Empat Autogate Segera Beroperasi di PLBN Entikong, Layanan Perlintasan Indonesia–Malaysia Makin Cepat
Sanggau - Spektroom : Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, bersiap memasuki babak baru pelayanan keimigrasian. Empat unit Autogate disiapkan untuk mempercepat sekaligus memodernisasi pemeriksaan pelintas di perbatasan Indonesia–Malaysia.
Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong tengah mematangkan berbagai persiapan sebelum teknologi pemeriksaan otomatis tersebut dioperasikan. Penerapan Autogate merupakan bagian dari transformasi digital yang terus dikembangkan Direktorat Jenderal Imigrasi pada sejumlah Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Indonesia.
Berdasarkan alokasi Direktorat Jenderal Imigrasi pada Juni 2026, PLBN Entikong mendapat empat unit Autogate untuk mendukung pelayanan perlintasan lintas negara.
Persiapan implementasi telah dilakukan secara bertahap. Pada April 2026, tim Direktorat Lalu Lintas Keimigrasian bersama Direktorat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Direktorat Jenderal Imigrasi meninjau langsung kesiapan infrastruktur di PLBN Entikong.
Peninjauan meliputi jaringan komunikasi data, server, sistem pendukung, hingga aspek teknis lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perangkat Autogate nantinya dapat beroperasi optimal dan terintegrasi dengan sistem keimigrasian nasional.
Melalui sistem Autogate, pelintas yang memenuhi persyaratan dapat menjalani pemeriksaan secara mandiri. Proses dilakukan dengan pemindaian dokumen perjalanan dan verifikasi biometrik, termasuk teknologi pengenalan wajah.
Sistem tersebut dirancang memangkas waktu pemeriksaan tanpa mengesampingkan ketelitian dalam verifikasi identitas maupun dokumen perjalanan.
Kebutuhan terhadap layanan yang cepat menjadi semakin penting mengingat tingginya aktivitas perlintasan di PLBN Entikong. Sepanjang Triwulan I 2026, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong mencatat 115.600 kedatangan dan 101.049 keberangkatan melalui perbatasan tersebut.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong, Fitra Izharry, mengatakan pemasangan Autogate merupakan bagian dari komitmen meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian di kawasan perbatasan.
“Pemasangan Autogate di TPI PLBN Entikong merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan keimigrasian yang semakin cepat, modern, aman, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat di kawasan perbatasan,” ujar Fitra, Selasa (29/9/2026).
Menurut Fitra, teknologi tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk mempercepat antrean dan proses pemeriksaan. Sistem verifikasi dokumen dan biometrik yang terintegrasi juga diharapkan memperkuat aspek pengawasan keimigrasian.
Karena itu, kesiapan infrastruktur menjadi perhatian utama sebelum Autogate dioperasikan. Selain jaringan dan server, aspek kelistrikan, sistem pendukung serta kesiapan sumber daya manusia juga terus dipastikan.
Meski pemeriksaan menggunakan teknologi otomatis, petugas imigrasi tetap memegang peranan penting. Pelintas yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut akan tetap diarahkan menjalani pemeriksaan manual oleh pejabat imigrasi sesuai prosedur yang berlaku.
Kehadiran empat Autogate tersebut diharapkan memperkuat posisi PLBN Entikong sebagai salah satu pintu gerbang strategis Indonesia–Malaysia. Di tengah tingginya mobilitas lintas negara, layanan keimigrasian dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga aman, akurat dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jasa.
Dengan transformasi digital ini, wajah pelayanan keimigrasian di perbatasan Entikong pun diproyeksikan semakin modern tanpa mengurangi fungsi pengawasan terhadap setiap orang yang keluar maupun masuk wilayah Indonesia.