Trending

Google dan Meta Dipanggil Atas Dugaan Pelanggaran Aturan Pelindungan Anak di Ruang Digital

Google dan Meta Dipanggil Atas Dugaan Pelanggaran Aturan Pelindungan Anak di Ruang Digital
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat beri keterangan ke awak media di kantor Kemkomdigi, Jakarta. (Foto: InfoPublik.id/Amiri Yandi)

Jakarta-Spektroom : Kementerian Komunikasi dan Digital memanggil Google dan Meta (Facebook, Instagram, dan Threads) untuk menjalani pemeriksaan terkait kepatuhan terhadap ketentuan pelindungan anak dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Pemanggilan ini adalah upaya pemerintah memastikan platform digital memenuhi kewajiban pelindungan anak, khususnya dalam membatasi penggunaan akun oleh pengguna di bawah usia 16 tahun.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan, langkah ini dilakukan untuk menjaga ruang digital tetap aman bagi anak.

“Pemanggilan ini adalah bagian dari proses penegakan hukum yang terukur dan sesuai prosedur. Negara hadir dan tegas. Tidak ada toleransi terhadap ketidakpatuhan yang berpotensi membahayakan anak di ruang digital,” tegas Menkomdigi Meutya Hafid, Senin (30/03/2026).

Langkah ini merupakan bagian dari tahapan penegakan hukum sebagaimana diatur dalam PP TUNAS, dimulai dari pengawasan yang meliputi pemantauan dan pemeriksaan lanjutan, hingga pengenaan sanksi administratif secara bertahap.

Meutya menegaskan, proses ini dilakukan secara hati-hati untuk menghindari potensi maladministrasi sekaligus memastikan setiap tindakan memiliki dasar hukum yang kuat.

Selain itu, Kemkomdigi juga memberikan surat peringatan kepada TikTok dan Roblox agar segera menunjukkan kepatuhan penuh sebagaimana komitmen yang telah disampaikan sebelumnya.

Apabila tidak ada perbaikan signifikan, Kemkomdigi akan melanjutkan ke tahap pemanggilan dan pemeriksaan.

Di sisi lain, pemerintah memberikan apresiasi kepada Bigo Live dan X yang telah menunjukkan langkah cepat dengan menerapkan mekanisme verifikasi usia dan menonaktifkan akun pengguna di bawah 16 tahun sesuai ketentuan.

“Apresiasi kami sampaikan kepada platform yang responsif dan patuh. Ini menunjukkan bahwa kepatuhan bukan hal yang sulit jika ada komitmen,” ujar Meutya.

Kemkomdigi menegaskan, langkah ini bukan sekadar administratif, melainkan bagian dari ketegasan negara dalam melindungi anak di ruang digital.

Pemerintah juga mengingatkan seluruh entitas bisnis yang beroperasi di Indonesia untuk patuh terhadap kebijakan yang berlaku di Indonesia.

Ke depan, Kemkomdigi akan terus melakukan pengawasan intensif dan tidak ragu mengambil langkah tegas terhadap platform yang mengabaikan regulasi.

Berita terkait

Persiapkan Haji 2027, Kemenhaj Ternate Lakukan Pembinaan Jemaah Cadangan

Persiapkan Haji 2027, Kemenhaj Ternate Lakukan Pembinaan Jemaah Cadangan

Ternate-Spektroom : Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhan) Kota Ternate melakukan pertemuan pembinaan bagi Calon Jemaah Haji (CJH) cadangan tahun keberangkatan 1448 Hijriah/2027 Masehi. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan kesiapan administrasi, pemahaman mekanisme keberangkatan, serta pentingnya menjaga kesehatan dan memenuhi persyaratan istithaah kesehatan, berlangsung di Aula Mina, Asrama Haji

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Waspada Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi Pada Sejumlah Perairan di Maluku Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Waspada Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi Pada Sejumlah Perairan di Maluku Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Ternate-Spektroom : Sejumlah perairan di wilayah Provinsi Maluku Utara diprediksi masih terjadi gelombang tinggi dipicu angin kencang, yang harus diwaspadai akibat pengaruh angin kencang. BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pada sebagian besar perairan di Wilayah Maluku Utara dalam empat hari ke depan

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Bupati Sadewo Tegaskan UHC Banyumas Tetap Berjalan, Posko Pengaduan Dibuka

Bupati Sadewo Tegaskan UHC Banyumas Tetap Berjalan, Posko Pengaduan Dibuka

Banyumas-Spektroom.: Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan program Universal Health Coverage (UHC) tetap berjalan. Evaluasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyumas bukan untuk menghentikan program, melainkan memperbaiki ketepatan data penerima bantuan agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan tetap memperoleh akses layanan kesehatan. Penegasan tersebut disampaikan Sadewo di hadapan awak media

Bian Pamungkas