Trending

Gelar Lomba Pencak Silat, Pemkab Pamekasan Dorong Kemajuan Olahraga dan Budaya

Gelar Lomba Pencak Silat, Pemkab Pamekasan Dorong Kemajuan Olahraga dan Budaya
Suasana pembukaan lomba pencak silat antar pelajar kabupaten Pamekasan. (foto: Diskominfo Pamekasan).

Pamekasan-Spektroom : Rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Pamekasan ke 496 ditandai dengan berbagai kegiatan, diantaranya Lomba pencak silat antar pelajar untuk tingkat SD, SMP dan yang sederajat. Lomba itu diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur untuk kategori tunggal bebas antar pelajar di area Monumen Arek Lancor, Selasa (27/10/2026).

Untuk tingkat SD diikuti pesilat sebanyak 33 peserta dengan kategori putra dan putri, sedangkan tingkat SMP sebanyak 25 peserta dengan kategori putra dan putri.

"Pencak silat merupakan salah satu dari 10 objek kemajuan kebudayaan sebagaimana amanat Undang Undang nomor 5 tahun 2017," kata Kepala Disdikbud Pamekasan, Akhmad Basri Yulianto saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Menurutnya, kegiatan tersebut sangat penting digelar secara berkelanjutan sebagai upaya regenerasi kepada anak anak muda Pamekasan yang nota bene penerus perjuangan di masa yang akan datang. Sehingga anak-anak muda turut aktif dan andil melestarikan budaya daerahnya.

"Sekaligus menumbuhkembangkan kebudayaan lokal ke arah yang lebih maju, adaptif dan tidak meninggalkan akar budayanya," tambah dia.

Salah satu atraksi pencak silat

Mantan Kepala Disperindag Pamekasan ini melanjutkan, selain mengasah potensi anak di bidang pencak silat, kegiatan itu juga bertujuan untuk membangun mental yang kuat, disiplin, rasa cinta tanah air yang semakin menguat, dan budi pekerti yang luhur kepada generasi muda.

"Lomba ini kami juga melibatkan 16 perguruan silat se Pamekasan, sehingga ini menjadi dorongan kepada kami agar lomba ini tidak hanya dilaksanakan tahun ini, tetapi juga tahun tahun berikutnya," tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Pamekasan, Taufikurrachman berharap, seni budaya bela diri di tengah kemajuan teknologi dan arus digitalisasi tetap dikenal, tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi harus hidup dan berkembang sebagai bagian dari identitas bangsa.

"Dalam pengamatan saya, pencak silat memiliki makna yang cukup luas dari sekadar kemampuan bela diri. Di dalamnya terkandung nilai kedisiplinan, keberanian, pengendalian diri, penghormatan kepada sesama, serta perpaduan antara kekuatan fisik, ketangkasan dan keindahan gerak," ucapnya saat membacakan sambutan tertulis Bupati Pamekasan, Dr. KH. Kholilurrahman.

Dia berharap, para peserta menjadikan lomba tersebut sebagai ajang silaturrahmi dan menempa potensi diri, sehingga menjadi atlet berprestasi.

"Pemkab Pamekasan berkomitmen mendukung pengembangan olahraga dan pelestarian seni budaya daerah sesuai dengan kemampuan serta prioritas pembangunan," pungkasnya.

Selain lomba pencak silat antar pelajar, peringatan hari jadi yang bertema “Pamekasan Bangkit” juga dimeriahkan dengan sejumlah kegiatan, diantaranya Pameran Bonsai Nasional, Festival Drumband, Pamekasan Ethno Vaganza, dan Simponi Budaya Pamekasan. Puncak acara berupa Upacara bendera tanggal 3 November 2026. (Yul)

Berita terkait

Pemkab Maybrat Dorong Penguatan Koordinasi Guna Pembentukan Badan Pengelola Danau Ayamaru

Pemkab Maybrat Dorong Penguatan Koordinasi Guna Pembentukan Badan Pengelola Danau Ayamaru

Sorong-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Maybrat disarankan membentuk badan pengelola Danau Ayamaru untuk memperkuat koordinasi pemulihan ekosistem dan pengelolaan kawasan danau secara berkelanjutan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, ST., M.Si., mengatakan pembentukan badan tersebut diperlukan agar pengelolaan Danau Ayamaru dapat dilakukan secara terarah, mulai

Anthonius Teniwut, Julianto