Trending

Dukung Reformasi Yudisial di MA, KPK Harap Palu Hakim Simbol Keadilan Bukan Alat Transaksi

Dukung Reformasi Yudisial di MA, KPK Harap Palu Hakim Simbol Keadilan Bukan Alat Transaksi
Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo di Gedung MA, Jakarta, Senin (5/1/2026) ( Dok KPK)

Spektroom - Upaya menutup celah korupsi di jantung peradilan terus diperkuat. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut hadir dalam langkah reformasi yudisial di Mahkamah Agung ( MA) melalui penguatan integritas personal aparatur peradilan, sebagai fondasi menjaga keadilan dan kepercayaan publik.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja Individu bagi hakim dan pegawai di lingkungan Kepaniteraan MA yang digelar di Gedung MA, Jakarta, Senin (5/1/2026). Kegiatan ini diikuti lebih dari 600 pegawai dari unsur hakim hingga kepaniteraan secara hybrid, baik daring maupun luring.

Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, menegaskan kehadiran KPK merupakan bagian dari komitmen mendorong penguatan nilai-nilai integritas di tubuh kekuasaan kehakiman. Menurutnya, berbagai kasus korupsi kerap bermula dari pengabaian prinsip integritas dalam perilaku sehari-hari.

“Pejabat negara yang tergelincir akibat perilakunya sendiri, tidak mencerminkan integritas,” tegasnya, Senin (5/1/2026).

Lebih lanjut, Ibnu menekankan aparatur peradilan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat perlu mewaspadai bibit pelanggaran integritas. Sinergi KPK dan MA dipandang penting untuk mengawal reformasi tata kelola peradilan yang adil dan profesional.

KPK memandang sinergi ini sebagai upaya mengunci gerbang terakhir keadilan agar tak ditembus gratifikasi maupun intervensi.

"Dengan komitmen bersama ini, palu hakim diharapkan kembali menjadi simbol keadilan yang murni, bukan alat transaks," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial sekaligus Plt. Ketua Kamar Pengawasan, Dwiarso Budi Santiarto, menegaskan integritas tidak dapat dipaksakan hanya melalui sistem, melainkan harus tumbuh dari kesadaran dan keikhlasan individu.

“Sudah menjadi tugas kita untuk menutup celah korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Jangan sekali-kali mengkhianati amanah,” ujarnya.

Senada, Hakim Agung Kamar Perdata selaku Panitera MA, Heru Pramono, menyebut penandatanganan ini menegaskan organisasi tidak menoleransi penyelewengan etika kerja dan integritas. Lebih dari sekadar tanda tangan, pakta integritas menjadi harapan publik terhadap hakim yang tidak hanya piawai membaca pasal, tetapi juga bermental jujur setiap waktu.

Berita terkait

Surabaya Tanam 4.100 Bibit Cabai, Bidik Tambahan Pasokan Jelang Akhir Tahun

Surabaya Tanam 4.100 Bibit Cabai, Bidik Tambahan Pasokan Jelang Akhir Tahun

Surabaya – Spektroom : Pemerintah Kota Surabaya memperbanyak penanaman cabai untuk mengantisipasi kenaikan harga komoditas tersebut menjelang akhir tahun. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), upaya ini dilakukan dengan melibatkan masyarakat, kelompok tani, hingga komunitas urban farming agar hasil panen dapat menambah pasokan di pasaran. Kepala DKPP Kota Surabaya, Nanik Sukristina,

Bian Pamungkas
1.713 Lulusan Unpatti Diharapkan Berkontribusi bagi Pembangunan Maluku

1.713 Lulusan Unpatti Diharapkan Berkontribusi bagi Pembangunan Maluku

Ambon-Spektroom : Sebanyak 1.713 lulusan Universitas Pattimura (Unpatti) diharapkan tidak hanya berorientasi pada kesuksesan pribadi setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mampu berkontribusi melalui inovasi dan gagasan untuk mendorong pembangunan Maluku. Harapan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU., saat menghadiri Rapat Terbuka Luar Biasa Senat

Eva Moenandar, Bian Pamungkas
Pemkot Surabaya Tertibkan Puluhan Bangunan di Atas Saluran, Drainase Akan Dinormalisasi

Pemkot Surabaya Tertibkan Puluhan Bangunan di Atas Saluran, Drainase Akan Dinormalisasi

Surabaya – Spektroom : Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menertibkan puluhan bangunan tanpa izin yang berdiri di atas maupun sempadan saluran air. Dalam sebulan terakhir, penertiban dilakukan di empat kawasan, yakni Jeblokan II, Embong Blimbing, Kalianak, dan Lidah Wetan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran air yang selama ini mengalami penyempitan akibat

Bian Pamungkas