Festival Dolanan Bocah Pasarkliwon Hidupkan Kembali Permainan Tradisional di Kalangan Anak
Surakarta – Spektroom: Upaya melestarikan permainan tradisional sekaligus mengenalkan warisan budaya Nusantara kepada generasi muda diwujudkan melalui Festival Dolanan Bocah Kecamatan Pasarkliwon di Pendopo Kecamatan, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini melibatkan anak-anak dari 10 kelurahan untuk mengenal dan memainkan kembali berbagai dolanan tradisional yang sarat nilai edukasi.
Festival dibuka secara simbolis oleh Bunda Literasi Kota Surakarta, Venessa Winastesia, didampingi Camat Pasarkliwon dan Bunda Literasi Kelurahan. Sepuluh kelurahan yang terlibat yakni Sangkrah, Kauman, Kampung Baru, Mojo, Joyosuran, Kedung Lumbu, Pasarkliwon, Semanggi, Baluwarti, dan Gajahan.
Dari berbagai penampilan peserta, salah satu yang menarik perhatian yakni lomba perahu othok-othok. Permainan tradisional ini menghadirkan pengalaman bermain sekaligus mengenalkan mainan lintas generasi kepada anak-anak. Pertunjukan sulap turut menambah kemeriahan festival.
Dalam kesempatan tersebut, Venessa Winastesia mengatakan, dolanan bocah bukan sekadar hiburan, tetapi juga mengandung nilai pembelajaran, seperti kebersamaan, kreativitas, sportivitas, dan interaksi sosial.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya mengenal nama permainan tradisional, tetapi juga bisa merasakan langsung keseruannya. Harapannya, dolanan bocah tetap hidup dan menjadi bagian dari keseharian anak-anak, sehingga budaya yang diwariskan generasi sebelumnya tidak hilang begitu saja,” ungkapnya.
Selain festival permainan tradisional, kegiatan ini juga dirangkai dengan peluncuran program Widuri ing Pawon (Wedangan eDUkasi literasi ning Kecamatan Pasarkliwon) dan Pengabdi Pawon Ibu sebagai upaya memperkuat literasi dan pemberdayaan perempuan.
Camat Pasarkliwon Ari Wibowo mengatakan, kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi masyarakat dalam pelestarian budaya, penguatan literasi, dan pengembangan potensi wilayah.
Rangkaian kegiatan juga dilengkapi bursa kerja (job fair) serta pameran produk UMKM untuk membuka akses informasi peluang kerja sekaligus memperkenalkan dan mendukung usaha lokal.
Dalam kesempatan itu, Venessa juga mengunjungi stan Rumah Belajar Pancasila untuk melihat kegiatan edukasi nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat. Ia berharap ruang belajar tersebut terus berkembang dan menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak maupun keluarga.
Melalui festival ini, Kecamatan Pasarkliwon berupaya menjadikan pelestarian budaya dan penguatan literasi sebagai bagian dari kegiatan masyarakat, sehingga tradisi tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
(Ciptati Handayani)