga akhirnya, pasangan Korea Selatan Kim/Seo memenangi set ketiga dengan skor 21-12.

Kemenangan ini membuat Kim/Seo keluar sebagai juara French Open 2025, sedangkan FAKRI harus puas menjadi runner up.(@Ng).

Berita terkait

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

Maluku Tengah-Spektroom: Sebanyak 175 prajurit muda TNI Angkatan Darat resmi memasuki babak baru pengabdian setelah dilantik menjadi Bintara berpangkat Sersan Dua (Serda). Mereka dituntut bukan hanya piawai menggunakan senjata, tetapi juga memiliki mental petarung dan kemampuan memimpin di tengah dinamika medan tugas. Para prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara

Eva Moenandar, Buang Supeno
Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Sawahlunto—Spektroom :Satu karung pupuk bersubsidi mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya terdapat uang negara, data penerima, mekanisme distribusi, dan kepentingan petani yang bergantung pada ketepatan waktu pemupukan. Karena itu, bagi Heni Purwaningsih, pengawasan pupuk bukan pekerjaan administratif belaka. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto sekaligus

Riswan Idris, Buang Supeno
121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

Singkawang - Spektroom : Sebanyak 121 prajurit resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda). Namun, kenaikan pangkat itu bukan sekadar tanda berakhirnya delapan pekan pendidikan. Mereka kini menghadapi ujian yang sesungguhnya: membuktikan kemampuan sebagai Bintara di tengah dinamika tugas di lapangan. Sebanyak 121 prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI

Apolonius Welly, Buang Supeno
ссс