Gelombang Tinggi 1,25 - 2,5 Meter Masih Mengancam Sejumlah Perairan di Maluku Utara

Gelombang Tinggi 1,25 - 2,5 Meter Masih Mengancam Sejumlah Perairan di Maluku Utara
Ilustrasi Gelombang tinggi (Dok.BMKG)

Ternate-Spektroom : BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pada sebagian besar perairan di Wilayah Maluku Utara mulai tanggal 6 - 9 Agustus 2026.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate melalui Prakirawan Justia P. D. Galensong dalam releasenya Rabu (5/8/2026) mengatakan, wilayah Indonesia Utara ekuator umumnya bertiup dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 9 - 26 knot.

Sedangkan Wilayah Indonesia bagian Selatan Indonesia dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 6 - 28 knot, kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Karimata, Selat Makassar, Laut Banda, Samudera Pasifik Utara Maluku dan Laut Arafuru.

"Rata-rata tinggi gelombang di perairan Maluku Utara mencapai 1,25 - 2,5 meter," ujar Justia.
Tinggi gelombang tersebut berpeluang terjadi di perairan Barat Laut Morotai, Timur Laut Morotai, Tenggara Morotai, Barat Daya Morotai, Kepulauan Loloda, Halmahera Barat, Timur Kepulauan Halmahera, perairan Gebe, Kepulauan Batang Dua, perairan Gebe, dan perairan Ternate.

Selain itu Teluk Weda, perairan Barat Kayoa, Barat Bacan, Barat Laut Obi, Barat Daya Obi, Utara Mangoli, Timur Sanana, Barat Sanana, Utara Taliabu dan Selatan Taliabu.

Dengan kondisi ini beresiko terhadap keselamatan pelayaran, perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter, kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Kepada para nakhoda maupun motoris serta masyarakat pengguna jasa transportasi laut juga nelayan diminta untuk tingkatkan kewaspadaan dalam berlayar, jika kondisi Laut gelombang tinggi jangan memaksakan kehendak untuk berlayar dan menangguhkan keberangkatan demi keselamatan.

Perusahaan Pelayaran juga masyarakat hendaknya selalu memperoleh informasi dari BMKG serta instansi berwenang tentang kondisi cuaca dan tinggi gelombang.

Berita terkait

TMMD ke-130 Sawahlunto Dorong Ketahanan Pangan Lewat Penanaman Jagung Hibrida

TMMD ke-130 Sawahlunto Dorong Ketahanan Pangan Lewat Penanaman Jagung Hibrida

Sawahlunto-Spektroom : Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tingkat Kota Sawahlunto tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik. Ketahanan pangan menjadi salah satu agenda nonfisik yang disiapkan melalui penanaman jagung hibrida di Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi. Persiapan kegiatan tersebut mulai dimatangkan pada Selasa (22/9/2026) melalui pengawalan pengolahan lahan

Riswan Idris, Rafles